4

139 4 0
                                        

Helm itu dari tangannya. Menyuruh ku segera naik di sepedanya. Tanpa berpikir panjang aku naik dibonceng oleh orang tidak dikenal. Dengan kencang ia menancapkan gas sampai di depan rumah ku yang ternyata tidak hujan. Segera turun dan memberikan helm nya. Sebelum ia pergi aku langsung melontarkan pertanyaan.

"Kenalin nama aku Ira, boleh tau nama kamu siapa? Terus ngapain selalu nyipratin genangan air ke aku?" Ira tak disangka bicara begitu kan pasti jawabannya gak sengaja.

"Nama gue Gauravi Nara hal itu emang gue sengaja because jalanan itu bukan untuk pejalan kaki" pergi melajukan motornya.

Makasih heii.....teriakan ku. Jawaban dia ternyata berbeda memang benar jalanan itu bukan buat pejalan kaki. Sekali kali jalan kaki di pinggir jalan raya. Ira gak marah lagi seneng karena.....alasannya pikir sendiri readers.

✨✨
Tin tung....ting tung...bel rumah

Kelamaan gak dibukain kebuka sendiri. Orang orang pada kemana sepi amat. Kalau sepi gini enak tentram nyaman dari pada liat wajah mama papa jadi suram. Pesan chat dari mama dia pulang malam karena ke rumah mama Zac. Bagus lah pergi nya lama mau bersih bersih dulu baru tidur.

"Ravi makasih support nya buat aku lebih baik lagi orang tuaku berubah sekarang kita bahagia banget" bicara ku serius ke Gauravi.

"Sama sama Ra dari awal kita ketemu kamu bukan orang asing, sebenarnya aku....." Gauravi. Tangannya ditarik seseorang secara paksa hingga menjauh dari Ira.

"Gauravi....." Teriakku.
Astaga cuma mimpi aku kira beneran kok mimpi dia ih.....baru pertama ketemu Ravi kayak gak asing. Aura aura dia itu keliatan nyaman positif. Ira stop mikirin dia. Pasti lupa baca doa tidur jadi mimpi ngawur.

✨✨
Pagi awan cerah

"Ra pagi gimana sekolah kamu nyaman?" Tidak biasa papa bertanya.

"Pagi pa biasa aja" sautku halus.

Papa bertanya menekankan keingin taunya bagaimana keadaan ku. Seakan akan mereka tersadar atas perlakuannya itu. Terpaksa aku berbicara ini mungkin waktu yang tepat. Terulang lagi papa mengangkat telpon hangus sudah harapanku. Aku bergegas berangkat sekolah diantar pak Andi.

✨✨
Depan gerbang sekolah

Berjalan menuju taman disana geng bebas telah menunggu. Setelah aku duduk mereka cerita kalau Larisso mau berdamai secara sehat. Heran cewek songong itu mau berdamai. Jam 3 sore kita bertemu di lorong kelas.

Kring.....kring..... bunyi bel masuk

Kelucuan terjadi saat pembelajaran berlangsung. Jay tidak sengaja berteriak saat wali kelas datang.

"Semuanya tolong diam, Jay kenapa kamu berteriak" ibu wali kelas.

"Tidak apa apa bu tadi ada kucing berenang lewat hp" tanpa sadar.

"Jay bisa saja tunggu sebentar kamu tidak gosok gigi itu ada sayur nyelip?" Ucap wali kelas yang kepo.

"Maaf ibu salah saya baru makan sayur tiga hari lalu tadi pagi saya makan telur sosis bu" Jay polos.

1 kelas kami tertawa melihat drama Jay dan Ibu guru satu frekuensi. Beruntung wali kelas kita bukan singa. Kalau singa Jay telah masuk di perutnya. Bu guru ikut tertawa sambil mengarahkan spidol ke arah Jay. Seketika 1 kelas terdiam hanya ibu guru yang tertawa.

Jam 3 sore pulang sekolah

Geng Larissa mengarah ke geng bebas. Tidak basa basi ia meminta maaf kepada kami. Lagaknya tidak ikhlas kemudian kami sebaliknya meminta maaf. Tak lupa Ira menyiapkan es cream 2x lipat kepada Larissa sebagai pengganti es cream terjatuh. Mata Larissa menatap lagi ke suatu sudut ruangan disana ada Zac apa dia yang membuat Larissa takut. Semuanya beres selesai berjalan pulang ke arah masing masing. Aku disamperin sama Zac dan Megumi.

"Ira kamu bisa ikut kita ke ruangan organisasi ada hal penting" Megumi telihat serius.

"Baik kak" aku berjalan mengikuti.

Sampai ruangan mereka menatapku datar ku kira pertanyaan nya mengarah pada kepribadianku ternyata salah. Mereka bertanya tentang pertemuanku dengan Gauravi. Kenapa mereka bisa tahu Ravi dan layaknya kenal.

"Iya memangnya kenapa?" tanyaku cepat.

"Ra dia itu kakaknya Megumi beda 1 tahun. Dia pindah sekolah di sini dari awal masa perkenalan gue harap lo bersikap baik sama dia. Jabatan dia jadi ketua organisasi." Zac.

"Aku tahu karena Ravi ngasih oleh oleh sebagai tanda minta maaf ke kamu" Megumi mengulurkan hadiah itu ke aku.

✨✨
Turun dari mobil segera masuk rumah karena hujan. Mama menatapku heran apa yang aku bawa.  Segera ke kamar tidur selesai bersih bersih teringat hadiah dari Ravi. Paper bag itu terdapat jas hujan lalu terselip kartu yang isi nya "selalu pakai jas hujan biar lo gak terkena genangan air saat gue lewat" Gauravi. Besok bakal aku bikin perhitungan sama dia.

Makan malam di meja makan

"Ra kamu makan gih terus kita jalan jalan biar pikiran kamu fresh and jangan banyak tanya" mama menatap tersenyum pada papa.

Dari pagi tadi semua orang apa sudah berubah. Jarang mama papa ngajakin jalan jalan. Mereka tau kali aku suntuk hari ini. Selesai makan ganti baju rapi buat ikut jalan jalan.

Sret....sret.....mobil berhenti di depan rumah mewah.

Rumah siapa ini besar gak kalah dari rumah aku. Saat bertanya mama malah bilang udah kamu diem masuk ini itu rumah sahabat dekatnya papa dari kecil. Nanti kamu tahu sendiri. Di depan kita di sambut oleh art mereka.

"Assalamualaikum......" papa salam berjalan masuk.

"Waalaikumsalam...apa kabar bro" teman papa.

Kita duduk bapak itu sudah tau tentang keluarga papa tanpa perkenalan sambil berbincang. Keluarga bapak itu keluar ternyata Megumi dan Gauravi adalah anak dari orang itu. Papa langsung menyambut mereka seperti kenal lama. Megumi bilang bahwa kita teman dekat di sekolah di bawa lah aku ke taman untuk cerita cerita. Gauravi mengikuti kita mungkin suntuk ikut pembicaraan orang tua.

"Ra maaf kakak aku ikut nimbrung, btw kamu di kasih apa sama dia" Megumi bernada lembut setelah aku tersenyum tidak papa.

"Kak maksudnya apa ngasih itu?" Ananda Irana Negara.

"Biar lo ga kena sial terus marah marah dan gue yang repot, udah hm?"
Gauravi Nara.

Emang dia berniat karena aku selalu kena sial di pinggir jalan ya itung itung buat jaga jaga. Dia sangat menguji kesabaranku. Gak mungkin bertengkar di depan Megumi yang terkejut bingung. Minimal aku merubah suasana di saat itu. Waktu makin larut malam aku pulang.

Saat sampai di rumah tepatnya di kamar Megumi chat besok mulai waktu sibuk buat anak organisasi karena akan ada acara besar di sekolah. Pulang telat 2 jam setelah pulang sekolah.

✨✨
Hari senin tepat 1 minggu lebih sekolah.

Upacara bendera dilakukan seperti biasa dan pembelajaran berjalan lancar. Beraneka macam guru mengajar di kelas kami. Jika ditanya guru favorite ku jelas semuanya. Guru pendidik tanpa tanda jasa.

"Ira..... ikut yok ke restauran sebelah biasa"Vano mengajak ku.

"Maaf akhir akhir ini aku sibuk di organisasi mau ada acara" ujar ku.

Mereka mengangguk memahami apa yang aku rasakan. Firasat ku tidak enak setelah melihat mereka berjalan menjauh. Entah kenapa apa karena aku belum memberi tahu mereka keadaan ku. Key terlihat diam saja hari ini.....

Jangan aneh sama bahasa nya maaf jika ada kesalahan....
Like comment and vote guys. Gak maksa.
Jangan bosan buat ikuti ceritanya biar up nya rutin.
Happy Reading Guys

ABHIPRAYA [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang