#35 Kejutan Istimewa

7 1 0
                                        

*Tafsir Cinta*

*

*

Hari yang sangat ditunggu telah tiba. Rasa tegang, khawatir, sedih, bahagia, semua rasa itu bercampur menjadi satu. Usaha dan Doa telah di lakukan semaksimal mungkin, berharap agar semuanya berjalan dengan lancar tanpa ada hambatan apapun. Berkat usaha yang terus dilakukan, doa yang selalu dipanjatkan, hingga akhirnya Fan Kha bisa melakukan acara perilisan untuk pertama kalinya secara formal.

Sebagai pendiri sekaligus CEO dari perusahaan brand ternama, Farhan juga harus tampil maksimal mengingat siapa Farhan. Setelan jas bewarna hitam yang memiliki aksen batik di kerahnya, dipadukan dengan celana bahan Flowly, lalu dilengkapi dengan dasi warna hitam. Begitulah, pakaian yang akan dipakai oleh Farhan. Begitupun dengan Atifa, yang akan memakai dres warna senada, karena baju mereka dibuat untuk sepasang.

Farhan sedang memakai dasi, dengan posisi sedang berdiri di depan cermin. Sedangkan istrinya duduk di atas kasur, sambil menunggu perias wajah untuknya datang. Manik mata Atifa terus memandangi suaminya yang terlihat sangat gagah dan tampan hari ini. Namun Farhan menyadari tatapan itu, tatapan yang membuat Farhan salah tingkah.

"Kapan kamu rapi-rapinya?" tanya Farhan mengalihkan situasi.

"Sebentar lagi juga dateng," kata Atifa seadanya.

Atifa bangkit dari duduknya, lalu berdiri di samping suaminya yang sedang merapikan dasi. Sontak tangan Atifa meraih dasi yang sudah terpasang di dada Farhan, tangan lentiknya mulai merapikan dasi itu. Situasinya semakin canggung, saat detak jantung Farhan berdetak kencang ulah Atifa.

"Acaranya nanti jam 10 kan?" tanya Atifa memastikan.

"Iya, tapi aku harus dateng lebih cepet. Karena ada beberapa yang perlu aku siapin," jelas Farhan gugup.

Situasi ini membuat Farhan sangat gugup, hingga tidak sanggup memandang wajah Atifa. Sedangkan sang pelaku masih merapikan dasi di dada Farhan, dasi yang bahkan sudah rapi sedari tadi.

"Aku ada tugas kampus," kata Atifa tiba-tiba.

Sikap dan perkataan Atifa seolah memiliki arti, Farhan menghentikkan aktivitas tangan Atifa. Lalu tangan Farhan menggenggam erat tangan Atifa dan perlahan menurunkannya tanpa melepaskan genggamannya. Atifa menyadari sikap Farhan, hingga Atifa menaikkan pandangannya menatap manik mata Farhan yang sedang memandanginya.

"Aku tau ini egois, tapi aku juga gak bisa ninggalin kewajiban aku. Aku dipilih jadi peserta lomba narasi, hari ini aku harus pergi ke perpustakaan nasional, untuk mengikuti bimbingan di sana," Atifa mulai menjelaskan.

"Jadi kamu gak bisa pergi ke acara perilisan sama aku?" tanya Farhan to the point.

"Aku mungkin bakal dateng terlambat, tapi aku pasti bakal dateng. Aku janji," janji Atifa.

Raut wajah Farhan seketika berubah, Farhan tampak sedih dan itu terlihat jelas. Atifa merasa tidak enak, jika hari kebahagian Farhan rusak karena dirinya. Tapi siapa yang mau seperti ini? Atifa seperti ini kerena tidak punya pilihan. Pilihan untuk menjadi mahasiswi teladan atau istri yang patuh, sedangkan Atifa mesti melakukan keduanya agar adil.

"Siapa pembimbing kamu?" tanya Farhan lagi.

"Gua." sambar seseorang yang tidak sopan langsung masuk ke dalam kamar Farhan.

Kedua pasangan ini sontak mengalihkan pandangannya ke arah pintu kamar mereka, seseorang yang tidak sopan itu sedang berdiri dengan gayanya yang sok cool. Ya, beliau adalah seseorang yang kedatangannya Atifa tunggu. Jika Farhan mengartikannya itu perias wajah, tapi Atifa memaksudkan ucapannya itu untuk dosen pembingbingnya yang akan segera datang.

Tafsir CintaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang