"Ian!!!"
Cowok yang ingin masuk ke dalam gedung pengadilan menghentikan langkah nya,saat suara seorang gadis memanggil dari arah belakang disana sudah ada gadis mungil bersama 3 cowok bersama nya,gadis itu berlari kecil menghampiri Aldian.
"Ian" ucap gadis itu sembari memeluk Aldian erat.
"Ian gak apa-apa kan??" Tanya nya melepas pelukan mereka "Ian jangan sedih pasti bakal baik-baik aja kok,orang yang ngelaporin papa Ian pasti akan di tangkap" sambungnya menghibur.
Aldian tersenyum tipis melihat wajah nayara yang cemas.
"Gue gak apa-apa kok Ra,,, dan gue juga gak sedih" jawab Aldian membelai pipi nayara.
"Hah?? Kok bisa?? Hari ini persidangan papa Ian loh?" Ujarnya bingung.
"Karena gue yang ngelaporin nya" bisik Aldian tersenyum lebar.
Bagaikan petir disiang bolong bagi nayara mendengar pengakuan Aldian,setahu nya Aldian tidak punya keberanian untuk melakukan itu tapi sekarang Aldian dengan gagah berani melapor kan papa nya ke kantor polisi.
"Hhuuhhh,,, apa ini yang dinamakan definisi anak durhaka?" Ucap nayara menutup mulut nya dengan tangan.
Ia memang terkejut tapi sorot mata nya malah takjub...
"Kejahatan papa gue sudah seharus nya di hentikan,maka nya gue ngelakuin itu biar dia sadar" jelas Aldian lagi.
Nayara tetap diam dengan seribu pemikiran,kalo di ingat-ingat di novel papa Aldian juga mati di tangan anak nya sendiri,akibat selalu mengatur hidup Aldian dan sekarang takdir nya berubah karna nayara,bukan nya dia harus terima kasih pada dirinya karna sudah senang hati mengubah nasib Arfian itu 😂😂😂..
"Bagus Ian!!"
Keempat cowok di sana termasuk aldian melongok mendengar ucapan nayara,mereka tidak menyangka gadis itu malah bilang bagus dengan perbuatan Aldian yang menurut mereka jahat.
🔥🔥🔥🔥
Persidang pun berakhir dengan Arfian di penjarah selama 25 tahun karna khasus berlapis,sedangkan mama Julia di penjarah selama 7 tahun,nayara menatap setiap raut wajah Aldian yang datar namun sorot mata nya terdapat rasa kecewa,Ara ngerti perasaan Aldian anak mana yang tidak sedih melihat orang tua nya di penjara,namun ia tak bisa berbuat apa-apa jika mereka melakukan kejahatan,wajib kita lapor kan.
"Ian!" Panggil nayara setelah keluar dari kantor pengadilan.
"Gue gak apa-apa Ra!" Ucap Aldian sebelum di tanya Ara,tapi nayara emang mau menanyakan soal keadaan nya juga.
"Em"
Greb
"Eh??"
Tangan kekar merangkul bahu nayara erat,membuat gadis itu kaget serta menatap horor sang pelaku...
"Gimana kalo malam ini kita ngerayain hari dipenjara nya bokap Lo??" Saran Andika tengil.
Nayara menatap Andika melongo,ia tak habis pikir dengan pemikiran Andika.
"Agak Laen Lo ya,,, ini bukan masalah bokap Ian dapat penghargaan pake di rayain, tapi masalah di penjara ini,,, waras Lo??" Ucap nayara pedas ia menatap sinis Andika yang menatap nya polos
"Loh,,, kan kita ngerayain karna kejahatan bokap Aldian yang terungkap, itu kan merugikan orang lain jadi dengan tertangkap nya pak Arfian itu pencapaian yang luar biasa, wajar kita rayain" keukeuh Andika.
Nayara menggeleng pasrah, sedang kan yang lain menatap prihatin cowok bertindik itu.
"Kenapa??" Tanya Andika polos.
KAMU SEDANG MEMBACA
Figuran Or Protagonis
FantasyNayara gugen aghata gadis cantik terkenal dengan sikap jutek nya, dia di kenal si mungil jenius tidak ada yang bisa menebak sikap gadis itu,namun dia bersikap gimana orang bersikap padanya... bagaimana jadinya jika gadis mungil nan jutek itu masuk k...
