HC | 36

45.4K 2.4K 27
                                        

 

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

..... 

"Shadaqallahul Adzim...." Zira menutup mushaf Al-Quran lalu meletakkan kembali di atas nakas.

Hari ini Zira menunaikan sholat ashar dan membaca Al-Quran sendirian, karena sang suami ada urusan dengan ustadz Akthar di ruang asatidz. Setelah melipat mukenahnya dengan rapi, gadis itu keluar kamar untuk menemui Azizah dan juga Andina yang sudah lama mereka tak bertemu.

Karena kedua gadis itu yang sibuk dengan kuliahnya, serta Zira yang jarang keluar dari ndalem. Apalagi sejak satu minggu ini, entah mengapa tubuhnya mudah lelah.

"Assalamualaikum." Salam Zira memasuki kamar asrama yang dulu ia tempati.

"Waalaikumsalam, Zira!" Pekik Andina, gadis itu berlari kecil memeluk gadis yang sudah lama tidak bertemu dengannya.

"An, lepasin! Aku ga bisa nafas!" Ujar Zira, sebab Andina yang memeluknya terlalu kencang.

"Astagfirullah, afwan Zira." Ujar Andina melepaskan pelukannya, kemudian menyengir kuda.

"Zir, gimana kabarnya? Meskipun satu lingkungan, kita jadi jarang banget ketemu." Tanya Azizah.

"Alhamdulillah aku baik, Zah." Jawab Zira.

"Assalamualaikum." Suara itu mengalihkan perhatian ketiga gadis yang sedang temu kangen itu, mendapati gadis yang lebih muda dari mereka berdiri di ambang pintu.

"Waalaikumsalam." Jawab Ketiganya bersamaan.

"Eh, ada Ning Zira?" Ujar gadis itu, kemudian mendekat ke arah Zira.

"Ada apa Ning? Ada yang mau saya bantu?" Tanya gadis itu, Zira tidak mengetahui siapa gadis di depannya ini. Tetapi ia tidak asing dengan gadis itu, ia mencoba mengingat siapa dia?

"Ning masih ingat saya?" Tanya Gadis itu, karena melihat Ning-nya yang hanya diam tak menjawab pertanyaannya sebelumnya ia berpikir jika perempuan itu lupa dengannya.

"Saya Zafia, yang menawarkan bantuan di perpustakaan Ning." Ujar gadis itu tersenyum ke arah Zira.

"Astagfirullahal Adzim, aku baru inget. Kamu ngapain di sini?" Tanya Zira pada Zafia.

"Dia santriwati baru yang gantiin kamu di sini Zira." Ujar Azizah menjawab pertanyaan Zira yang ditujukan pada Zafia.

"Iya Ning, kamar saya di sini." Ujar Zafia, sedangkan Zira hanya mengangguk mengerti.

"Zir, besok kamu ada waktu ngga?" Tanya Andina pada Zira. Gadis itu berpikir sejenak,lalu mengangguk sebagai jawaban.

"Kita rencananya besok mau ke panti asuhan, sebenarnya ini kegiatan tiap tahun dari pesantren. Aku pikir kamu mau ikut?" Ujar Andina memberitahu.

"Kak Andina kok panggilnya cuma pakai nama sih? beliau kan Ning kita?" Tanya Zafia yang sedari tadi memperhatikan percakapan dua gadis itu.

"Gapapa Fia, dia itu temen aku. Aku juga lebih suka dipanggil nama aja, dibanding ada embel-embel Ningnya. Aku sama kalian itu sama, sama-sama santri meskipun cuma sebentar." Jawab Zira.

HAMASAH CINTA (END)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang