MP 37

922 65 1
                                        

......Meen menghela nafas panjang, tentu saja kejadian nya berakhir dengan keganasan sang kekasih yang menghabisi Paman nya karna hampir saja melukai Elang, yang tidak lain adalah papa nya,

Mana mungkin Ping membiarkan Elang terluka  sungguh Meen merasa Ping sangat luar biasa.

Meen menghentikan motornya tepat di garis finish, sekarang dia harus apa, selain papanya yang belum sembuh, sang bunda juga mengurung dirinya di kamar tamu .

Sang bunda merasa kotor dan tidak mau mendekati Daddy Meen lagi, dia pusing ingin bercerita pada siapa yang pasti Meen tidak berani menghubungi Ping saat ini.

Sementara itu, Elang menemui Ping yang berada disorumnya,tentunya berita hangat tentang  Dirgantara sudah menghilang, bahkan semuanya bersih tanpa jejak.

Itu semua ulah Ping, Elang juga membantu membersihkan kekacauan yang dibuat Harga diperusahaan Dirga.

"Ping, semua baik-baik saja? " tanya Elang melihat Ping masih sibuk dengan laptopnya.

"Semua baik pa?  , papa kenapa kemari? "

"Tidak ada,papa hanya ingin melihat sorum ini, ternyata belum bangkrut "

"Hei , kenapa do'ain usaha anak mu seperti itu bapak tua? ." kesal Ping, lalu kembali melihat laptopnya.

Elang hanya tertawa, dia tau Ping mengalami kerugian besar tapi sang Putra tidak mau meminta bantuannya.

"Apa kau sudah bertemu dengan Meen?" Tanya Dirga sambil duduk di sofa dalam ruangan Ping

"Belum pa , sepertinya dia menghindari ku. "

"Beri dia waktu, semua berjalan dengan cepat Ping, pasti dia tidak menyangka kalau Dirga punya kembaran. "

"Tuan Dirga menyembunyikan nya dengan baik."

"Mmm, untung nya Harga ini bodohnya luar biasa, jadi kita bisa menghancurkan dunia bawah itu. "

Ping mengangguk, Harga hanya pria bodoh,ego tinggi,dan memiliki temperamen buruk,dia tidak pandai dalam berbisnis, karna sebelum masuk penjara Harga hanya seorang yang suka berj*di,peminum dan pemakai.

Menurut polisi pun saat Harga menghabisi kedua orang tuanya dia dalam keadaan tidak sadar karna pengaruh obat .

Harga tidak sepintar Dirga , Dirga berprestasi,bagus dalam bisnis hingga orang tua mereka menjadikan Dirga pewaris ,jadi sifat irilah yang menghancurkan hidupnya.

20 tahun dalam penjara Harga tidak berubah ,malah Harga membuat hal lebih gila, dia bisa keluar pun dapat jaminan dari sahabatnya yang tidak lama  pergi selamanya karna sakit yang dideritanya dan Harga meneruskan bisnis gelap sahabatnya itu.

Tapi entah hasutan dari siapa Harga memilih berpura-pura jadi Dirga untuk balas dendam. Namun kecerobohan nya jugalah membuat dia masuk kedalam perangkap Ping.

"Jadi bagaimana caranya papa bisa menyelamatkan om Dirga? " tanya Ping yang baru ingat kalau Dirga diselamatkan sang papa.

"Salah satu anak buah papa kebetulan berada disana saat papa ngasih dia tugas , jadi dia menyelamatkan Dirga dan menelfon papa. "

Elang juga tidak menyangka Dirga akan bertahan karna lukanya yang parah, Elang yang ingin memberitahu Elyn ,malah melihat wanita itu jalan berdua dengan seseorang yang sangat mirip dengan Dirga.

Awalnya Elang tidak mengerti lalu menyelidiki keluarga Dirgantara, sampai dia menemukan data kalau Dirga memiliki kembaran yang berada dalam penjara.

Dan kebetulan sekali dia ada kaitannya dengan musuh terbesar Elang didunia bawah. Elang tentu tidak menyiakan kesempatan.

~~

Beberapa hari berlalu, Ping kembali dengan aktivitas biasanya, pergi bersekolah dan mengikuti pelajaran nya karna sebentar lagi ujian.

Tentu saja Meen juga, bicara tentang pria itu, dia belum juga menghubungi Ping, kesal, tentu saja tidak Ping ingin menguji seberapa lama Meen bisa mengabaikan nya.

"Baiklah aku kesana! " ucap Ping saat menerima telfon sebelum masuk kedalam kelasnya.

Dia mendapat kabar kalau mama Meen masuk rumah sakit, tapi keluarga Meen tidak bisa dihubungi jadi dokter yang kebetulan kakak tingkat Ping menghubungi dirinya.

Ping kembali bergegas menuju mobilnya dan pergi kerumah sakit, tidak butuh waktu lama buat ping sampai diruangan Elyn.

"Bagaimana keadaannya dok? " tanya Ping langsung bertanya.

"Ping!!." Mike mendekat kearah Ping dan mengajak nya keluar.

"Jadi...?"

"Kenapa kamu begitu formal dengan phi, santai saja. "

"Phi lagi bekerja... Jadi bagaimana keadaannya dok? . "

Mike menghela nafas melihat sikap Ping, tapi bagaimana, memang Ping seperti ini dari dulu.

"Nyonya Dirgantara h*mil Ping... "

"Hah? "

Tentu saja Ping terkejut, dia tidak menyangka akan jadi seperti ini.

"Bawahan mu yang membawa nyonya dirgantara kesini dalam keadaan pingsan ditepi jalan, jadi dia menyuruh phi menghubungi mu Ping. "

Ping hanya mengangguk, dia tidak tau lagi harus berkata apa, pasti akan menimbulkan masalah baru, lagi dia juga tidak berhak ikut campur.

"Phi Mike bantu aku jaga nyonya dirgantara, jika terjadi sesuatu hubungi aku Phi. "

"Baiklah Ping serahkan semua pada phi. "

Ping mengangguk, dia menatap wanita paru baya yang terbaring lemah dibrangkar, entah nanti Meen dan Daddynya masih bisa menerima .. Ping sedikit khawatir.

╞═════𖠁𐂃𖠁═════╡

TBC.


MY PINGTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang