L. Gelisah

1K 127 21
                                        

Tak perlu khawatir
ku hanya terluka
Terbiasa tuk pura² tertawa
Namun bolehkah
Sekali saja ku menangis
Sebelum kembali membohongi diri

( Runtuh - Fiersa Besari & Feby Putri )
---------------------------------------------------------

Tasya mengetuk²kan jemarinya gelisah di meja makan.
Kepalanya menoleh ke segala arah dengan pandangan menyebar gelisah.
Nafasnya pun memburu diiringi detak jantung yang tak normal.
Pengatur suhu Your Soul yang sejuk tak mampu menahan butiran keringat membasahi pelipisnya.

Ini sudah tak wajar.
Hampir setengah jam lamanya Syibilla belum kembali dari pamitnya tadi.
Tak mungkin berada di toilet dengan durasi waktu selama ini.
Tasya sempat mendatangi toilet cafe karena takut terjadi apa² dengan adiknya itu. Namun betapa kagetnya ia, saat tak mendapati sosok Syibilla disana.

Ia sempat berkeliling mencari Syibilla di area cafe. Hasilnya tetap nihil.
Sudah tak ia perhatikan lagi penampilan Melvin di panggung.

" Dek kamu dimana?.. " gumam Tasya resah sambil merutuki kecerobohan Syibilla yang meninggalkan tas dan ponselnya di meja, tempat mereka makan tadi.
Sebenarnya tak sepenuhnya salah juga karena niat awal Syibilla hanya ke toilet.
Benar² tak akan ada yang mengira bukan?

Melvin di panggung pun merasakan kegelisahan Tasya. Sejak tadi ia memperhatikan gadis idamannya itu tidak tenang dan ikut mencari sosok Syibilla, walau hanya bisa sebatas mengedarkan pandang.
Tepukan dan applause pengunjung cafe sebagai penikmat suaranya pun terasa hambar malam ini.
Tanggung jawabnya sebagai pengisi acara di malam itu harus ia tuntaskan terlebih dahulu.

Baginya waktu berjalan lebih lambat dari biasa, tak sabar ingin menuntaskan tugasnya malam ini.
Buyar sudah rencananya untuk memberi kejutan untuk Syibilla menyambut hari ulang tahun gadis itu.
Kini kecemasan yang dirasakan Tasya pun menular padanya.

" Yakin mbak, tadi ngeliat adik saya keluar dari Cafe? "
Tasya menatap serius seorang waitress frontliner yang bersiaga di depan pintu Cafe. Tangannya masih menyodorkan layar smartphone bergambar foto Syibilla pada waitress bername tag ' Kirana' di depannya.

" Iya kak, tadi saya sempat lihat kakak ini keluar , terus jalan ke arah selatan sana Kak. " tunjuk perempuan muda itu menunjuk ke depan kiri dari Your Soul berada.

Tasya mendesah cemas, hatinya gundah luar biasa.
Ada apa dengan Syibilla, mengapa gadis itu keluar dari Cafe tanpa memberitahukannya. Dan ada dimana dia sekarang.
Tak jelas rimbanya.
Meninggalkan seluruh barangnya, bahkan alat komunikasi yang penting pun untuk situasi seperti ini.
30 menit berlalu dan sudah banyak kemungkinan yang terjadi dengan Syibilla selama itu.

" Sya, sorry.. " tepukan Melvin di pundak Tasya yang berdiri resah di depan cafe. Gadis itu pun sontak menoleh ke lelaki yang baru saja menghampiri.
Wajah mereka berdua sama² tegang.

" Syibilla kemana? " tanya Melvin mencoba tenang. Ia memutuskan menyudahi penampilannya setelah 30 menit berada di atas panggung. Meminta pada rekannya menggantikan penampilannya khusus malam ini. Konsentrasinya terlanjur kacau.

" Gak tau Vin. Tadi kan pamit ke toilet. Tapi dia ga balik². Malah ada yang bilang dia keluar dari Cafe. " Tasya menggigit bibirnya resah. Terlampau resah.
Ada genangan yang siap meluncur dari sudut sepasang netra indahnya.

" Perasaan gue ga enak banget Vin. "

" Tenang dulu. Kita cari yuk. " Ia mengusap tengkuk lalu wajahnya sekilas lalu menggamit tangan Tasya. Mencoba santai walaupun sama resah dengan gadis di sampingnya ini.

Tasya segera meringkas barang² Syibilla, melongok notifikasi di layar depan ponsel yang ditinggalkan Syibilla. Berharap menemukan sesuatu yang bisa menjadi petunjuk dimana keberadaan gadis itu. Namun nihil.

Those Eyes Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang