HC | 23

52.4K 2.9K 6
                                        

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

.....

Gadis itu berjalan memasuki halaman rumah, ia melepas hijabnya sebelum membuka pintu utama. Ansel melirik jam yang berada di tangannya, sekarang sudah pukul sebelas malam.

Ia menghela nafas, lalu membuka pintunya perlahan. Alangkah terkejutnya saat ia melihat sang mama tersungkur dilantai akibat sang papa yang memukulnya dengan keras, lantas ia menghampiri sang mama.

"MAMA!" Teriaknya mendekati sang mama.

"Ansel." Ujar Marisa-mama Ansel dengan suara pelan.

Wanita itu mengelus pipi sang anak yang sudah dibasahi oleh air matanya.

"Kenapa mukul mama, HAH!" Sentak-nya pada sang papa, ia menatap marah pada pria itu.

"Kenapa?" Ujarnya tersenyum remeh. Lalu ia menjambak rambut gadis itu.

"Kamu tanya sama saya? Saya udah muak dengan mama kamu dan juga kamu!" Ujarnya meninggikan suara.

"Pa..s-sakit." Adu-nya merasakan sakit di bagian kepalanya.

Namun Kristian-papa Ansel semakin menarik rambut anak gadisnya itu. "Pa, stop pa!" Marisa berusaha agar sang suami tak menyiksa anaknya.

"DIAM KAMU!" Bentaknya, lalu menepis tangan sang istri kasar hingga Wanita itu kembali tersungkur.

"Ikut saya!" Kristian menggeret sang anak dan membawanya ke gudang bawah tanah.

"Pa, jangan siksa Ansel." Marisa mengejar sang suami dan mengikutinya ke arah gudang bawah tanah.

Kristian membanting tubuh Ansel dengan keras, hingga gadis itu meringis kesakitan.

"Ampun pa...hiks." Ujarnya terisak, ia melihat sang papa mengambil sebuah kayu yang ada di sana.

Marisa yang melihat sang suami akan memukul sang anak itu pergi menghalanginya.

Bug

Kayu itu mengenai punggung Marisa, wanita itu meringis kesakitan. "MAMA!" Teriak Ansel. Ia berusaha menyingkirkan sang mama, Ansel berusaha untuk melindungi wanita itu.

"Jangan sakiti mama, pa!" Ia memegang kaki sang papa, Ansel berusaha agar Kristian tak memukul sang mama lagi.

Bug

Berhenti memukul sang istri, justru pria itu memukul punggung sang anak gadisnya.

"Pa, s-stop!" Ujar Marisa yang saat ini tergeletak lemas, ia ingin menghentikan suaminya itu namun wanita itu tak memiliki tenaga sekali pun.

HAMASAH CINTA (END)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang