#22 Memberi Rasa Nyaman

24 3 0
                                        

Perlahan, kalimat pujian mulai di ucapkan. Ragu yang sempat melanda, mulai memudar.

*

*

Setelah tibanya di rumah, Farhan langsung mengajak Atifa masuk ke dalam kamar. Mengingat kondisi mereka berdua yang sangat lelah, hingga rasanya harus segera tidur lelap. Saat membuka pintu, mereka berdua dikejutkan dengan penampakan kamar yang sudah dihias untuk ditiduri pengantin baru ini. Kelopak bunga mawar berbentuk love di atas kasur, serta dua bebek saling berhadapan yang dibuat dengan selimut.

Aroma mawar semerbak mengharumi ruangan ini, seketika kamar Farhan berubah menjadi tempat yang sangat wangi. Manik mata polos Farhan melirik isterinya, yang sama terkejutnya dengan dirinya. Tatapan mata Atifa tertuju pada ranjang berhias bunga, pikiran Atifa langsung dapat dimengerti oleh Farhan. Ini adalah malam pertama mereka, tidur bersama dalam satu kamar yang sama.

Farhan berjalan meletakkan tas Atifa di atas meja, lalu setelahnya ia membuka kancing bajunya. Farhan seakan lupa, ada sosok yang sedang bersamanya saat ini. Saat teringat, Farhan membalikkan badannya melihat istrinya yang sedang menutup mata.

"Ganti pakaian kamu dulu sana," perintah Farhan, manik matanya menyorot pintu kamar mandi.

Farhan juga baru teringat satu hal, bahwa istrinya ini pernah tidur di kamarnya. Jadi setidaknya Atifa pasti sudah tau, isi dari kamar Farhan ini.

"Iya," nurut Atifa, lalu masuk ke dalam kamar mandi.

Farhan lantas membuka baju pengantinnya, lalu menggantinya dengan pakaian tidur. Setelahnya, Farhan tidak suka sekali melihat penampakkan kamarnya saat ini, alih-alih menikmatinya Farhan malah membersihkannya, hingga hanya tersisa bantal dan selimut di atas ranjang tidurnya.

Karena Atifa perlu membersihkan dirinya dahulu, Farhan berinisiatif menunggu Atifa sembari duduk di bangku yang berada tidak jauh dari tempat tidurnya, lalu membuka handphone miliknya. Sudah banyak notif yang perlu Farhan buka dan balas, sehingga membutuhkan banyak waktu untuk memeriksanya.

***

Atifa sangat terkejut, dengan aksi Farhan yang hendak membuka bajunya, di hadapan Atifa yang masih berada di sisinya. Atifa merasa pipi cabinya saat ini bewarna merah merona, akibat ulah Farhan yang terlalu santai. Saat masuk ke dalam kamar mandi, Atifa langsung berkaca di cermin yang berada di dalam kamar mandi untuk mengecek warna di pipinya.

Dan benar saja, warna pipinya seperti tomat yang sudah matang. Walau wajahnya masih memakai make up, warna merah merona di pipinya semakin terlihat karena sedang merasa malu.

"Dia kenapa si," kesal Atifa.

Farhan yang Atifa kenal, adalah sosok yang menyebalkan. Namun kenapa sekarang dia menjadi sosok yang sangat manis dan penuh perhatian. Apa karena kami saat ini sudah menjadi suami istri? Atau memang seperti ini sifat Farhan yang sesungguhnya. Entahlah, Atifa tidak mau berpikir panjang.

Sebab Atifa yakin, seberapa jauh Atifa mengenalnya pasti akan sisi darinya yang baru Atifa ketahui. Karena itu, yang sering Atifa dengar dalam sebuah hubungan.

"Kaya gimana pun ia, ia akan tetap menjadi suami yang harus aku patuhi," ucap Atifa gemes, dengan sikapnya yang terlalu berlebihan.

Seperkian detik manik mata Atifa tertuju pada wajah yang berada di cermin, wajah yang beberapa saat yang lalu di sebut cantik oleh Farhan. Tanpa sadar senyuman terlukis di wajah Atifa saat mengingat momen itu, siapa yang kira? Farhan memuji Atifa di depan semua orang.

Tafsir CintaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang