Nayara terdiam mencerna pengakuan Aldian,suasana yg hening kini mulai terasa dingin, nayara tau jika Aldian memang psikopat tapi dia gak berpikir jika Aldian akan membunuh orang, dengan enteng nya ia mengaku di hadapan nya.
"Hehehe Ian bohong kan?" Tanya nayara tertawa canggung.
"Gak Ra, aku gak bohong,,, aku memang membunuh keluarga meli" akuh nya lagi.
Sekali ini nayara melompat dari pangkuan Aldian,menatap nya tidak percaya iya dia memang syok mengetahui itu tapi kenapa??
"Kenapa Ian melakukan itu?" Tanya nayara ngegas.
Aldian berdiri dari duduk nya dan melangkah mendekati nayara,namun gadis itu menghindari tangan Aldian yang ingin meraih nya.
"Nay!!" Panggil Aldian sedikit kecewa.
"Kenapa?? Kenapa Aldian membunuh orang yang gak bersalah??" Tanya nayara sekali lagi, tentu saja nayara juga pernah membunuh orang tapi hanya orang yang bersalah saja yang dia bunuh,seperti Daddy atau Rasti dan pacarnya beberapa orang itu memang bersalah.
"Gak salah?? Dia udah jahat sama kamu Ra,dia udah buat kamu nangis" jawab Aldian gak terima dengan ucapan nayara.
"Tapi gak harus di bunuh Ian!!"
Setelah ucapan nayara habis pintu kamar Aldian terbuka,nayara menoleh menatap tamu yang baru datang,disana terlihat Andika dan Arya menatap mereka dalam diam.
Nayara melihat Andika berjalan cepat menghampiri cowok itu,ia memegang sisi jaket pemuda itu seraya mendongak.
"Dika bilang sama Ian kalo candaan dia tuh gak lucu" ucap nayara gak mau Nerima kenyataan,Andika hanya diam dia menatap nayara dalam begitu juga dengan Arya,kedua nya hanya diam menatap gadis itu.
"Dika ayo ngomong, dikaaa!! Huwaaaa" pada akhirnya gadis itu menangis karna tidak mendapat jawaban dari Andika,ia sangat menyayangi ketiga nya tapi dia gak mau mereka mengotori tangan mereka dengan darah,apa lagi Aldian dia gak suka cowok itu ngebunuh.
"Huwaaa, Dika jawab yang di bilang Ian itu bohong kan,huhuhu" ucap nayara dalam tangis ia memukul dada andika bertubi-tubi.
Andika memeluk tubuh gadis itu erat meski mendapat penolakan,ia tetap memeluk nayara hingga tangisan gadis itu terbenam dalam dada nya.
"Maafin kita nay!!" Bisik Andika "kita ngelakuin ini demi Lo!!" Lanjutnya.
________
Setelah sesi tangis menangis nayara disini lah mereka,diruang tamu apartemen milik Aldian,nayara masih tidak mau berdekatan dengan Aldian ia lebih memilih berdekatan dengan Arya,Aldian melihat itu hanya bisa pasrah saja meski ia ingin mendekat namun gadis itu akan menghindar...
"Ara!!" Panggil Aldian pelan namun tak di gubris oleh gadis itu.
"Gue punya alasan ngelakuin itu" lanjutnya.
"Apa alasan nya?? Kalo gak meyakin kan Ara gak akan bicara sama Ian lagi!" Ancam nayara yang masih memeluk lengan Arya.
Mendengar itu tentu saja Aldian sedikit kaget,percaya lah dari pada di cuekin nayara lebih baik dia keliling lapangan 100 putaran...
Aldian menarik nafas panjang ia mempersiapkan mental dulu sebelum menjelaskan,salah sedikit nayara akan mengacuhkan nya...
"Gue melakukan itu ingin merampas perusahaan keluarga meli" ujarnya mengawali cerita.
"Ian merampok??" Ucap nayara dengan wajah cemberut yang siap untuk menangis lagi...
"Bu-bukan lebih tepat nya merampas" koreksi Aldian gagap.
KAMU SEDANG MEMBACA
Figuran Or Protagonis
FantasíaNayara gugen aghata gadis cantik terkenal dengan sikap jutek nya, dia di kenal si mungil jenius tidak ada yang bisa menebak sikap gadis itu,namun dia bersikap gimana orang bersikap padanya... bagaimana jadinya jika gadis mungil nan jutek itu masuk k...
