Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
New York, 1950s
Algabra Group's Company
Pria dengan kemeja putihnya sibuk berkutat dengan banyaknya berkas yang ada di mejanya. Ia mengecek semuanya tanpa ada keluhan sama sekali.
"Tuan, saya sudah mendapat kabar mengenai Nona."
Suara sang bawahan langsung membuatnya menghentikan pergerakannya. Ia lantas menengadah ke arah sang Sekretaris.
"Katakan," titahnya.
"Nona Ruzeline tengah menginap di Bumantara selama beberapa hari ini," lapornya, yang membuat Askar kebingungan.
Ruzeline? Menginap? Untuk apa?
"Kau boleh pergi."
Setelah Sekretarisnya meninggalkan ruangan, ia menyenderkan tubuhnya di kursi kebesarannya seraya menghela napas.
Matanya lantas terarah kepada sebuah koran yang ada di mejanya.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Apa gunanya semua pencapaian ini tanpa kau disisiku."
***
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
KAMU SEDANG MEMBACA
Pyramid: Temaram
RomanceGadis Belanda terlibat dengan orang-orang terpenting Indonesia pada 1950. ❝Aku keturunan penjajah. Kita tak akan pernah bersatu.❞ ‐ 1950, Jakarta Setelah Indonesia merdeka, pernakah kalian berpikir bagaimana nasib keturunan para penjajah yang ada? ...
