HC | 35

48.3K 2.6K 20
                                        

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

.....

Rencananya hari ketiga di Malang ini, Gus Zem akan bertemu dengan teman lamanya. Sebenarnya Zira tidak ingin ikut, tetapi ia akan sendirian di Villa dan membuat dirinya merasa bosan nanti jadilah dengan terpaksa gadis itu harus ikut.

Seusai sarapan kini mereka sudah siap untuk berangkat ke tempat tujuan, Gus Zem akan bertemu dengan teman lamanya di cafe terdekat tak jauh dari Villa.

"Mas, janji ga lama ya?" Ujar Zira menunjukkan jari kelingkingnya.

"Iya, palingan juga tiga puluh menitan. Habis itu kita cari tempat liburan lain." Balas Gus Zem menautkan jari kelingking mereka, setelah itu ia melajukan mobilnya.

Di perjalanan, Zira fokus pada jalanan Kota Malang. Hingga suara notifikasi mengalihkan perhatiannya, gadis itu membuka ponselnya untuk megetahui siapa yang mengirim pesan padanya.

Zira menghela nafas, lagi dan lagi nomor tak dikenal mengirimnya sebuah pesan. Gadis itu meletakkan ponselnya dengan malas, ia tidak ingin meladeni orang yang tidak jelas seperti itu.

Gus Zem menoleh sekilas, ia memperhatikan perubahan raut wajah sang istri. Yang tadinya Zira tersenyum lebar, kini gadis itu menekuk wajahnya.

"Kenapa sayang?" Tanya Gus Zem mengelus kepala sang istri yang terbalut hijab, dengan masih fokus menyetir laki-laki itu sesekali menoleh ke arah ZIra.

"Gapapa, Zira ngantuk." Jawabnya, lalu memejamkan matanya.

Namun saat ia akan memasuki alam mimpi, ponselnya kembali bergetar. Dengan kesal, Zira membuka pesan itu.

Unknown Number :
Jauhi Gus Zema, atau kamu tidak akan hidup dengan tenang

Zira membaca pesan pertama.

Unknown Number :
Jauhi atau keluargamu akan mati di tangan saya!

Pesan terakhir membuat Tenggorokan Zira mencekat, ia menelan ludah susah payah. Sebenarnya ia tak ingin menanggapi pesan itu, namun jika sudah membawa keluarganya ia tidak bisa diam saja.

Me :
Siapa kamu? Jangan bawa-bawa keluarga saya. Jika kamu ada masalah dengan saya, temui saya sekarang!

Zira terus memandang ke arah ponsel, ia berharap seseorang itu memberitahu siapa dirinya. Dan apa yang sudah ia lakukan, hingga orang itu membenci dirinya. Zira memejamkan matanya sebentar, membuat Gus Zem terlihat khawatir dengan sang istri.

"Zira bilang sama mas, kamu kenapa?" Tanya Gus Zem.

Tidak menjawab pertanyaan sang suami, Zira kembali fokus dengan ponselnya karena suara notifikasi kembali berbunyi.

Unknown Number :
Tunggu tanggal mainnya Zira, saya tidak akan memberitahu siapa saya sebenarnya sebelum apa yang saya inginkan terjadi!

HAMASAH CINTA (END)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang