"dari mana aja kamu??"
Ara menggaruk kepala yg tidak gatal ia meringis melihat tatapan tajam kedua kakaknya,sedangkan Ares menatap nayara datar tapi khawatir,waktu ia pulang kerja ia langsung kekamar nayara namun tak ia dapati kehadiran gadis itu,saat ia menanyakan sopir adik nya malah ia di buat kesal atas laporan nya,mengatakan jika nayara keluar rumah tanpa mengganti seragam yang lebih membuatnya marah gadis itu menghilang tanpa pengawalan.
"Jam berapa sekarang? Kenapa baru pulang?" Tanya Ares penuh penekanan.
"A-ara dari apartemen Aldian!!" Jawab Ara menatap kelain arah.
"Kamu tau ini jam berapa?"
"Iya tau"
"Terus kenapa baru pulang sekarang?"
"Ara main dulu sama Andika,Arya Aldian juga ada" jawab nayara cemberut.
"Main?? Kamu maen sama cowok sampai larut malam gini?"
"Emang kenapa sih, kami juga gak ngapa-ngapain kok"
"Mereka itu cowok semua Ara,cowok sama cewek gak boleh maen sampai larut gini" sahut Aris.
Nayara hanya diam ia tidak mau melihat kedua nya,ia kesal baru pulang malah udah di marahin.
"Mulai sekarang kamu gak boleh keluar rumah selama seminggu,itu hukuman buat kamu" ujar Ares mutlak yang tentu saja membuat Ara gak terima.
"Terus sekolah Ara Gimana?" Tanya nayara.
"Aris yang bakal ngasih pelajaran sama kamu tiap hari"
"Gak bisa dong,Ara gak mau, pokok nya Ara gak mau di hukum kayak gitu" tolak nayara kesal,kalo dia di hukum terus Ara gak bisa ketemu Aldian lagi dong???
"Satu lagi selama seminggu,kamu dilarang ketemu Aldian atau yang lain nya!!!" Ares pun pergi kekamarnya setelah mengatakan itu.
"HAH??? KAK ARES GAK BOLEH SEENAKNYA DONG,ARA GAK BISA GAK KETEMU ALDIAN,,,, KAK, KAK ARES" jerit nayara mengejar cowok itu sampai kekamar namun Ares sudah mengunci nya.
"KAK AREEESS,, CABUT GAK HUKUMAN NYA?? KALO GAK ARA HANCURIN NIH PINTU?" Ancam nayara yang tak mendapat jawaban.
Ares yang di dalam hanya bisa menggeleng mendengar ancaman nayara,Naya yang mungil,kecil memang memiliki kekuatan untuk menghancurkan pintu,tidak bisa di percaya.
"Kakak buka gak?? Oh beneran ya Ara dobrak nih pintu!?" Ujar nya menggedor...
Gy ancurin nih pintu sekarang.
Ogah, ngapain gue ngelakuin itu orang Lo emang salah kok,yaa pantes lah Lo di hukum.
Sialan,, Lo di pihak siapa sih sebenarnya??
Gue di pihak yang benar jadi gak usah di tanya....
Anjiing
Gue rubah, BTW
😤😤😤😤😤😤
Paginya nayara bangun jam 8 karna hari ini hari pertama hukuman nya dari Ares,sejak cowok itu menjabat sebagai CEO sekaligus wali Naya juga Aris,cowok itu kini menjadi keras dalam mendisiplinkan kan kedua nya,seperti sekarang nayara mau tidak mau harus menurut di hukum sedang kan Aris ikutan tidak sekolah,agar bisa mengawasi Ara ia memilih sekolah online begitu juga Ares,cowok itu memilih kerja di rumah sebagai pengawas bagi Ara jadi nayara gak bisa berkutik lagi...
Nayara turun tangga dengan masih memakai piyama celana pendek,membuat aura gadis itu semakin mencuat siapa pun yang melihat akan menahan nafas berkat kecantikan nya,kaki mungil Ara ia hentakkan sebagai protes kepada kakaknya yang kini sudah berada di meja makan.
Kedua cowok itu hanya menggeleng saat melihat wajah Naya yang masih cemberut,mereka yakin nayara juga senang ia tidak sekolah,secara mereka tau,gadis mungil itu paling suka bolos di sekolah saja dia sering ilang-ilangan sama Andika...
"Ayo Ra sarapan" ajak Aris mengoles roti tawar dengan selai.
Nayara melengos menuju ruang tamu yang tak jauh dari ruang makan,namun masih terlihat,mendapat sikap acuh Naya Aris cuma tersenyum tipis begitu juga Ares.
Nayara menyalakan tv dengan volume keras,di sana menampilkan berita terkini tentang salah satu rumah sakit,tak lupa wajah seseorang yang nampak familiar di mata nayara.
"Kak!! Kak Ares sini" panggil Ara dari ruang tamu.
"Apa"
Ares berjalan membawa roti dan susu coklat,ia berjalan santai menuju nayara yang masih menyimak berita di tv...
"Itu papa nya Aldian kan??" Tanya nayara menatap Ares,cowok itu duduk di samping nayara ia menyerahkan roti dan susu.
"Iya" jawab Ares santai,ia mengikat rambut halus nayara agar tidak berantakan.
"Kok dia bisa terlibat kasus korupsi?" Tanya nayara menatap Ares bingung,cowok itu hanya mengangkat bahu acuh tak acuh lalu beralih mencium pipi nayara gemas.
"Iihhkk menjauh dulu" dorong nayara kesal,ia kembali menyimak berita di tv...
Disana menampilkan papa Aldian yaitu Arfian dengan tangan terborgol, dia di jadikan tersangka korupsi dan pencurian organ tubuh manusia,ada juga beberapa wanita yang Ara yakini adalah suster nya juga terlibat dalam kasus Arfian.
"Itu ibu nya Julia" ucap Ares tiba-tiba,nayara mendengar nya kaget ia menatap Ares yang kini sedang bersandar di sofa,mata elang cowok itu juga melirik nayara dalam diam.
"Dari mana kakak tau?" Tanya nayara penasaran.
"Gak ada yang gak aku tau Ra!"
"Sombong" cibir nayara.
Ares terkekeh gemas ia mengecup pipi nayara sekilas "ibunya Julia itu asisten Arfian,sekaligus selingkuhan nya"
Nayara terdiam ia ingat Eggy pernah bilang kalo ibu Julia berselingkuh dengan papa Aldian,dan sejak itu juga kehidupan Aldian bak neraka...
"Ini perbuatan kakak kan?" Tanya nayara memicingkan matanya.
"Gak tuh" jawab Ares santai.
"Bohong,,, ini pasti ulah kakak" tuding nayara kembali.
"Hahaha Ara ara, kok kamu bisa nebak gitu sih sayang?"
"Yaaahh... Bisa aja kan ini perbuatan kak Ares" jawab nayara.
Sekali lagi wajah imut Ara di hujani ciuman dari Ares,membuat gadis itu risih sekaligus kesal.
"Alasannya?"
Naya menatap Ares yang kini juga menatap nya.
"Gak usah bertele-tele,tinggal ngaku aja susah amat sih,,, Ara masih inget ya pas kak Ares ngancem tuh orang di sekolahan, makanya Ara nanya" jelas Ara mulai jengah.
Ares tersenyum lebar mendengar perkataan nayara "kalo iya kenapa?? Ara mau balik marah gitu??"
"Gak sih"
"Mereka udah jahat sama Ara, kakak tuh masih gak terima Julia nampar Ara di toilet waktu itu,kalo bisa kakak bunuh,, cuma kematian cukup enak buat mereka" ucap Ares dingin.
"Iya ya terserah kakak, tapi besok boleh ya Ara ketemu Ian soal nya pasti dia sedih banget denger papa nya di penjara,, boleh ya??" Pinta nayara memelas.
Ares tersenyum manis ia menggenggam tangan Ara lalu mencium nya,sedetik kemudian senyum manis itu menghilang di ganti kan wajah datar.
"Enggak"
"Ciih🙄🙄"
🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️
KAMU SEDANG MEMBACA
Figuran Or Protagonis
FantasíaNayara gugen aghata gadis cantik terkenal dengan sikap jutek nya, dia di kenal si mungil jenius tidak ada yang bisa menebak sikap gadis itu,namun dia bersikap gimana orang bersikap padanya... bagaimana jadinya jika gadis mungil nan jutek itu masuk k...
