✨✨
Saat Ira mendekat orang tersebut menjauh berlari. Dengan kecepatannya Ira juga ikut mengejar tapi alhasil ia terjatuh sangat keras.
Jidatnya terbentur batu lain hingga mengeluarkan darah akibat batu yang tidak sengaja terinjak. Dirinya kembali menatap ke depan orang tersebut berhenti tapi berada di kejauhan.
Terlihat beberapa pemuda menghampiri orang tersebut. Ira menggeleng menghilangkan kegelapan yang akan menghampirinya, dia berpikir apa benar jika ini faktanya. Orang tersebut memang orang terdekatnya tapi apa motif dia melakukan hal tersebut. Ira sangat bingung ia tidak bisa mencerna kejadian detik ini.
Hingga sampai di titik ia ingin kembali bangkit tapi sebuah benda tumpul dipukulkan ke punggungnya. Malam ini kegelapan menyelimuti dirinya tidak tahu apa yang terjadi setelahnya. Seakan alam tidak berpihak kepada dirinya sedikit saja hanya untuk melihat siapa orang tersebut sebenarnya.
✨✨
Sudah dua hari ini Ira tidak kembali pulang. Berita mengenai dirinya tersebar dimana-mana. Bukan berita hilangnya tapi mengenai kematiannya.
Setelah kejadian malam itu paginya di temukan jasad seorang gadis dalam keadaan telungkup dengan ciri-ciri sama seperti baju yang Ira kenakan terakhir kalinya. Wajahnya terlihat banyak darah akibat pendarahan yang mengalir dari jidatnya.
Orang terdekatnya tidak menyangka jika seorang anak semata wayang keluarga Negara meninggal dalam keadaan tragis. Belum diketahui apa penyebab meninggalnya. Bukti yang masih ditemukan saat ini adalah sebuah gantungan kunci yang dibawa Ira.
Sahabatnya Key, Ana, Vano, dan Jay tidak menyangka jika sang sahabat harus pergi secepat ini.
Vano orang yang paling merasa bersalah sebelumnya hubungannya dengan Ira sempat merenggang karena salah paham. Terutama Key ia paling terpukul karena terakhir kali bertemu, Ira sempat mengucapkan kalimat yang mengisyaratkan
"Iya janji! Kalo suatu saat aku gak kesini gimana?".
Sungguh jika tahu begini Key tidak ada tidur kemarin dan tidak akan membolehkan Ira untuk pulang.
Orang tua Ira tidak percaya mereka yakin bahwa anaknya masih hidup. Bi Imah dan Joko menghadiri pengajian malam ini.
Keluarga Megumi tidak ikut hadir karena mereka berada di luar negeri. Sedangkan, Zac dan mamanya tiba-tiba berangkat ke luar kota karena urusan bisnis sehingga tidak bisa menghadiri pemakaman Ira.
Tidak ada yang tahu mengenai gantungan kunci kecuali Ana. Tampaknya ia tidak begitu asing dengan kata gantungan kunci atau semacam hadiah yang pernah Ira katakan kepadanya. Dirinya memilih menutup mulut sebelum benar-benar ingat dengan jelas.
"Bi Imah" Mama Ira menangis sejadi-jadinya beliau tidak menyangka jika anaknya pergi begitu cepat.
Bi Imah memeluk dengan erat juga menenangkan. Memang sangat berat apalagi keadaan keluarga Ira tidak seperti dulu yang bisnisnya berkembang dimana-mana.
Kehancuran mungkin bisa mendefinisikan keluarganya saat ini jika dinilai dari perspektifnya orang lain. Beberapa orang menyayangkan dan merasa kasihan. Ada juga sebagian yang senang karena tidak lama lagi bisnis tersebut diperebutkan jatuh ke tangan siapa.
✨✨
Tiga hari terlewati dengan duka yang masih melekat. Sebuah rumah mewah tertutup rapat. Terdapat informasi di depannya dengan tulisan disita pihak bank.
Sungguh memilukan, jika ditanya sang pemilik rumah kemana jawabannya sebagian orang tidak ada yang tahu.
Ternyata mereka berada di sebuah desa yang jalannya harus jalan kaki jika melewati gang tikus. Sudah bisa di tebak jika di rumah Bi Imah.
KAMU SEDANG MEMBACA
ABHIPRAYA [END]
Fiksi Remaja-cerita pertama aku- ✨✨✨ Bagaimana jika tidak seorangpun mengerti kita. Apa dunia terlalu kejam atau kita yang terlalu berlebihan dalam menghadapinya. Ananda Irana Negara duduk di bangku sma dengan kata keterpaksaan dari orang tuanya. Hidup nya te...
![ABHIPRAYA [END]](https://img.wattpad.com/cover/330944687-64-k124949.jpg)