A/N : Update yang ini special soalnya castnya banyak yang lagi di Jakarta
***
Setelah Sangga Bumantara yang sekarat dan terbangun untuk meminta Arhad pulang ke Jakarta, Jet milik Sangga pun akhirnya tiba untuk menjemput Arhad dan Ruzeline.
Kondisi Arhad yang tengah kalut tak memungkinkannya untuk mengendarai Jet yang ia kendarai saat berangkat, karena itu Arhad memerintah satu Pilot bawahannya untuk membantu Derrick mengendarai Pilot untuk Derrick dan Kirana pulang nanti, karena ia kembali duluan.
"Arhad?" Ruzeline memanggil Arhad yang tengah bengong di tangga untuk menaiki Jet itu.
Mendengar panggilan Ruzeline, ia pun akhirnya tersadar, "Aku melamun ya? Maaf," kata Arhad lalu berjalan naik seraya menggandeng Ruzeline.
"Tak masalah," balas gadis itu.
Keduanya akhirnya sudah memasuki Jet. Arhad dan Ruzeline duduk berdampingan.
"Padahal aku berniat membawamu ke banyak tempat bagus, aku sungguh minta maaf," kata Arhad.
"Ini bukan akhir dari dunia, masih ada lain kali, Arhad," balas Ruzeline.
Jet itu pun akhirnya lepas landas.
***
Tujuh belas jam telah berlalu semenjak pesawat yang ditumpangi pasangan yang akan menikah itu lepas landas.
Sekarang, Ruzeline dan Arhad tengah dalam perjalanan menuju kediaman Sangga, dengan Arhad yang terus gelisah.
Lalu akhirnya mereka tiba.
"Masuklah ke dalam bersama Ruzeline," kata Tiana yang ada di luar kamar Sangga.
"Iya, Ibu," kata Arhad, lalu menggandeng Ruzeline masuk.
Pemandangan yang Ruzeline dan Arhad lihat di dalam adalah Sangga yang menatap mereka dengan lemah dengan alat-alat medis yang ada di sekitar sang pria lanjut usia.
"Kakek..." lirih Arhad.
"Cucuku... dan... Ruzeline?" tebak Sangga.
"Iya, Kakek. Ini saya Ruzeline," senyum gadis itu.
"Mendekatlah," pinta Sangga pada keduanya.
Pasangan itu pun mendekat, Sangga lalu mencoba mengubah posisinya menjadi bersandar di headboard kasurnya, Arhad pun inisiatif membantu.
"Ruzeline," ucap Sangga setelah bersandar.
"Iya, Kakek?"
"Kau pasti gadis yang sangat baik mengingat Arhad bisa luluh padamu," kata Kakek.
Ruzeline membalasnya dengan senyuman.
"Aku sangat menyetujui hubunganmu dengan cucuku. Kau orang yang sangat Arhad cintai," ucap Sangga kembali.
"Terima kasih, Kakek," balas Ruzeline.
"Kalian berdua mungkin sudah tau, tapi perkiraanku, aku sengaja diracuni, dan diharapkan untuk langsung mati setelahnya, agar tak dapat menulis wasiat," kekeh Sangga, "Tapi, aku ternyata masih bisa bangun lagi... walau mungkin hanya sejenak," katanya lemah.
KAMU SEDANG MEMBACA
Pyramid: Temaram
RomanceGadis Belanda terlibat dengan orang-orang terpenting Indonesia pada 1950. ❝Aku keturunan penjajah. Kita tak akan pernah bersatu.❞ ‐ 1950, Jakarta Setelah Indonesia merdeka, pernakah kalian berpikir bagaimana nasib keturunan para penjajah yang ada? ...
