Malam telah larut, kekasihku. Namun, pikiranku malah mengembara kebelakang tahun. Merebut fokusku yang seharusnya sudah terlelap.
Kekasihku, bolehkah aku rindu?
Apakah kau baik-baik saja disana?
Sesungguhnya aku tidak pernah lupa mengirimimu surat kerinduan.
Aku harap Tuhan sudah menyampaikannya.
Malam ini aku kembali mengukirmu lewat sastra, kekasihku.
Dahulu, kau sering kali bertanya bagaimana hari-hariku tatkala malam sudah melapisi atap gubuk kita.
Kekasihku, aku sudah besar sekarang. Apakah harusnya kau bahagia?
Kekasihku, hariku jauh lebih berat sekarang. Aku rindu nyanyian sebelum tidur itu. Aku rindu melepas penat di pangkuanmu.
Kekasihku, mari bertemu lagi nanti dan kupastikan takkan ada lagi yang bisa memisahkan kita.
Bumi, 6 Oktober 2023
KAMU SEDANG MEMBACA
Hanya Coretan
PoésieBukan sebuah kalimat indah yang membuatmu kan terkagum-kagum. Seperti judul, puisi-puisi ini hanya sebuah coretan dari hati yang sering berubah musim.
