chapter 46

6.3K 511 10
                                        

Sebuah ruangan di penuhi oleh alat-alat tajam dan senjata api dengan cahaya temaram,menambah aura menekan terdapat beberapa cowok berbaju hitam lengkap dengan bermacam senjata melekat di tubuh mereka,malam ini mereka sudah berniat untuk menghancurkan orang 'itu' mereka juga yakin orang yang di maksud sudah mencelakai gadis kesayangan mereka.

"Kalian siap.??" Tanya salah satu pemuda berwajah datar,6 cowok lain nya mengangguk mantap mata mereka menyorot penuh dendam...

Malam ini adalah malam terakhir bagi hidup orang itu,jika di biar kan hidup sampai kapan pun mereka tidak akan tenang,dengan persiapan yang cukup mereka pun keluar dari markas menaiki mobil dan menjauh dari sana..

Sedang kan di mansion admaja semua kekacauan yang terjadi sudah di beres kan,nayara masih menangis sesegukan saat melihat tubuh Roy tumbang dengan luka tembak di dada kiri nya,masih dia lihat tatapan cinta dari cowok itu dan ungkapan kasih sayang nya hingga tidak sadarkan diri...

Nayara duduk di pinggiran kasur di kamar Rendra menangis tiada henti,2 hari dia di kurung di sini juga sudah banyak usaha nya untuk kabur namun tetap saja tertangkap,tidak ada yang bisa dia lakukan hati nya masih khawatir terhadap kakak tiri nya yang sekarat,dia selamat atau tidak.??

"BUKA PINTU NYA,KELUARIN GUE BAJINGAN.!!"  Teriak nya mengedor pintu kamar namun tidak ada jawaban dari luar.

"Hiks.. hiks.. keluarin gue... Daddy keluarin Ara" ucap nya lemah,tidak lama dia berucap terdengar suara kunci yang di buka,setelah nya pintu besar itu terbuka beberapa maid masuk membawa semua peralatan mewah, juga menata kamar dengan cantik.

Ara Menatap pintu yang terbuka dengan cepat dia berlari kepintu namun 2 pria besar mengakses jalan nya.

"MINGGIR... GUE MAU KELUAR" jerit nya marah.

"Tuan tidak mengijinkan anda keluar dari kamar ini nona"

"PERSETAN DENGAN TUAN KALIAN,GUE MAU KELUAR MINGGIR" Ara menerobos namun tubuh mungil nya tidak mampu untuk mendorong kedua nya,seketika dia benci tubuh mungil nya.

"Jangan memberontak nayara" suara berat  membuat nayara berhenti teriak,kedua pria itu menyingkir memberi jalan bagi tuan nya.

"Dimana kak Roy??? Gue mau ketemu kak. Roy.!!"

"Jangan menyebut lelaki lain di depan ku sayang" ucap Rendra rendah.

"Jangan sentuh gue.. sialan" Ara menepis tangan Rendra dari dagu nya.

Rendra menekan amarah nya agar tidak menghukum gadisnya,ingin sekali dia mengajari bibir ranum itu sopan santun.

"Berhenti teriak,kau lihat para maid mempersiap kan malam indah kita" tunjuk nya.

Dikamar itu sudah ada meja putih serta 2 kursi tak tinggal ada bunga lili di vas kecil di atas nya,bukan hanya itu kasur juga di tata seindah mungkin sprey yang sudah di ganti,di atas bertabur bunga mawar merah seakan kamar pengantin baru.

Nayara menggeleng Daddy nya benar-benar berniat menjamah nya malam ini..

"Romantis kan sayang.?? Malam ini adalah malam terpanas yang akan kita lewati!" Bisik nya di sertai jilatan di telinga nayara.

Napas nayara memburu dia tidak bisa berdiam diri seperti ini,jika terus di biarkan maka kehormatan nya akan di ambil oleh orang bejad berstatus Daddy nya ini...

"Gak.... Gue gak mau... Biarin gue pergi gue gak mau.!!" Ara memberontak dari pelukan Rendra..

"Sssstttt... Sayang hentikan kalau kau seperti ini maka aku tidak akan bisa menunggu sampai malam!!" Desis nya di balik leher nayara...

Air mata gadis itu keluar dengan deras,dia tidak menyangka jika hidup nya akan seperti ini terlintas kenangan bersama keluarga di imajinasinya,dia kangen suasana hangat di sana dia rindu perhatian orang tua nya dia juga ingin merasakan pelukan hangat dari sang kakak,setiap tertidur dia berharap kembali bersama keluarga imajinasi nya namun nihil,seakan ada sesuatu menghalangi nya saat ingin masuk ke alam khayalan nya...

 Figuran Or ProtagonisTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang