MP61 (end2)

1.3K 64 8
                                        

Ping mundur melihat Antonio mendekat kearahnya, ada raut takut diwajahnya, apa dia bisa melawan Antonio,

"Ping sadar Ping,,,, lo bisa, lo sudah sejauh ini...! " gumam Ping mencoba menahan tubuhnya untuk berdiri.

"Mau kemana lo....?" gertak Antonio berjalan cepat kearah Ping, bisa Ping lihat tatapan menjijikan itu, bahkan Antonio berniat membuka ikat pinggang nya.

"Jangan mendekat..! " cegah Ping, mundur lagi hanya itu yang bisa diucapkan Ping.

"Pegang dia, kau juga buka bajunya...! " suruh nya lagi yang diangguki dengan semangat oleh anak buah Antonio.

"Lepas, anj..... " Ping mencoba melawan tapi kekuatannya tidak sekuat 4 orang yang memegangnya.

Ping mencoba memundurkan tubuhnya saat jaket hitam yang dipakainya sudah dibuka paksa oleh anak buah Antonio,

Mereka mengunakan pisau kecil membuat Ping tidak berkutik. Bahkan saat mereka merobek paksa baju kaos yang dipakainya.

"Ja-jangan.... " Ping mulai menitikkan air matanya, tubuhnya melemah, pandangannya kabur , dia bisa merasakan Antonio mulai meraba tubuh bagian atasnya yang telanjang.

".. Ahahahaha" suara tawa Antonio mengema di telinga Ping.

Jijik tentu saja, Ping mengepal tangannya yang dipegang oleh anak buah Antonio.

"Phi Meen...! " gumam Ping, hanya Meen satu-satunya yang dia harapkan datang saat ini. Jika tidak habislah sudah.

"Jangan sebut namanya brengsek  , seharusnya lo mendesah di bawah gue....! " ,bentak Antonio memegang dagu Ping, dia mencoba mencium bibir Ping .

Ping mengeleng tidak Terima, dia tidak akan mau dicium pria di depannya ini.menjijikan.

"Tidak akan ada yang menolong lo, dia... Dia pasti sudah mati, pria lemah seperti Meen, apa yang lo harapin... " Ping menatap wajah Antonio, lalu meludahinya.

Bukannya marah, Antonio malah mengusap wajahnya yang terdapat air ludah Ping  , mengertakan giginya sebentar lalu kembali tersenyum kearah Ping.

"Hahahhaah! ,gue suka wajah itu,  memohon sayang, gue bakal jadiin lo istri gue. "

Entah dari mana pria ini melihat Ping memohon padanya.

Ping tidak tau lagi harus berbuat apa, pegangan ditangannya semakin kuat, bahkan tubuh Antonio juga sudah tidak memakai pakaian seperti dirinya dia bisa merasakan sentuhan tubuh Antonio ditubuhnya.

Ping memejamkan matanya lagi, namun suara seseorang yang Ping kenal membuat hati Ping lega. Tubuhnya ambruk begitu semua pegangan terlepas dari tubuhnya.

"Brengsek, Beraninya kalian menyentuh Ping...! " Meen menembak anak buah Antonio hingga tewas. Juga menghajar Antonio sampai babak belur.

Barulah Meen berlari kearah Ping, membuka jaketnya untuk menutupi tubuh Ping.

"Ping tenanglah " gumam Meen merasakan Ping meronta di pelukannya "Maaf Ping , maaf phi terlambat... ."

Meen membawa Ping kedalam pelukannya, menenangkan Ping yang hanya diam saja, bahkan Meen melihat air mata Ping mengalir, hatinya sakit.

Dia kembali menatap tajam kearah Antonio yang masih bisa bergerak , dia sengaja belum membunuh Antonio , kematian terlalu mudah untuk nya.

"Bawa dia kemarkas! " perintah Meen pada anggotanya yang baru saja datang mengunakan mobil.

"Baik tuan muda..."

Meen sendiri langsung membawa Ping kedalam mobil, suara mobil polisi dan ambulan semakin banyak, Meen harus membawa Ping menjauh.

Semua akan diselesaikan oleh Elang, lagian orang-orang yang terlibat sudah diamankan termasuk Antonio.

~~

Tiga hari berlalu, Meen menatap Ping yang masih diam , Ping bersandar diranjang king size dikamarnya, tatapan Ping kosong seolah nyawanya dibawa pergi .

Meen menghela nafas, lalu memegang tangan Ping, sejenak Ping kaget, bahkan dia menarik tangannya dengan cepat, seolah dirinya tidak layak disentuh.

Sesakit nya Meen melihat Ping koma, lebih sakit lagi Meen melihat Ping berdiam diri seperti ini bahkan tidak mau disentuh.

"Sayang... ! Ini phi... " dengan lembut Meen mengelus punggung tangan Ping.

Ping melihat Meen sekilas lalu kembali menatap ke sudut kamarnya dengan tatapan kosong.

Meen tidak tau lagi harus berbuat apa, dia tidak tau apa yang terjadi pada Ping.

"My Ping, bicara dengan phi ya, phi mohon,,apa yang harus phi lakuin...? Phi mohon Ping jangan seperti ini....! "

Ping menangis, namun dia merebahkan tubuhnya, juga menutup matanya mengabaikan Meen .

Meen menghela nafas lagi, dia membiarkan Ping seperti itu.

"Meen , bisa bicara sebentar.. ! "

"Iya om...! " Meen menatap Elang sebentar , lalu kembali pada Ping, dia mencium dahi Ping dan berbisik.

"Istirahat sayang, phi disini bersama mu..."

Tidak mendapat respon dari Ping ,dia berlalu keluar dari kamar , untuk berbicara dengan Elang.

Sedangkan Elang melipat kedua tangannya didada, semenjak sadar dari koma, Ping memang sedikit berbeda, sebagai seorang ayah, Elang tau ada yang hilang dari putranya.

"Mungkin alterego Ping benar-benar menghilang..." Elang memecah keheningan diantara mereka, dia dan Meen sekarang berdiri didepan kamar Ping, menatap pria manis yang sekarang masih membungkus tubuhnya dengan selimut.

"Maksud om, Krittanun? , di-dia bisa menghilang..? " tanya Meen tidak percaya.

"Iya, mungkin Ping baru menyadari nya. "

"Tapi, bagaimana , maksud Meen itu tidak mungkin om, jika dia hilang seharusnya Ping juga.....! " Meen tidak melanjutkan perkataan nya tentunya Elang mengerti.

"Hufft ,Apa kita harus membawa Ping ke psikiater..? "

"Om, Ping tidak gila! . " Meen sedikit meninggikan suaranya,  ada apa dengan fikiran Elang.

"Om bingung Meen, om tidak tega melihatnya seperti itu. "

"Biar Meen yang bicara dengannya, kita tidak perlu bawa Ping kemana-mana dan menyuruh orang lain mengobati nya, jika memang Krittanun menghilang, itu bagus buat Ping, karna dia bisa menjadi manusia normal penuh kasih...! "

Elang mengangguk membenarkan kata Meen, jika benar Krittanun menghilang, Ping bisa menjadi dirinya sendiri dan mengendalikan emosinya.

"Ya om harap seperti itu, tapi kehilangan saudara dari lahir itu menyakitkan Meen... "

Elang menepuk pundak Meen setelah bicara lalu pergi dari sana, Meen juga terdiam.

»»————> 𝑡𝑏𝑐 <————««

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Nov 17, 2024 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

MY PINGTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang