1 bulan yang lalu
Ares berjalan gontai keluar dari pengadilan,wajah nya suram dan kuyuh mata yg semula tajam kini hanya menatap kosong kedepan,sejak nayara meninggal tanpa jasad Ares tidak pernah tenang,ia mencari jasad nayara di puing-puing bekas mobil meledak,namun tak ada satu jari pun di sana itu membuat nya semakin putus asa...
Ia tak perlu jasad utuh asalkan jejak nayara masih ada,Ares menengadah ke langit menatap awan mendung dengan di iringi rintik hujan yg mulai turun.
Seseorang menepuk bahu nya pelan "bang!"
Ares berbalik dan mendapati jika aris sudah ada di belakang,disana juga terdapat Andika dan yang lain,wajah mereka tak lebih buruk dari ares, wajah yg pucat,mata panda dan merah...
"Relakan Ara bang, dia juga gak bakal tenang kalo liat Abang kayak gini" ujar Aris menguatkan meski dirinya juga sama menderitanya.
Seketika mata Ares memerah ia menunduk sembari menggeleng ribut.
"Gak bisa,,, gue gak bisa" gumam Ares mulai berlinang,meski status mereka adik kakak namun perasaan Ares lebih dari itu terhadap nayara.
"Gue belum liat jasad nya,, g-gak mungkin gue bisa ngerelain dia!!" Bisik Ares dengan suara berat nya.
Yang berada di sana tidak bisa berbuat apa-apa karna mereka tak jauh beda dari Ares,termasuk Andika yang kini duduk diam di tangga gedung pengadilan itu,ia membelai boneka beruang lusuh milik nayara dengan lembut, boneka yang ia berikan di umur 6 tahun sudah sangat lama, ia tidak menyangka jika masih di simpan oleh Ara...
Ada beberapa jahitan di kedua tangan boneka itu,menandakan jika sempat putus tapi tetap saja Ara tidak mau menggantinya,senyum terbit di bibir Andika.
"Lo dimana Ra?? Liat boneka nya ikut sedih!!" Gumam Andika mengusap tetesan hujan di mata boneka itu.
Bara yang melihat kedua cowok itu hanya bisa menghela nafas berat,mengingat kebersamaan nya dengan Ara yg di bilang singkat membuat jantung nya sakit,Dimata nya nayara gadis yg periang,baik,dan polos,dalam waktu singkat pun dia sudah menyukai nayara meski pertemuan pertama mereka di bilang ekstrim...
Namun perasaan bara itu nyata,jika dia tau nayara dalam bahaya setiap hari,dari awal dia pasti akan membawa nya pergi jauh dari orang-orang di hadapan nya ini...
Bara menuruni tangga dengan perasaan tak menentu,ia sama sekali tak menoleh pada Ares dan yg lain nya,bara berencana ingin pergi dari kota agar bisa melupakan cinta pertama nya,nayara Agatha admaja.
"Gue tahu dimana keberadaan jasad nayara!?"
_______________
Ares,Aris,Andika,Arya,Aldian,Zico dan bara mereka duduk diam di sebuah ruang tamu,dihadapan mereka seorang cowok berperawakan mungil menunduk ngeri saat mata tajam mereka tertuju pada nya.
Sejak dia bilang kalo dia tahu keberadaan nayara dia langsung di bawa oleh mereka,sebenarnya ia juga tidak yakin tapi melihat kepurukan mereka dia jadi kasian.
Namun---
Nayara lo harus bayar kerusakan mental gue!!! Maki nya di dalam hati.
"Jadi,, nama Lo siapa??" Tanya bara memulai.
"E-eggy" jawab Eggy terbata-bata.
"Eggy??" Gumam Ares mengernyit.
"I-iya, itu nama yg di kasih nayara" jujur Eggy.
Braaakkk
Eggy terperanjat saat Andika memukul meja,mata nya menyalah marah sedang kan Eggy sudah gemetar takut.
KAMU SEDANG MEMBACA
Figuran Or Protagonis
FantasyNayara gugen aghata gadis cantik terkenal dengan sikap jutek nya, dia di kenal si mungil jenius tidak ada yang bisa menebak sikap gadis itu,namun dia bersikap gimana orang bersikap padanya... bagaimana jadinya jika gadis mungil nan jutek itu masuk k...
