*Tafsir Cinta*
*
*
Ini adalah pengalaman terburuk dalam hidupnya. Atifa tidak pernah melakukan perbuatan buruk, tapi Atifa sering di perlakukan buruk terlebih lagi di depan banyak orang. Hal ini cukup membuat Atifa sangat syok, hingga Atifa berdiam diri sembari merenung. Menangis saja memang tidak bisa membantu, tapi menangis mampu membuat diri lebih tenang.
Karena memendam masalah juga tidak baik, lebih baik dikeluarkan tapi Atifa sama sekali tidak bisa mengeluarkannya. Karena Farhan sedang duduk di sebelah Atifa, jarak mereka sekitar tiga puluh senti. Jadi Atifa tidak mau harga dirinya hancur di depan Farhan. Bodohnya,npada saat seperti ini dia masih memikirkan harga dirinya.
"Minum dulu," perintah Farhan.
Sedari tadi Atifa hanya memegang minuman yang diberikan Farhan, setelah mendengar perintah Farhan, Atifa lantas ingin membuka minumannya. Tapi karena tubuhnya masih syok, Atifatidak punya tenaga untuk membukanya. Dengan sigap Farhan meraih botol minuman itu lalu membukanya, membuat Atifa tersipu malu karena merasa dirinya seperti orang lemah.
"Kamu mau ke mana?" tanya Farhan setelah Atifa minum.
"Gak tau," jawab Atifa seadanya.
"Kamu pergi sejauh ini, tapi gak tau mau ke mana?" tanya Farhan terkejut.
"Aku tadinya mau ke kampus," jujur Atifa.
"Tapi kayanya udah gak bisa, aku gak bakal bisa ikut pelajaran." Atifa sangat sedih.
Dering ponsel Farhan berbunyi, ia lantas mengangkatnya. Farhan sama sekali tidak menghidar saat menerima telpon, jadi Atifa bisa mendengar obrolannya. Terdengar bahwa ia harus segera pergi, karena ada kerjaan yang tidak bisa ditunda lagi.
"Setelah ini kamu mau pulang? ayo biar aku antar," tawar Farhan.
"Aku gak mau pulang." tegas Atifa.
"Kenapa?" penasaran Farhan.
"Aku gak mau mama tau kalo aku gak masuk kuliah," jelas Atifa.
"Orang tua aku gak boleh tau kejadian ini." Atifa berniat menyembunyikannya.
Farhan terdiam sejenak, seperti tidak tega jika meninggalkan Atifa sendirian.
"Kamu kalo mau pulang, pulang aja. Aku gak papa sendirian di sini," ucap Atifa menyakinkan Farhan.
"Kamu mau terus duduk di sini?" tanya Farhan.
"Gak tau, liat nanti aja," tidak tahu Atifa.
"Kamu ikut pulang sama aku aja ayo," ajak Farhan seenak jidat, ingin membawa Atifa ke rumahnya.
"Gak mau." tolak Atifa spontan.
"Kalo gitu, jangan duduk di sini terus." pinta Farhan.
"Emangnya kenapa kalo duduk di sini, gak boleh?" kata Atifa dengan nada sedikit menjengkelkan.
"Eh, itu cewe yang tadi kan?"
"Yang tadi nyuri uang itu ya."
Dua orang wanita sedang lewat membicarakan Atifa, rupanya mereka melihat kejadian tadi. Wajar saja si, tempat Atifa duduk tidak jauh dari tempat kejadian tadi. Atifa tertunduk malu saat ada yang berbicara buruk tentangnya, terlebih lagi jika Atifa tidak melakukan hal itu. Fitnah yang sangat kejam bagi Atifa.
KAMU SEDANG MEMBACA
Tafsir Cinta
Ficção AdolescenteTafsir Cinta bercerita tentang dua insan yang tidak sengaja dipertemukan lalu di satukan. Makna cinta yang luas membuat mereka tidak memiliki tujuan yang sama, berusaha mempertahankan ego hanya demi sebuah alasan. Kepercayaan yang di taruh di pundak...
