MP 59

837 51 2
                                        

"Lagi apa? " tanya Meen yang baru saja pulang dan langsung memeluk Ping dari belakang.

"Nonton, phi capek ya? " balas Ping bertanya lalu membelai lembut rambut Meen dengan tangan kirinya.

Meen mencium singkat pipi Ping lalu  beranjak untuk duduk disamping Ping, dia pun juga merebahkan tubuhnya menjadikan paha Ping sebagai bantalan.

"Pria tua itu benar-benar menghilang. " ucap Meen menenggelamkan kepalanya ke perut datar Ping, dia juga memeluk pinggang Ping.

Ping merasa geli tapi dia biarkan saja, bahkan tangan kanannya masih sibuk memasukkan kripik ke dalam mulutnya.

"Apa phi mau aku bantu mencarinya? "

Meen tidak menjawab, dia meraba punggung Ping setelah tangannya berhasil menyingkap baju Ping.

"Biarkan saja, nanti juga dia akan kembali, tapi jika itu terjadi phi tidak akan mengembalikan perusahaan nya. "

"Phi Meen. "

"Mmm"

"Kita masih di ruang tamu.. "  Ping sedikit mendorong tangan Meen yang mulai nakal.

Ping berada di rumahnya tentunya ada beberapa pelayanan disana, namun kekasihnya ini malah mencoba membuka baju Ping, bahkan kepalanya sudah masuk kedalam baju kaos longgar milik Ping dan memainkan pusar kecilnya.

"Ayo kita kekamar... "

Plaakkk, " Ping memukul bahu Meen yang bicara sembarangan, ini masih sore ngapain ngajak ke kamar.

"Tega banget.." Meen memutar tubuhnya menatap wajah Ping dari bawah." kamu terluka sayang? "

"Nggak, bom nya mengenai papa, tapi udah diobati dan dua orang yang korupsi itu tewas di tempat. "

"Jadi... Kamu akan bertindak ..? "

"Ya balapan nanti , kita akan melakukan rencana dalam transaksi nanti. "

"Kamu harus hati-hati, ingatlah Antonio pria licik sayang. "

"Ya phi, aku akan hati-hati. "

"Lalu bagaimana dengan wanita itu, phi risih dia mendekat mulu. "

"Dia akan bertindak phi, apa phi sudah mengatur kodenya. "

"Tentu... "

Ping mengangguk lagi, dia juga punya rencana untuk menjebak wanita itu .

~~

Hari ini adalah hari pertandingan yang ditentukan oleh Antonio,  kenapa bisa? Tentu saja Antonio mengambil alih setiap kekayaan rekan kerjanya yang tewas. Dan dia sendiri selalu berhasil selamat.

Itu sudah berapa kali dia lakukan, dan dia menjadi semakin kaya raya dibalik orang yang bersusah payah. Bahkan Antonio di cap baik oleh polisi yang selalu menangani kasus  tanpa tahu Antonio lah dalang dibalik semuanya.

Malam ini juga dia mengadakan balapan tanpa bisa dihentikan polisi. Malah mendapat dukungan.

Ping menatap arena balapan itu, dia tentu saja diundang Antonio, selain perserta balapan, Ping juga jadi sponsor atas hadiah dari balapan ini.

Dua motor dari sorumnya , tentu satu motor gratis , yang satu dibayar oleh Antonio, juga dari Ping sendiri ada uang tunai.

Malam ini balapan yang diadakan Antonio cukup bernilai fantastis.

"Ping akhirnya kamu datang juga..." Antonio menyambut Ping dengan satu buket bunga untuk Ping.

"Thank u phi, aku dapat undangan kan? " tanya Ping dengan senyum manis dibibirnya membuat Antonio menatapnya tidak berkedip. Ping juga mengambil bunga yang dia berikan.

"Y~ Ya ekslusif untukmu... "

"Aku hanya pembalap phi. "

"Jangan merendah seperti itu, selain pembalap hebat kamu juga sponsor terbesar lo. "

Ping hanya mengangguk, tidak lama orang yang mengurus motor Ping datang.orang itu Membawa motor Ping untuk diperiksa. Dan Ping pun pamit dari sana.

"Jangan biarkan dia menang malam ini! " bisik Antonio pada salah satu anak buahnya.

"Tentu bos"

Antonio menatap kepergian Ping, meski dia tidak akan mencelakai Ping dia juga tidak akan mau kehilangan uang hanya untuk ini.

Jika Ping menang tentunya semua akan kembali pada Ping.

~~
Di lain tempat , tepatnya di gudang kosong dekat dermaga terbengkalai dimana banyaknya badan kapal usang terjadi sebuah transaksi senjata dan obat terlarang.

Seorang pria bertopeng menyaksikan dari jarak jauh dengan sniper laras panjang tentunya dengan teropong dari sniper itu sendiri.

Di belakang nya juga ada beberapa yang berdiri sama persis memegang senjata namun tidak laras panjang.

"Pergi tapi jangan terlalu dekat! "

"Apa bos akan datang? " tanya salah satu dari mereka pada pria bertopeng itu.

"Tentu saja, bos akan datang. Pergilah. "

Mereka mengangguk dan segera cepat menghilang berpencar disemua penjuru dermaga itu.

Tidak lama Meen datang membawa 15 anak buah nya dengan puluhan  koper ditangan mereka yang isinya adalah uang.

Kenapa Meen, ya ini adalah transaksi yang terakhir ditandatangani Dirga sebelum menghilang. Awalnya Meen ingin menghentikan transaksi ini dengan meminta bantuan Ping.

Tapi Ping mencegahnya setelah menyelidiki barang apa yang akan ditukar. Apalagi Antonio ikut dalam proses Penukaran ini , tentu saja dengan orang suruhan nya seperti biasa dia akan bermain dibelakang. Itulah alasannya mengadakan balapan.

Tidak menunggu lama , didepannya juga berkumpul satu pria seumuran dengannya dengan 15 orang juga dibelakang nya. Tentunya mereka membawa anak buah yang sama banyak.

"Mana barang nya?. "

"Santai bro, gue ngak nyangka tuan nichakon masih muda. "

"Tidak perlu basa basi. Serahkan barangnya. !"

Pria itu menaikkan tangannya mendengar suara tegas Meen Dengan senyum smirk nya menatap Meen,tentu ini tidak mudah.

30 perahu kecil mendekat, beberapa orang mengantarkan koper-koper berisi semua yang akan ditukarkan.

Meen sempat gugup, walaupun dia sudah berlatih untuk menghadapi ini dia juga tetap harus berhati-hati.

dia bukan Ping, dia hanya kuat dalam membangun perusahaan ,menghancurkan beberapa perusahaan bukan menghadapi hal seperti ini. Organisasi yang didirikan Meen pun mencangkup hal-hal bersih . Meski pernah menghancurkan organisasi besar itu dalam negri saja.

Namun sekarang ini transaksi gelap, jika Ping tidak datang entah bagaimana nanti Meen menghadapi resiko yang akan datang.

"Tenang Meen tenang... ! " batin Meen memasukkan satu tangan kedalam saku celana bahan yang dia pakai, mengepal erat tangannya disana.

Dia  juga melirik sekitarnya, banyak senjata yang mengarah pada mereka, terutama orang yang disuruh oleh Ping.

»»————> 𝑡𝑏𝑐 <————««

MP❤🤍

MY PINGTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang