MP3

3.1K 164 1
                                        

Berawal dari Meen yang melihat Ping dikejar oleh beberapa anak motor membuat dia jatuh cinta pandangan pertama pada Ping.

Meen memantau Pergerakan Ping dari jauh, ternyata lawannya juga masih anak SMA mereka, Meen hanya mengikuti dibelakang dan dia tidak menyangka Ping sangat pintar mengendari motor.

Sebelumnya Meen hanya tau namanya saja dari beberapa siswa olahraga bagian football yang menyebut-nyebut namanya, karna penasaran Meen mencoba mestalk media sosial Ping sampai akhirnya dia tau wajah Ping dan tau juga Ping biasa balapan ditempatnya.

Seperti sekarang, dia langsung mengenali Ping dari cara dia membawa motor sampai tekstur tubuh nya, Meen benar-benar menyukai Ping dari atas sampai bawah. Ping sempurna.

Meen berhenti tidak jauh dari perkelahian Ping ,dia sampai takjub melihat Ping menghajar lawannya sampai babak belur.

Entah kesal karna apa,mata elang Meen melihat Ping mengeluarkan pisau dari sakunya,tentu saja Meen tidak akan membiarkan nya.

Meen berlari mendekat lalu menahan tangan Ping namun Ping menghempas nya

Ping hentikan!. "

Lepas!!!"  Ping menarik tangannya kembali hendak menancapkan pisau kearah pemuda yang sudah sekarat di depannya.

Ping hentikan gue bilang! " kali ini Meen yang membentak Ping hingga pergerakan Ping terhenti.

Entah kenapa, kritt yang menguasai jiwa Ping langsung lenyap begitu saja mendengar suara Meen.

Keesokan harinya Meen baru menyadari kalau jiwa Ping berbeda dengan jiwa... .......Entah apa namanya yang pasti Ping memiliki sisi berbeda saat dia bertarung apalagi kalau dia terlalu emosi , jiwa itu tidak akan segan segan membunuh orang.

Itulah kesimpulan dari Meen, sangat menarik, makanya Meen tidak akan melepas Ping begitu saja, Ping adalah miliknya.

Namun tidak segampang itu, Ping suka marah-marah apalagi saat tahu Meen bisa menghilangkan sisi iblis dalam dirinya.

~
Saras menatap Meen yang sekarang juga menatapnya, terlepas dari apa yang diceritakan Meen padanya tentang pria bernama Ping, Saras tau kalau adik sepupunya itu tidak pernah main-main dalam perasaan, dia dan sang mama hanya perlu mendukungnya.

Jadi?" tanya Saras sekali lagi.

Entahlah, gue binggung phi gimana caranya dia bisa suka sama gue, lalu jatuh cinta sama gue.! "

Paksa saja, tiduri dia! ."

Benarkah phi? "

Tidak, gue cuman bercanda sialan, jangan didengar ajaran sesat itu. "

Tapi boleh dicoba! " selesai ucapan itu suara benda jatuh terdengar tak lain adalah Meen yang didorong kakaknya hingga terjatuh.

Brakk " hei kenapa lo dorong gue,? sialan......pantat gue sakit " maki Meen karna sekarang dia sudah berada di lantai.

Keluar lo dari kamar gue! , gue ngantuk. "

Kejam banget, kakak gue bukan sih lo? "

Patut dipertanyakan. "

Setan"

Saras hanya tertawa membuat Meen semakin kesal saja, mau tak mau dia keluar dari kamar kakaknya itu yang sama sekali tidak membantu.

+++

Keesokan harinya dilapangan basket tepatnya di tribun penonton, Ping duduk sendiri pas jam istirahat, entah apa yang difikirkannya dia hanya ingin sendiri.

Anj ,sakit......"

Heh yang sopan! "

Siapa lo? "

Kakak kelas , sekaligus calon pacar lo "

Gila "

Ping hendak beranjak namun bahunya ditekan oleh Meen hingga dia duduk kembali.

Ping menghela nafas kasar, kenapa Meen selalu saja ada di mana-mana, mana dia datang langsung menekan tepi bibir Ping yang terluka habis berkelahi semalam.

Ping yang berniat kembali ke markas tidak jadi karna teman-temannya sudah pada bubar,dan semalam sudah larut juga,mengenai luka di bibirnya, sama sekali tidak diobati padahal sang papa sudah menanyainya dan Ping hanya menjawab.

*Anak muda biasa terluka sedikit dan sang papa tidak lagi bertanya hanya memperingatkan saja untuk lebih hati-hati. *

Mau kemana? " tanya Meen langsung duduk dan meletakkan sebuah paper bag di sampingnya.

Kelas, lagian lo kenapa duduk kayak gitu sih phi? dilihatin orang tuh! " Meen melihat sekeliling setelah Ping mengatakan itu, benar sih banyak yang melihat, Dia yang duduk dibelakang Ping dengan kaki yang berada di antara tubuh Ping,seolah memeluk ping dari belakang.

Gue ngk peduli,btw kenapa nggk diobati? "

Bukan urusan lo, minggir! "

Diam lo, gue obatin! "

Nggak usah! "

Ping! "

Ck, terserah. "

Meen tersenyum melihat Ping pasrah, dia sedikit Bergeser untuk bisa mengobati luka dibibir Ping.

Berantem lagi? "

Hmmm. "

Kenapa? "

Apanya? "

Kenapa berantem? "

Biasa, mereka kalah."

Ouuh, ada luka yang lain? "  Tanya Meen menekan sedikit kapas dibibir Ping yang sudah dikasih obat.

Sakit anjirr, bisa pelan dikit nggak sih?. "

Ini sudah pelan, makanya jangan berantem lagi! ."

Nggak usah urus gue! ."

Meen hanya mengeleng, " keras kepala " gumamnya menempelkan plester kecil disudut bibir Ping. "Sudah " ucapnya setelah itu.

Mmm, gue pergi dulu! " Ping sedikit melompat menuruni satu tangga untuk bediri, lalu pergi  begitu saja dari sana.

Hei Setidaknya ucapkan Terima kasih " teriak Meen kesal Melihat tingkah Ping, tapi bukan ucapan terimakasih yang didapat, tapi Ping mengangkat jari tengah untuk dirinya , dan parahnya lagi Ping sama sekali tidak berbalik untuk itu.

Meen hanya mengeleng, benar-benar pria menyebalkan tapi kenapa gue makin cinta, sialan emang! "

Sepertinya gue buta karna lo Ping . Gumam Meen sendiri, sungguh gila, wk

«────── « ⋅ʚ♡ɞ⋅ » ──────»
Tbc

MY PINGTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang