Jam lima pagi Faren sudah berangkat menuju ke Bandara, karena pesawatnya take off jam enam nanti, Jadi ia sudah harus berangkat satu jam sebelumnya.
Adiknya masih tidur, tapi Faren sempat berpamitan sekedar mengecup keningnya sebelum berangkat tadi, sedangkan Bundanya sengaja bangun lebih pagi untuk mempersiapkan keberangkatan Faren. Seperti mengecek barang-barang yang perlu Faren bawa, dan berpesan apa yang harus Faren lakukan di sana.
Kini lelaki itu tengah berada di mobil yang disupir oleh Haris, disampingnya ada Bella yang bersandar ke kursi dengan memejamkan matanya.
"Masih ngantuk?" tanya Faren membuat Bella membuka matanya dan menoleh, ia mengangguk.
"Sini," Faren membawa Bella ke pelukannya, menyandarkan kepala wanita itu ke bahunya.
Bella semakin nyaman, ia mendusel di ceruk leher Faren. Pagi-pagi buta begini Faren sudah sangat wangi, wangi parfumnya tidak membuat Bella pusing, justru membuat Bella tenang di dekapan Faren.
"Kamu ganti parfum?" gumam Bella tanpa membuka matanya, namun Faren dapat mendengarnya dengan jelas karena bibir Bella begitu dekat dengan telinga Faren.
"Di kasih Refa kemarin. Aku jarang pake parfum, kalau ada parfum aku pake, kalo engga ada ya engga. Bunda sama Refa kadang suka beliin." balas Faren.
"Aku suka baunya, jangan diganti lagi."
Senyum Faren merekah di pagi hari, "Yang kemarin-kemarin engga suka?"
"Lebih enak yang ini baunya, engga terlalu nyengat, engga bikin pusing, baunya lembut, nenangin banget."
Untung Faren tadi ikut memasukkan parfumnya ke koper, niatnya karena akan ada meeting, ia harus tampil sempurna di depan para kolega dan clientnya. Tapi tak ia sangka jika ternyata Bella menyukainya.
Jika begitu maka Faren akan lebih rajin menggunakan parfum setiap harinya agar Bella semakin nyaman di dekatnya. Ia juga harus mengingat merk parfum apa yang Refa berikan semalam sampai bisa membuat Bella menyukai baunya.
Faren sedikit meringis kala merasakan jika Bella menggigit lehernya, "Sayang." peringat Faren.
Bella tidak menggubris, ia malah menyesap leher Faren, membuat tanda di sana.
Kepala Faren sedikit mendongak guna memberikan Bella akses, "Ngapain sih, hm? Masih pagi juga." kata Faren namun tak menghentikan kegiatan Bella.
Bella berhenti begitu puas menyesap kulit leher Faren hingga memerah, ia tersenyum yang tak bisa Faren lihat. Kemudian kembali tenang dengan memejamkan matanya, ia masih mengantuk sekali.
••***••
Seharian penuh Faren dan Bella habiskan berada di dalam pesawat selama menuju ke New York. Untungnya Faren mengambil First class.
Jadi selama di pesawat keduanya tetap nyaman meskipun perjalanan memerlukan waktu yang begitu lama.
Selama di pesawat, Bella habiskan waktunya untuk membaca buku yang sebelumnya memang ia bawa beberapa, ia melihat grub kelas untuk mengetahui tugas apa saja yang Guru berikan hari ini agar ia tidak ketinggalan pelajaran.
Sedangkan di sampingnya, ada Faren yang sibuk bekerja dengan menggunakan iPad di tangannya.
"Kak."
Faren menoleh menanggapi panggilan Bella, setelah cukup lama keduanya larut dengan kegiatan masing-masing, kini mereka mulai kembali bicara.
Faren meletakkan iPad di tangannya, ia mendekatkan dirinya pada Bella yang sedang berbaring itu kemudian mengelus kepalanya, "Kenapa Sayang?"
"Ini masih lama nyampenya?"
KAMU SEDANG MEMBACA
FABEL {ON GOING}
Teen Fictionkisah tentang seorang laki-laki yang memiliki iris mata tajam, wajah tampan, kaya raya, otak pintar dan populer. hidupnya sangat sempurna karena dia adalah sosok tokoh utama dalam cerita ini. DEAN FAREN ALFAHRI, itulah nama yang diberikan padanya s...
