chapter 68

2.8K 120 29
                                        

"serius deh nay, hari ini Lo cakep banget sumpah!!" Astuti kembali mengutarakan pemikiran nya,menurut Tuti nayara bener-bener cantik sangat beda di hari sebelum nya.

"Lo liat anak-anak kelas kita terutama cowok,dari tadi mereka lirik-lirik Lo muluk tau" sambungnya.

Nayara menatap siswa/i di sana dan benar saja mereka melirik nya di sertai wajah merona.

Apa iya daya tarik gue kebawa sini?? Pikir nayara.

"Bilang sama gue, Lo pake susuk dimana sih?? sumpah manjur banget" ujar Tuti penasaran...

"Apaan sih,siapa juga yg pake susuk" kesal naya.

"Bohong, Lo emang gak mau kan kasih tau gue?" Sewotnya.

Naya memutar mata nya malas mau gimana pun ia menyangkal tuti gak akan percaya,ia tau tabiat sahabat nya itu gak akan mudah percaya sama orang.

"Terserah Lo"

Jam pelajaran pun segera di mulai,nayara menatap soal-soal di papan tulis ia cukup kaget karna ia seakan mudah mengetahui jawaban nya,seingatnya ia adalah murid bodoh di kelas? Lagi-lagi ia memikirkan mimpi waktu bersama Eggi,apa itu bukan mimpi? Tapi kenapa kepintaran serta daya tarik nya sampai ke dunia nyata?

Eggy pernah bilang kalo keluarga nya hanya di dalam alam sadar saja,apa sekarang dia sedang berada di dalam mimpi? Atau kah khayalan??

Bagaimana dengan kakak nya alvino? sahabat nya Astuti? Apa mereka cuma bayangan??

Tanpa sadar Naya mencubit lengan Tuti yg sedang menulis.

"ANJIIIRR" teriak Tuti meringis.

"Apa maksud kamu Tuti??" Tanya guru menatap gadis itu dengan wajah garang.

Astuti meringis malu ia mendelik pada nayara yang hanya menampilkan wajah tanpa dosa,ingin sekali ia memukul wajah lempeng nayara.

"M-maaf madam, saya hanya kaget!" Jawab Tuti takut.

"Kamu menyepelekan pelajaran saya?" Tuduhnya.

"Ti-tidak madam!"

"Sekarang kamu berdiri di luar sampai jam pelajaran saya selesai!" Perintah guru itu kesal.

Tuti cemberut ia bangkit dari duduk nya dengan sebal,jika ia harus di hukum dengan kesalahan yg bukan ia lakukan maka ada yg harus menemani nya kan?

"Madam tadi saya kaget karna nayara yg menjahili saya, bisa gak dia ikut keluar dengan saya?" Lapor Tuti tersenyum miring melihat mata melotot Naya.

"Bu-

"Nayara kamu ikut keluar" potong guru itu sebelum nayara membantah.

"Tapi madam saya-

"Keluar atau hukuman kalian saya tambah?"

Nayara bangkit dari duduk dengan raut wajah kesal,ingin ia tendang bokong Tuti saat ini juga tapi ia tidak cukup berani melakukan itu,apa lagi di saat jam pelajaran madam Rena.

"Lo kalo mau susah jangan bawa-bawa gue blog!!" Sungut Naya setelah mereka di luar.

"Yang mulai elo ya,,, ngapain coba cubit-cubit gue kan kaget jadi nya!!" Balas Tuti gak terima.

"Kaget Lo tuh aneh, pake ngumpat segala kebiasaan sejak orok sih,,, kalo anak gak pernah imunisasi ya gini jadi nya!!" Dumel nayara bersandar pada tembok.

"Anjiiirr mulut Lo makin kesini makin lemes,,, Lo ngapain sih cubit gue tadi?" Tanya Tuti ikut bersandar.

Nayara menghela napas panjang,banyak yg harus ia pikirkan apa lagi masalah yg berada di luar nalar.

 Figuran Or ProtagonisTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang