HC | 04

71K 3.8K 12
                                        

 

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

..... 

Zira membuka pintu utama lalu menutupnya perlahan, untung saja ia membawa kunci cadangan. Gelap menyelimuti ruang tamu, Gadis itu jalan berjinjit-jinjit berusaha untuk tidak mengeluarkan suara.

"Zira!"

Sial ketahuan lagi. Batin Zira.

Tiba-tiba lampu menyala, melihatkan seorang pria paruh baya tengah duduk di sofa dengan tatapan tajamnya.

Gadis itu menundukkan kepalanya, ia takut. Bagaimana bisa ayahnya belum tidur di jam yang sudah akan masuk tengah malam seperti ini.

"Kemari!" Dengan takut-takut Zira menghampiri sang ayah.

"Astaghfirullah." Hasan mengusap dadanya untuk menenangkan dirinya agar tidak emosi.

"Dari mana saja?" Tanyanya.

Zira memegang ujung bajunya, keringat dingin membasahi dahinya.

"H-habis pergi sama Ansel." Jawabnya gugup.

"Sampai jam segini baru pulang?" Hasan sedikit meninggikan suaranya.

"Maaf bah."

"Jawab dengan jujur!" Perkataan ayahnya membuat Zira semakin takut.

"Kamu pergi sama pacarmu itu kan?" Zira mengangguk ragu.

"Belum putus?"

"Maaf bah."

Hasan menghembuskan nafas kasar. "Masuk kamar."

Dengan langkah terburu-buru Zira memasuki kamarnya, hari ini Hasan tidak terlalu marah. Apakah ini awal dari hubungannya bersama Dika mendapat restu?

Ya, sebenarnya tadi Dika ingin bertemu dengan Hasan sebelum membawa Zira pergi, namun sayang tadi Hasan dan istrinya tidak ada di rumah sedangkan sang kakak belum pulang. Pada Akhirnya Zira pamit dengan menghubungi sang Ibu, namun ia berbohong dengan siapa akan pergi.

🌙

Hari ini Zira tak ada kegiatan, maka dari itu ia hanya bersantai. Ia membuka laptop untuk melihat film favorite-nya, Zira berniat menghabiskan waktunya untuk di rumah saja.

Tok tok

Ketukan itu menghentikan aktivitasnya, pintu kamar yang memang terbuka itu menampakkan Amira berdiri di ambang pintu.

"Ummi boleh masuk?" Tanya Amira.

"Boleh dong."

"Lagi ngapain?" Wanita itu sedikit mengintip apa yang sedang putrinya lakukan dengan laptopnya.

HAMASAH CINTA (END)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang