5. Triple A (Arhad, Askar & Artha)

384 46 2
                                        

"Kau mengenalnya, Ruzeline?"

Arhad yang berada di sebelah Ruzeline itu langsung bertanya melihat reaksi sang gadis.

"Dia orang yang aku ceritakan, orang yang membantu Ren," kata Ruzeline.

Khairi Askar Rajasa Amurwabhumi—pria berdarah biru yang membantu Ruzeline dan Ren saat itu terdiam kebingungan.

Askar merupakan putra dari Ganendra, sekaligus menyandang gelar Menteri Dalam Negeri, di usianya yang ke 22 tahun ini. Jika Arhad merupakan Pilot, Direktur, dan pendiri perusahaan yang termuda, Askar adalah Menteri termuda.

Tetapi walau begitu, banyak orang yang masih meragukannya, karena Ganendra sendiri yang memilihnya. Tetapi, Askar memang sangat berbakat.

"Nona Ruzeline, anda mengenal sepupuku?" tanya Askar, seraya duduk di kursi sebelah Ibunya.

Mendengarnya, Arhad lantas bereaksi, "Dia tunanganku, Askar. Kau belum tau?"

"Tentu saja aku tidak tau. Memang kau pernah mengenalkannya padaku?" cibir Menteri Muda tersebut.

"Maafkan saya Tuan Askar. Saat itu saya tidak tau anda seorang anak Presiden," ucap Ruzeline.

"Dia juga Menteri. Menteri Dalam Negeri," bisik Arhad memberitahu.

"Oh, dan juga maaf karena saya tidak tau anda seorang Menteri Dalam Negeri," sambung Ruzeline.

"Tidak apa Nona. Itu bukan kewajiban anda untuk mengenali wajah saya," ucap Askar.

"Terima kasih Tuan. Anda bisa memanggil saya 'Ruzeline' saja."

"Kalau begitu, anda bisa memanggil saya 'Kak Askar'. Kau bisa berbicara informal denganku," balas Askar. Presiden Ganendra dan Ibu Aninda tersenyum melihat interaksi mereka.

Berbeda lagi dengan Arhad. Ia kesal melihat mereka saling mengenal. Memang, dia begitu cemburuan.

"Askar, apa urusanmu lancar? Aku dengar Restoran Asrar berasil diurus karenamu," celetuk Arhad, menghentikan percakapan Askar dan Ruzeline.

"Untungnya semua berjalan dengan baik. Iya, aku yang mengurusnya sebagai bentuk pengawasan pada daerah."

"Begitu? Syukurlah."

Keadaan pun hening sementara, sebelum Askar kembali membuka mulut.

"Omong-omong Ruzeline, bagaimana keadaan Ren?"

"Ren? Dia baik-baik saja. Sekarang ia sudah lebih ceria semenjak orang yang menyiksanya di panti asuhan sudah di hukum dan dipecat."

"Awalnya aku ingin menghukum orang-orang itu, tetapi kudengar mereka sudah dihukum. Pasti itu semua perbuatanmu kan, Arhad?"

"Benar, aku yang melakukannya," balas Arhad seraya menyesap minumannya.

"Oh iya Ruzeline, aku juga memiliki adik. Namanya Artha. Dia bersekolah di Luar Negeri, dan baru di wisuda. Besok sepertinya ia sudah sampai di rumah."

"Wah, luar biasa. Pasti dia sangat pintar," ucap Ruzeline.

Percakapan pun berlanjut. Malam itu, Ruzeline akhirnya mengetahui tentang salah satu keluarga Arhad. Karena pria itu biasanya sama sekali tak pernah membahas keluarganya.

***

Setelah makan malam bersama, hujan deras pun turun. Demi keamanan, Ganendra melarang Ruzeline dan Arhad pulang hari ini. Karena itu Ruzeline, Arhad, serta supir mereka menginap di rumah Ganendra sampai besok.

"Bagaimana Kak Nararya?"

Arhad tengah singgah sebentar di kamar Askar untuk berbincang mendalam.

"Kak Nararya dan kekasihnya masih belum ditemukan. Mungkin saja mereka sudah menikah," balas Arhad.

Pyramid: TemaramTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang