chapter 49

6.3K 446 9
                                        

Matahari pagi sudah menyingsing memasuki selah-selah gorden di kamar bernuansa keabuan,namun meski matahari sudah naik tak membangunkan dua insan yang masih tertidur sambil berpelukan,bahkan alarm di kamar itu juga tak bisa mengusik kedua nya.

Enghu

Mata terpejam itu pada akhir nya terbuka memperlihatkan netra keemasan,ia menggeliat untuk merenggangkan otot tubuh nya karna pegal,setelah nya ia menatap luar jendela dengan tatapan kosong,ia memijit kepala yang terasa berat dan pusing...

Cup

"Selamat pagi" sebuah ciuman mendarat di pipi nya,dimana seorang ares sudah bangun dengan senyum manis nya.

"Pagi juga" jawab nya tersenyum kecil.

"Gimana keadaan kamu.??" Tanya ares merubah kosa kata nya menjadi kamu,sedetik Ara tertegun mendengar suara lembut ares...

"Gue-

"Ra kalo kita berdua jangan lu-gue tapi aku-kamu.." potong ares cepat. "Kan seperti itu yang di ajarin bang Roy." Lanjut nya lembut.

Mata cantik Ara bergetar menatap wajah ares, ia benar dulu Roy pernah menyuruh nya untuk merubah panggilan mereka namun dengan bandel nya dia tidak menurut,entah kenapa ada rasa penyesalan di hati nya.

"Ara minta maaf... Karna Ara kak roy-

"Sstttt itu bukan salah Ara, bang Roy ngelakuin itu karna dia sayang sama Ara maka dari itu dia gak mikirin keselamatan nya." Hibur ares memeluk gadis itu.

"Jangan sedih lagi,aku yakin bang Roy juga gak mau Ara nangisin dia" ucapnya sekali lagi.

Cup

Ciuman kembali di terima Ara namun sekarang di bibir ranum nya,awalnya hanya menempel namun lama-lama menjadi lumatan lembut, cukup lama kedua nya berciuman hingga memutus kan untuk menyudahi nya.

"Ara harus siap kesekolah" ucap Ara seraya bangkit,ia memakai baju nya setelah dirasa rapi ia keluar meninggal kan ares yang masih terbengong.

"Apa yang sudah terjadi barusan!!" Gumam nya menutup wajah nya menggunakan tangan.

_____

"Ara.!"

Nayara menoleh ketika seseorang memanggil nya yang ternyata Aris Kakak ketiga nya,Aris mendekati nayara dengan mata bingung apa lagi melihat penampilan gadis itu yang sedikit berantakan,ada bercak merah di leher nya terlihat masih baru...

"Kok lu keluar dari kamar bang ares.??" Tanya Aris penasaran,ditambah tatapan gadis bermata keemasan itu terpancar keberanian sangat beda dengan tatapan nya dulu...

Ara melirik pintu kamar ares sebentar dan kembali menatap Aris yang masih penasaran.

"Semalam gue tidur sama ares" jawabnya mantap.

"Hah!!!"

"Kenapa emang nya?? Gak boleh gue tidur sama dia.??" Tanya nayara sambil melipat tangan ke dada.

Aris mengernyit melihat wajah angkuh nayara,Aris melihat nayara  seperti orang yang berbeda dengan yang kemaren.

"Kok lu bisa tidur sama bang ares.??"

Ara mendekat pada Aris dia menarik dasi cowok itu agar menunduk karna tinggi mereka sangat berbeda jauh.

"Karna gue butuh di puasinbisik nayara tersenyum miring melihat wajah kaget Aris..

"Gak usah kaget... Kek gini lah ajaran bokap lu sama gue!" Lanjut nya Merapi kan dasi Aris,lalu menjauh dari aris sebelum dia masuk kamar ia sempat berkedip genit pada Aris...

 Figuran Or ProtagonisTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang