#21 Hari Pernikahan

25 2 0
                                        

Part yang paling baper, nulisnya sambil ngehalu. Hehe, bacanya sambil ngehalu juga ya.
Temenin author baper...

Selamat membaca.

*

Atifa menatap wajahnya di cermin, wajah yang tidak lagi bersih tanpa hiasan, wajah yang tidak lagi lugu, karena sebentar lagi akan menyandang status baru. Riasan make flawless menjadi pilihan Atifa, untuk hari spesial yang dinantikan semua orang. Perpaduan warna yang berputar pada warna matte dan terang, membuat tampilan ringan di wajah Atifa.

Atifa menyukai make up ini karena tampilan mata yang smokey eyes atau menonjol, sehingga memberi kesan menarik pada wajah. Memakai bulu mata yang tidak terlalu tebal dan di beri sedikit pulasan eye shadow dengan warna lembut namun tegas. Untuk bagian bibir Atifa menggunakan warna yang berkilau, membuat penampilan Atifa terkesan segar, namun tidak memberi kesan yang berlebihan.

Konsep make up ini sudah disesuaikan dengan gaun pengantin yang sederhana namun elegan, sehingga menjadi perpaduan yang sangat indah. Atifa sendiri memang tidak mengerti soal make up, karena tidak biasa make up, menurutnya bedak bayi dan lipstik saja sudah cukup. Ini semua ide Vanesha yang mengatur konsep riasan wajah pada sahabatnya ini, Vanesha sampai membawa tim perias wajah yang biasa digunakan keluarganya.

"Coba lihat, pengantin kita sangat cantik hari ini," kagum Vanesha, saat melihat hasil dari riasan wajah Atifa.

"Apa si, jangan terlalu berlebihan deh," henti Atifa tersipu malu.

Vanesha memuji Atifa, saat para perias wajah masih merapikan hasil riasan wajahnya, "Tapi Eca bener, kamu pengantin tercantik yang pernah kami riasi."

Para perias malah ikut memuji Atifa, membuat Atifa salah tingkah seketika, "Apa benar begitu? aku harap itu bukan cuma nyemangatin aku aja,"

Perias itu tertawa, "Kamu pasti gugup banget kan? Sampai gak bisa nerima pujian dari kita."

Vanesha lantas merangkul sahabatnya itu lembut, "Kamu gak perlu gugup Atifa, aku yakin ka Farhan pasti langsung terpesona sama kecantikan kamu. Sehingga dia gak bisa melirik wanita lain selain kamu,"

Perkataan Vanesha sungguh tidak masuk akal, karena Atifa sendiri tidak pernah mendengar calon suaminya itu memuji parasnya. Yang selama ini Farhan puji, hanyalah sikap Atifa yang tidak bisa ia mengerti. Dan ya, Farhan emang tau apa soal perasaan. Hatinya saja begitu dingin, pasti Farhan juga tidak mengerti tentang romantis kepada pasangan.

"Cukup Vanesha, aku jadi makin gugup nih," pinta Atifa.

Seisi ruangan langsung berubah menjadi lautan tawa, karena berhasil membuat pengantin wanita ini tersipu malu.

"Masya Allah," teriak heboh seseorang, yang baru saja memasuki ruang make up.

Dan ya, sosok itu adalah mama yang datang bersamaan dengan sosok wanita yang akan menjadi mertua Atifa kelak. Beliau orang yang memiliki kasih sayang yang sangat tulus, berkat merekalah Atifa sudah seperti seorang anak yang paling bahagia di dunia ini. Mendapat kasih sayang dari dua orang ibu secara bersamaan, itu bak nikmat yang amat disyukuri bagi seorang anak.

"Apa ini putri Tante?" tanya mamah lebay, kepada Vanesha.

"Wanita cantik ini memang putri Tante," timpal Vanesha ikut lebay.

"Gimana, pilihan aku ini bagus kan?" tanya Vanesha, bertanya pada mamah Atifa.

"Sangat bagus," puji mamah.

Vanesha dibuat melayang dengan pujian yang dilayangkan mamahnya sendiri, membuat tangan jahil Atifa memukul lembut tangan Vanesha. Atifa sudah sangat gugup, ditambah lagi dengan kedatangan dua orang wanita ini semakin membuat perasaan Atifa bercampur aduk.

Tafsir CintaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang