Z. Aamiinku yang Paling Serius

1.6K 177 67
                                        


Last part ?? 🤪😜
Warning : part ini panjang.. terpanjang diantara semua part yang ada.
HAPPY READING ALL

*************

Malam hampir berganti pagi.
Masih dini hari bila dijabarkan, bintang di mega nun jauh disana tak rela untuk pergi berpaling.
Nyawanya kembali dengan kerjapan mata yang mentralisir silau cahaya lampu di langit² kamar.
Terjaga saat merasakan posisi tidur yang tak nyaman. Benar saja, kaki jenjangnya ternyata menggantung di samping ranjang.
Untung saja tadi ia sudah melepaskan sepatunya sebelum memutuskan untuk merebahkan diri di kamar ini kembali.
Niatnya yang semula hanya meluruskan punggung, harus takluk dengan raga yang meminta haknya untuk beristirahat lelap.

Bergerak perlahan sekaligus sebagai peregangan tubuhnya, melirik penunjuk waktu di pergelangan kirinya.
01.20 .. ahh sudah berapa lama ia tertidur.
Mengapa serupa beruang yang berhibernasi di musim dingin tiba?
Andra meringis saat memijat kakinya sendiri yang terasa pegal.
Ia teringat terakhir melihat penunjuk waktu saat memasuki kamar ini.. 20.15..

Mencari benda pipih yang sejak tadi tak sempat disentuh, menemukannya dalam kondisi tak aktif, alias kehabisan daya.
Ia pun menghela nafas sebelum bangkit lalu mengambil pengisi daya di dalam tas yang ia bawa tadi siang saat tiba di rumah besar ini.
Rumah orang tuanya, tempat dimana ia dibesarkan.

Bukan tanpa alasan ia kembali ke rumah ini setelah beberapa bulan lebih sering menghabiskan waktunya di apartemen studionya. Andra serasa kembali menemukan dirinya saat berada di apartemen, setelah pertemuannya dengan Syibilla lalu.

Menata kembali tempat yang sempat memberinya kenangan kelam, mengubah beberapa sudut dengan hal yang baru.
Membuang barang² yang ia rasa sudah tak pernah ia butuhkan kembali, sekaligus membuang memori buruk nan kelam.
Deretan botol minuman beralkohol contohnya, sejak kenangan kelam itu sudah tak ingin berurusan dengan hal itu kembali. Cukup segala kebodohan saat itu memberinya pelajaran yang teŕamat mahal.

Andra melangkah ke kamar mandi.
Seperti yang selalu saja terjadi, rumah ini terlalu sunyi untuk sebuah kediaman keluarga. Walaupun siang tadi sang papa menitahnya untuk pulang. Yang menandakan keluarga ini lengkap dalam kata bilangan. Namun dalam keterikatan ? Andra tak mampu mendeskripsikannya dengan jelas.

Hingga menjelang malam tadi ia harus tunduk pada perintah sang papa untuk mengikuti pertemuan dengan klien.
Ia yang tak punya persiapan apapun, mau tak mau mendampingi papanya mendiskusikan hal² bisnis yang sama sekali tak ia pahami.
Andra mencoba meredam jiwa pemberontaknya. Belajar mengontrol emosi dan ego diri, ia paham kondisinya sebagai anak tunggal yang menjadi tumpuan keluarga.
Biarlah saat ini membuat papanya bahagia, sembari ia kembali mempersiapkan dan memulai langkahnya sendiri kelak.

Selesai membersihkan diri, Andra kembali duduk di atas kasur, mencoba menyalakan kembali ponsel yang telah ia isi daya dengan fast charging.
Melewatkan separuh hari tanpa sempat ia membuka apapun dari benda pipih itu.
Dan benar saja, dentingan notifikasi dari berbagai aplikasi yang tertanam di ponselnya riuh bersautan meminta perhatian.

Andra melewatkan beberapa yang dirasa tak penting. Hal pertama yang dituju adalah memasuki kolom aplikasi chat berlambang gagang telepon hijau.
Melewatkan beberapa kolom chat grup, menelisik chat pribadi yang beberapa langsung ia balas. Setelahnya menjelajah ke pembaruan status. Sebuah nama kontak yang selalu menjadi perhatiannya membuat sang jempol tak meresponse lama titah hati Andra.

Hanya sebuah foto langit malam, berhias rmebulan yang sedikit terselaput mega. Di samping kirinya dedaunan dari sebuah pohon yang rindang terlihat menambah kesan estetik visualnya.
Terdengar sebuah lagu syahdu suara dari Petra Sihombing yang merecycle lagu lawas sebuah soundtrack film terhits di jamannya.
Judulnya cukup singkat namun penuh makna, Denting. Andra mengenal lagu itu cukup baik. Salah satu lagu favoritnya, hingga masuk dalam songlist di sebuah aplikasi musik.

Those Eyes Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang