A/N : Kilas balik sejarah yang ada tidak berdasar dari sejarah asli
***
Terhitung sudah tiga hari sejak Rico meninggalkan Zürich dan kembali ke Italia. Dan sampai sekarang, Arhad masih belum melamar Ruzeline juga.
Di kamar hotelnya, Arhad menatap pada kotak beludru mewah berwarna biru yang berisikan kalung tersebut.
"Kendalikan dirimu. Senyumlah sewajarnya," Arhad mengingatkan dirinya yang sedari tadi tersenyum senang.
Tok... Tok... Tok
Suara ketukan dari pintu membuat Arhad menghentikan senyumannya dan berjalan ke arah sana untuk membuka pintu.
"The preparation is done, Mr. Bumantara," bawahannya yang merupakan warga asli Zürich melaporkan.
"You sure? How about the fireworks?" tanyanya memastikan.
"Yes, Sir. It's done."
"Thank you. You can go."
Setelah mendengar perkataan bawahannya, Arhad pun kembali tersenyum. Hari ini, ia menyewa satu restoran untuk makan malam sekaligus melamar Ruzeline.
***
"Nararya? Ada apa?"
Di lain sisi, Amika panik melihat Nararya tiba-tiba terjatuh ke lantai dengan lemas seraya memegang telepon.
"Kakekku, Amika," ucap Nararya tersengal-sengal.
"Ada apa dengan Tuan Bumantara?" melihat Suaminya yang tampak tak karuan, Amika pun juga terbawa suasana.
"Dia kejang sekarang, dan Dokter tengah berusaha menyelamatkannya."
***
Di Zürich, Ruzeline tengah berjalan sendirian di jalanan tanpa Arhad karena gadis itu bosan. Ia tak mau mengganggu tunangannya, sehingga ia berjalan sendiri.
"Nona, anda terikat oleh takdir masa lalu!"
Ruzeline lantas tersentak mendengar wanita dengan bola kristal seperti peramal itu bisa berbahasa Indonesia.
"Dari mana anda tau bahasa saya?" heran Ruzeline.
"Itu kemampuan spesial saya, Nona. Lalu, hal itu tak penting. Yang penting saat ini adalah benang takdir dari masa lalu yang terikat pada Nona," ucap peramal itu.
"Apa maksudnya?"
"Nama saya Grettina. Saya akan menjelaskannya pada Nona," ucapnya.
"Saya tak bawa banyak uang. Jadi jika anda ingin menipu──"
"Madaharsa Arhad Bumantara dan Khairi Askar Rajasa Amurwabhumi," perkataan Ruzeline terpotong ketika Grettina menyebutkan dua orang yang ia tau.
"Mengapa anda tau nama itu?"
"Itu kemampuan saya Nona," ucap Grettina dengan senyuman, "Lalu, itu semua karena takdir Nona terikat dengan mereka."
"Saya tak paham."
"Pernahkah Nona berpikir mengapa hidup Nona penuh penderitaan sebelumnya? Dan juga orang-orang di sekitar Nona yang menderita. Apa Nona pikir itu semata-mata hanya siklus kehidupan?"
"Penderitaan adalah hal yang wajar dalam hidup bukan?" Ruzeline bertanya kembali.
"Namun bagaimana jika saya mengatakan, bahwa itu semua karena kesalahan mereka di masa lalu?"
KAMU SEDANG MEMBACA
Pyramid: Temaram
RomanceGadis Belanda terlibat dengan orang-orang terpenting Indonesia pada 1950. ❝Aku keturunan penjajah. Kita tak akan pernah bersatu.❞ ‐ 1950, Jakarta Setelah Indonesia merdeka, pernakah kalian berpikir bagaimana nasib keturunan para penjajah yang ada? ...
