Bae | 30

543 30 19
                                        

Hi, besties!!

Update lagi setelah sebulan menghilang ngga jelas🥲

Maafin akuuu👉👈

Jam berapa kalian baca part ini???

HAPPY READING!!!!!

________________________________________________________

"Kosongin hari minggu nanti kita jenguk adik kamu," ucap Papa Hasan tiba-tiba saat mereka berdua makan malam.

Degup jantung Adel berdetak lebih cepat mendengar itu, pasalnya ia takut. Dengan berat ia menganggukkan kepalanya.

"Iya kan itu juga weekend aku nggak bakal pergi," balas Adel.

"Masa?" tanya Papa Hasan dengan curiga. "Nggak pergi sama Bintang? Awas aja Papa ngelihat kalian kelonan lagi kek minggu lalu," lanjutnya.

Adel berdecak sebal. "Udahlah capek ngomong ama Papa, hari minggu aku pasti punya waktu, tenang aja."

Kepala Papa Hasan mengangguk-angguk seraya tangannya mengambil makanan dengan sumpit. "Sebenarnya Papa di luar kota kemarin dua hari, selasa pun udah di sini."

"Lho trus kenapa nggak pulang ke rumah?" tanya Adel dengan mulut yang penuh.

"Adik kamu makin parah," jawab Papa Hasan. "Papa di sana selama dua hari."

"Lho? Kenapa Papa nggak bilang sama Adel dari kemarin-kemarin?" tanya Adel sampai membanting sendoknya.

Papa Hasan mengembuskan napasnya berat, "kita jenguk bareng-bareng di hari minggu, untuk sekarang kamu sekolah dulu aja."

Adel tahu, sangat tahu. Papa Hasan tak akan membiarkan dirinya mengetahui lebih banyak mengenai kondisi sang adik. Ia juga sebenarnya tahu bahwa Papa Hasan sering menjenguk sang adik.

"Mulai sekarang aku mau tau keadaan adik aku, jadi Papa sering-sering beritahu aku," ucap Adel. Ia meraih dua pasang roti yang sudah terdapat selai cokelatnya lalu bangkit dari duduk.

"Aku berangkat dulu, Bintang udah di depan," pamit Adel dengan menyalami tangan Papanya.

Dengan agak tergesa Adel keluar dengan mulutnya yang sibuk mengunyah. Kakinya berlari kecil menuju mobil Bintang, lantas ia masuk dan duduk.

"Astaga nggak usah buru-buru sayang," ucap Bintang melihat Adel yang begitu riweh.

"Aku kan takut telat, mending kalau kamu bawa motor kek waktu itu, ini mah mobil belum lagi macetnya," ucap Adel seraya menghabiskan rotinya. Satu pasang roti lagi ia suapi ke Bintang dan lelaki itu menerimanya dengan senang hati.

***

"Hari minggu jalan yuk?" tanya Bintang mengajak Adel.

Mereka kini sudah pulang sekolah, Bintang juga sudah selesai jam tambahan.

"Jalan mulu, kamu kapan belajarnya deh lagian aku nggak bisa kalau hari minggu, udah janji ada jalan," ucap Adel.

"Kemana? Sama siapa? Cewek atau cowok?" Bintang bertanya dengan runtut bahkan menatap tajam Adel.

"Sama Papa aku astagaaa," Adel tertawa melihat reaksi Bintang. Ia mengusap pelan rahang lelaki itu. "Karena hari minggu kita nggak bisa jalan-jalan, ayo seharian bareng aku hari ini," ucap Adel mendekati wajah Bintang.

"Sayang jangan mancing deh, kamu kemarin nangis-nangis loh karena diomelin Papa kamu," Bintang menghindari tatapan Adel.

"Ih kemarin aku nangis gegara kamu tau nggak, aku kan nggak rela kamu pergi ke luar negeri, nggak mau ldr!" ucap Adel seraya tangannya bergerak menyuruh Bintang menatapnya lagi.

BAE ✔️Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang