"Pengumuman semuanya!"
Suara sang pembawa acara menarik perhatian orang-orang. Kali ini, Nararya akan mengumumkan hubungannya dengan Amika.
"Selamat malam, semuanya. Saya Madarta Nararya Bumantara, atau yang biasa dipanggil sebagai 'Nararya'."
Suasana menjadi begitu sunyi. Semuanya dibuat bingung. Mengapa Bumantara dan Amandala yang bermusuhan, berada di satu panggung?
"Saya di sini ingin mengumumkan, bahwa Amika Amandala, telah menikah dengan saya, Nararya Bumantara."
Sontak hal itu memicu kericuhan yang menggelegar dari para hadirin. Setelahnya, Nararya pun menjelaskan tentang pencabutan haknya dan hal yang ia rasa harus diberitahu.
***
"Sekarang waktunya kita berbicara."
Ketika merasa waktu sudah tepat, Arhad menarik Ruzeline pergi ke tempat khusus Bumantara yang ada di dalam hotel.
Tanpa disadari, ketika Ruzeline ditarik pergi, ada seseorang yang menyadari hal itu. Seseorang yang baru datang ke pesta, yaitu Cakra.
Tapi, ia tak menyaksikan wajah orang yang menarik dengan jelas. Awalnya, ia ingin mengikuti, tetapi, dirinya harus berbaur dengan konglomerat dan pejabat lainnya.
"Apa yang kau lakukan di sini, Ruzeline?" tanya Arhad. Seraya menutup pintu ruangan.
"Aku adalah rekan Artha di pesta ini."
Arhad menyibak rambutnya bingung. Apa yang harus ia katakan? Mendadak ia lupa, "Apa kau sudah tau bahwa aku bertunangan?" hanya itu yang keluar dari mulutnya.
"Iya. Kau punya dua tunangan," sarkas Ruzeline.
"Sayang, itu adalah kehendak Ayahku untuk bertunangan. Ia menjebakku sehingga aku membubuhkan tanda tanganku di dokumen penyetujuan pertunangan," ucap Arhad.
"Lalu kenapa kau tak memberitahu hal ini?"
"Karena aku tak mau kau terluka."
"Terluka? Justru aku lebih terluka ketika mendengarnya dari orang lain."
"Aku..." Arhad menggantung ucapannya. Ia ingin memberitahu Ruzeline bahwa jika dirinya tak menerima pertunangan itu, Mahadra akan membahayakan Ruzeline.
Tapi, Arhad tak jadi memberitahunya. Ia takut Ruzeline merasa tak aman. Biar ia saja yang mengetahui dan melindunginya dalam diam.
Masalahnya adalah Arhad terlalu khawatir terhadapnya, tak memikirkan sama sekali perasaan sedihnya karena Arhad merahasiakan sesuatu.
"Aku tau perasaanmu sekarang, Cakra," batin Ruzeline.
"Tak lama lagi, akan ada pesta pertunanganku dan Nona Bewari," Arhad memberitahu.
"Apa itu artinya hubungan kita selesai?" tanya gadis itu sendu.
Arhad menghela napasnya. Matanya pun tak sengaja menangkap sekilas ke arah jam dinding. Jika ia pergi terlalu lama, para hadirin yang ingin mendapat relasi dengannya pasti akan heran atas hilangnya esksistensi Arhad.
"Tidak mungkin. Aku hanya mencintaimu. Percayalah, aku akan berusaha memutuskan hubunganku dengan Nona Bewari," Arhad menarik Ruzeline ke dalam pelukannya sejenak, lalu melepaskannya.
"Aku akan keluar terlebih dahulu, sebelum orang-orang curiga. Kau bisa keluar beberapa menit setelahnya," ia mengecup singkat kening Ruzeline sebelum akhirnya keluar dari ruangan.
Sepeninggalan Arhad, Ruzeline duduk di sofa dengan lemas. Benar. Arhad berasal dari konglomerat paling kaya di Indonesia, sedangkan dirinya? Berbanding terbalik.
KAMU SEDANG MEMBACA
Pyramid: Temaram
RomanceGadis Belanda terlibat dengan orang-orang terpenting Indonesia pada 1950. ❝Aku keturunan penjajah. Kita tak akan pernah bersatu.❞ ‐ 1950, Jakarta Setelah Indonesia merdeka, pernakah kalian berpikir bagaimana nasib keturunan para penjajah yang ada? ...
