chapter 38

8.3K 629 5
                                        

Ares dan Aris saling menatap bingung apa lagi mendengar suara menggelegar Daddy nya dari dalam,entah apa yang membuat Daddy nya semurka itu tidak biasa nya pria itu memarahi para maid...

"Ada apa ??" Tanya seorang dari belakang mereka, membuat si kembar terperanjat kaget .

"Apaan sih bang bikin kaget aja." Sungut Aris mengelus dada nya.

"Kalian ngapain cuma berdiri di sini, gak masuk.??" Tanya cowok yang masih berpakaian kantor. "Ayo masuk" ajak nya. Lalu membuka pintu...

Praaannnggg

"Astagfirullah" kaget ketiga nya saat pecahan guci berserakan di depan kaki mereka.

Ketiga cowok itu menatap kaget dengan keadaan mansion mereka yang sudah berantakan,pecahan guci dan vas bunga ada di mana-mana juga meja kaca di ruang tamu sudah tidak berbentuk..

"Daddy ada apa ?? Kenapa Daddy mecahin barang.??" Tanya anak sulung nya.

Namun tidak ada jawaban dari pria itu dia hanya sibuk menelpon bawahan nya untuk memerintahkan mencari seseorang.

"Daddy.!!" Panggil Aris masih dalam kebingungan nya.

"Ara kabur" jawab rarendra singkat.

"Apa.!!"

"Ara kabur, kalian dengar dia kabur disaat Daddy tertidur entah kemana Daddy tidak tau,dia bersama siapa atau kemana Daddy tidak tau.!!" Ujar nya meracau sekali-kali menarik rambut nya kasar,dia bisa gila jika gadis itu tidak di temu kan...

"Kok bisa.?? Apa Daddy bertengkar lagi dengan nya.??" Tanya ares datar,namun hati nya tidak tenang...

"Iya... Dia tidak terima kamar nya di pindahkan kelantai atas maka nya dia kabur"

"Anak itu benar-benar" gumam Aris tak kalah khawatir nya, Roy keluar rumah hendak mencari Ara yang di susul oleh Aris sedang kan ares masih di tempat nya menatap Lamat sang Daddy..

"Kenapa.?? Kau tidak ikut mencari nya.??" Tanya Rendra mengerut kan dahi.

"Apa hanya itu alasan pergi nya nayara.?? Kenapa aku meragukan nya.??" Ucap ares menatap Rendra datar

"Kau tidak percaya.??"

"Nayara adalah gadis polos tapi tidak sebodoh itu,dia tidak akan kabur jika hanya masalah kamar di pindahkan... Daddy yakin tidak mau mengatakan kan semua nya.??" Tanya ares lagi dengan mata curiga.

Rendra terdiam seribu bahasa dia melupakan ares,cowok yang bisa membaca situasi apa pun dan dia tidak gampang percaya pada orang...

"Apa penjelasan ku tidak cukup meyakin kan.??" Tanya Rendra berwajah datar

"Aku bukan tidak yakin dengan penjelasan  anda,tapi aku tidak percaya dengan alasan Ara kabur dari rumah..." Jawab ares tak kalah datar nya.

"Jika terbukti bukan hanya itu alasan Ara pergi,aku tidak bisa menjamin Anda selamat" lanjut ares tajam.

"Kau mengancam ku.??"

Ares menghentikan langkah nya mendapat pertanyaan itu "anggap saja begitu"  lalu benar-benar pergi.

"Brengsek" desis nya.

🐾🐾🐾🐾🐾

Arya menarik nafas panjang sejenak ia menatap nampan yang ia bawa berisi makanan,ini yang ketiga kali nya namun tidak di terima oleh penghuni kamar itu entah apa lagi yang harus dia lakukan agar gadis mungil di kamar itu mau makan.

Ia membuka pintu dengan pelan pertama kali dia lihat adalah punggung kecil membelakangi pintu,gadis itu terus melamun tak ada canda tawa atau ucapan random lagi dari bibir cerry nya,gadis yang gemar ngemil kini tidak merespon apa pun yang ia bawa,gadis yang penuh keceriaan kini berwajah suram ia bisa maklumi hal yang menimpa nya,gadis mana yang terima jika di leceh kan oleh keluarga sendiri apa lagi orang yang di anggap ayah...

 Figuran Or ProtagonisTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang