Religi - Romance
"Dengan cara apapun, pacar kamu ngga akan bisa mengalahkan saya jika lauhul Mahfudz kamu itu saya! Saya akan membawa cinta ini sampai Jannah-Nya" - Zema Sa'ad Alamar
____________________________________
Nikah muda. Hal ini sudah me...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
.....
Waktu sudah menunjukkan pukul delapan malam, dan mereka masih berbincang-bincang sesekali tertawa jika ada yang membuatnya merasa lucu.
Drrttdrrttdrrtt
Ponsel Zira bergetar, ia menatap layar ponsel yang tertera nama 'Mas Ibra elek' di sana. Segeralah ia mengangkat telepon sebelumnya meminta izin untuk memisahkan diri dari mereka.
"Assalamualaikum, mas. Ada apa?" Tanya Zira.
"Waalaikumsalam, kamu bisa ke rumah sekarang?" Ujar Ibra diseberang sana.
"InsyaAllah bisa, tapi Zira sekarang masih ada di Malang. Masih ada waktu buat ke rumah sekitar jam sepuluh Zira sampai ya mas." Jawab Zira.
"Ya sudah mas tunggu, kalau bisa lebih cepat ya Zira." Ujar Ibra.
"Iya mas." Balas Zira.
"Mas tutup ya, assalamualaikum."
"Waalaikumsalam." Setelah itu Zira kembali masuk ke dalam ndalem, ia ingin memberitahu sang suami untuk segera pulang saja.
"Gus!" Panggil Zira berbisik. Mendengar itu, yang tadinya Gus Zem sedang bercanda dengan kyai Soleh menoleh ke arah sang istri.
"Kenapa?" Tanya Gus Zem.
"Bisa pulang sekarang? Tadi mas Ibra telpon disuruh ke rumah." Jawab Zira yang masih berbisik. Gus Zem mengangguk setelah itu menatap kyai Soleh.
"Bah, kami pamit dulu ya." Ujar Gus Zem.
"Loh kenapa buru-buru?" Tanya kyai Soleh.
"Iya, saya masih ada urusan lain bah. Mohon maaf tidak bisa lama-lama." Jawab Gus Zem.