r. Status Baru

1K 103 46
                                        


Haaiii...
Psssttt...
Iya tau.. long time no see.. aku lelet update..
Nih kukasih deh..
Happy reading yaa..

💖💖💖💖💖💖

Cahaya mentari masih malu² menampakkan
eksisnya kali ini saat Syibilla membuka tirai besar yang menjadi pembatas pandang balkon.

Ruangan ini cukup berdebu.
Sudah sekian lama gadis itu belum menyempatkan dirinya kembali kesini.
Sepasang netra itu menelisik semua ruangan.
Masih sama.
Tata letak perabotan yang ada, masih berada di tempatnya semula.
Bahkan ada barang yang memang sengaja Syibilla letakkan dengan letak yang tak seharusnya pun masih tetap bertengger disana.
Menghela nafas lirih, harapnya belum terwujud saat ini. Ataukah memang hanya tinggal harap saja.

Membaca deretan sticky notes yang dahulu rajin sekali ia gores dan tempelkan di dinding.
Terakhir berada di day 210.
Sudah sekian pekan bahkan purnama berlalu.
Kesibukan benar2 menyita hari dan waktu Syibilla.

Kini ia mencari sebuah warna baru dari lembar sticky notes yang tergeletak begitu saja di atas meja. Berdampingan dengan pulpen yang memang sengaja ia tinggalkan disini.

Day 358

Hai Boo,
Masih boleh kan aku manggil kamu dengan panggilan itu ?
Kalau kamu keberatan, bilang yaa..

Maaf aku lama ga main kesini.
Iya Boo, aku sibuk kerja magang.
Gila udah macem kerja rodi nih. Tapi it's okay Boo.. akhirnya sebentar lagi bakal selesai.

Oh ya Boo..
Minggu depan Kak Tasya mau nikah sama Kak Melvin. Seneng kan akhirnya mereka beneran bisa sampai ke tahap itu.
Mauku sih kamu ada di acara itu, datenglah.. tapi .. kayaknya ga bisa ya?
Ya, aku tau kalau banyak mau, tapi boleh kan masih berharap ?
Btw ..kalau memang saat itu kamu ga dateng, berarti genap satu tahun kamu pergi.. 😥

Mau sampai seberapa lama lagi ?
Atau memang kamu pengen ga balik lagi ?
Seenggaknya kasih kepastian ya.. what i have to do.. 😥

Itu adalah pesan terpanjang yang pernah Syibilla goreskan di deretan sticky notes.
Menempelkan warna ungu di satu sisi deret baru. Terlihat goresan tangannya memenuhi lembaran itu.
Lembaran² yang entah kapan akan terbaca oleh Andra.

Setidaknya Syibilla tetap berusaha untuk menepati janjinya pada Andra untuk selalu menunggunya. Seperti yang pernah lelaki itu pinta di beberapa kali kesempatan. Entah sampai kapan.

Ya, persis sepekan lagi acara pernikahan Tasya dan Melvin akan dilangsungkan.
4 bulan berlalu usai lamaran dadakan itu diadakan. Melvin ternyata sudah mempersiapkan semua dengan matang.
Ia menargetkan 3 bulan setelah lamaran resmi lalu untuk segera meresmikan status mereka.

Menggandeng beberapa vendor yang berpengalaman untuk mengadakan acara dengan tenggat waktu yang bisa dibilang singkat. Tasya dan keluarganya dipersilahkan untuk menuangkan segala ide dan konsep acara.

Beruntung Tasya dan keluarga sepakat tak ingin menuntut dengan konsep yang berlebihan. Bahkan gadis itu menginginkan sebuah acara yang sakral dan privat. Namun karena Om Adi bukanlah orang sembarangan, yang mana kolega bisnis dan kawan sejawatnya pun ingin menghadiri acara spesial tersebut, maka disepakati akan ada 2 acara resepsi dengan hari yang berbeda.
Itulah pernikahan, tak hanya menyatukan pemikiran oleh 2 orang sebagai pasangan namun juga 2 pihak keluarga besar.

Syibilla mengambil alat pembersih, gerakan tangannya yang lihai dan cekatan, menyusuri semua benda yang ada di apartemen Andra.
Mengusir debu yang entah sudah berapa lama hinggap disana.
Tak lupa ia membuka pintu balkon lebar².. membiarkan sinar mentari yang kini semakin meninggi untuk menjelajah bebas masuk ke dalam ruang. Pun membiarkan udara yang sempat terperangkap agar berganti dengan yang baru.

Those Eyes Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang