Tafsir Cinta, akan selalu ada
jalan untuk mempersatukannya.
Masya Allah.
*
*
Rumah Ahmad seperti kedatangan segerombolan kupu-kupu, yang kehadirannya memberi senyuman yang candu. Bukan hanya keluarga Al Khalid, Akhir-akhir ini kediaman Ahmad tampak hidup dengan adanya aktivitas yang mengundang kehebohan banyak terjadi. Seperti saat ini sang ibu jenderal rumah ini sedang sibuk menyiapkan menu makan malam, karena akan kedatangan tamu yang spesial.
Dekorasi makan malam berubah tema, yang biasanya dilakukan apa adanya di ruang makan. Namun makan malam ini bertema garden party, yaitu pesta makan malam yang diadakan di kebun depan rumah yang memiliki beberapa saung yang berdiri. Lampu-lampu menerangi malam gelap ditambah cahaya bulan yang terang benderang.
Tamu yang ditunggu sudah tiba, karena hari ini giliran keluarga Ahmad yang mengundang keluarga Al Khalid makan malam. Luar biasa bukan, hampir setiap hari mereka bertemu. Kini mereka sedang membuka jamuan pertama dengan memakan makanan ringan sebelum makan makanan berat.
Anggota yang belum lengkap juga menjadi alasan utama kenapa makanan utama belum dihidangkan, tapi tidak lama datang dua orang yang kedatangannya mengundang tanya.
"Di mana Atifa?" tanya sang ibu pada putranya yang baru saja datang.
"Atifa belum pulang?" tanya balik Farhan.
Ibu berdecak kecewa, karena merasa penantiannya sia-sia. Karena kehadiran Atifa yang sangat dia tunggu sebab belum bertemu lagi, begitupun dengan kedua orang tua Atifa yang sedang menanti anaknya pulang.
"Apa Tante kecewa karena aku yang dateng?" tanya Aidan kepada tantenya. Ya, Aidan dan Farhan mempunyai hubungan sepupu dari keluarga ibu Farhan.
"Bukan begitu, tante kira Farhan datang bareng Atifa ke sini," jelas ibu Hanifa.
"Bukannya seharusnya Atifa udah pulang dari tadi?" pikir Farhan.
"Dia belum pulang dari kampus, tante khawatir ponselnya gak aktif dari siang. Padahal udah Tante kabarin kalo mau ada makan malam bareng di rumah, kenapa dia malah gak cepet-cepet pulang," jelas Tante Naya.
Farhan terdiam sebentar, berpikir kenapa Atifa belum pulang. Terlintas sedikit pikiran buruk Farhan, tapi semoga saja itu bukan alasan kenapa Atifa belum pulang. Farhan tidak tahu harus cari Atifa ke mana, sedangkan orang tuanya saja tidak tahu kemungkinan Atifa ada di mana.
"Aku punya nomor handphone salah satu temannya Atifa," kata Aidan mengeluarkan handphone miliknya.
Lalu mencari nomor Vanesha, dan menelponnya. Vanesha yang kebetulan sedang memegang ponsel langsung mengangkat telpon dosen populer ini. Aidan tidak mengaktifkan speaker jadi semua orang yang di sana, hanya fokus sama ucapan dan ekspresi Aidan saja.
"Assalamu'alaikum Vanesha," salam Aidan.
"Waalaikumsalam, maaf pak ada apa ya?" tanya Vanesha to the point, karena terkejut tiba-tiba mendapat telepon dari dosen populer ini.
"Kamu lagi sama Atifa gak?" tanya Aidan langsung ke intinya.
"Engga, tadi siang kita emang pulang bareng si," jelas Vanesha.
KAMU SEDANG MEMBACA
Tafsir Cinta
Teen FictionTafsir Cinta bercerita tentang dua insan yang tidak sengaja dipertemukan lalu di satukan. Makna cinta yang luas membuat mereka tidak memiliki tujuan yang sama, berusaha mempertahankan ego hanya demi sebuah alasan. Kepercayaan yang di taruh di pundak...
