chapter 48

6.3K 451 28
                                        

Hari terendah bagi nayara dimana dia harus kehilangan orang yang berusaha menyelamat kan nya,masih dia ingat disaat Roy sang kakak menatap nya penuh cinta dan ungkapan sayang sebelum nyawa nya melayang karna keserakahan ayah nya sendiri,nayara bersimpuh di pusaran makam sang kakak seraya memeluk batu nisan tertulis Roy Jensen admaja, harus nya Roy tidak pantas menyandang gelar bajingan itu,ayah yang jahat membunuh anak nya sendiri untuk kepentingan diri nya,bahkan hampir memperkosa putri nya...

Langit semakin kelam tetesan air dari langit seakan mengiring kepergian pemuda tampan itu,sekali lagi nayara mengucap kan kata maaf,meski hubungan mereka tidak baik sebelum nya namun Roy sudah menunjukan rasa menyesal dengan bersikap baik pada nayara.

Tidak berbeda jauh dengan nayara Aris juga tenggelam dalam kesedihan,mereka harus kehilangan keluarga sekaligus ayah juga kakak tertua,walau ayah nya bajingan setidak nya dia sudah membesar kan mereka berdua...

Ares menatap nanar pada 2 kuburan di hadapan nya,entah kenapa dia tidak merasa sedih saat kehilangan mereka berdua apa karna dia tidak terlalu dekat tapi yang jelas dia menyayang kan kematian Roy dia harus merenggang nyawa di tangan ayah angkat nya sendiri...

"Ara... ayo kita pulang" ucap ares lembut sambil mengusap bahu gadis yang masih menangis.

"Kak Roy.!" Gumam gadis itu.

"Bang Roy sudah tenang... Sudah saat nya Ara istirahat" ucapnya lagi dengan mengecup kepala gadis itu,memang saat ini nayara masih terguncang atas kejadian malam itu,dia masih butuh perawatan sikolog agar pulih lagi.

Masalah pembunuhan itu ares sudah mengurus semua nya bersama yang lain,agar nayara tidak masuk penjara mereka tidak mau gadis kesayangan mereka masuk penjara,lagi pula pria itu memang pantas untuk di bunuh jika bukan nayara yang bunuh maka ares lah yang akan membunuh nya.

"Ayo sayang.!!" Ajak nya dan menuntun tubuh nayara yang di ikuti Aris,ketiga nya menuju mobil milik keluarga admaja mungkin sekarang ares lah yang akan menerus kan perusahaan admaja mengingat Rendra adalah anak yatim piatu.

Mobil mewah itu berhenti di mansion admaja yang semakin suram karna di tinggal penghuni nya,nayara menatap mansion itu takut,bayangan dirinya di lecehkan kembali melintas membuat tubuh nya bergetar ketakutan,kaki nya seakan terpaku di bumi seakan enggan untuk melangkah suara bisikan Rendra terngiang di telinga nya.

"J-ja-jangan... Ara mo-mohon ja-jangaan" racau nya menutupi telinga nya.

"Apa kau merasa nikmat sayang"

"TIDAK... Jangan sentuh ara.!!" Jerit nayara.

"Ara.. Ara hey sadar lah... Aris panggil dokter Bily" perintah ares kepada adik kembaran nya yang menatap Ara khawatir.

"Cepetan" bentak ares sambil menggendong Ara yang masih memberontak.

Aris menelpon sikolog yang di tugas kan merawat Ara,setelah nya dia menyusul mereka kekamar nayara disana nayara masih tetap ketakutan dengan sekali-kali menjerit,kedua pemuda itu hanya bisa melihat dan menenangkan jujur mereka tidak tau apa yang terjadi sebelum nayara membunuh Daddy nya,karna sampai sekarang gadis itu tidak ingin bercerita tapi mereka dapat menyimpulkan jika Ara mendapat kan pelecehan karna melihat keadaan Daddy nya yang telanjang dan Ara yang penuh tanda cupang di sekujur tubuh nya atau mungkin gadis itu sudah di renggut keperawanan nya. Entah lah mereka tidak tau.

Tidak berapa lama dokter Bily datang lalu menyuntik kan obat penenang,hingga gadis itu tertidur dengan sekali bergumam.

"Jiwa nona terguncang dia akan mengalami depresi ringan untuk sementara... Jangan khawatir dia akan sembuh" ucap dokter Bily meyakin kan,dia ikut prihatin dengan anak kembar itu sudah di tinggal keluarga meninggal sekarang harus merawat adik perempuan nya yang drepesi...

 Figuran Or ProtagonisTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang