25. BERBALIK ARAH

72 2 0
                                        

25

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

25. BERBALIK ARAH

Patah hati bukan lagi sesuatu yang asing bagiku. Seiring waktu ia bahkan terasa seperti teman lama yang selalu datang kembali=Danialanza

Malam itu, angin sepoi-sepoi menyapu udara di beranda rumah rumah Galang. Setelah berbulan-bulan papanya bekerja di luar kota, akhirnya papana pulang. Papanya duduk di sebelah Galang menyandarkan punggung pada kursi rotan. Sebuah senyum tipis menghiasi wajahnya.

"Galang..." Papa memulai memecah keheningan."Kenapa nih anak papa yang biasanya usil kok jadi pendiem? Biasanya usil kok sekarang beda, "ucap papanya Galang lagi.

Galang menghela napas panjang. "Papa..." suaranya pelan, tapi cukup terdengar. "Gimana sih caranya papa bisa dapetin mama? Waktu pertama kali papa kenal mama, gimana sih rasanya? Papa pernah ditolak nggak?"

Papanya terdiam, tatapannya seolah melayang jauh, merenung ke masa lalu. Sebuah senyum kecil terbentuk di sudut bibirnya, seperti mengenang kembali bagaimana awal mula ia bertemu dengan mama Galang—wanita yang selalu ada di sisinya.

"Papa dan mama itu punya cerita yang panjang, Galang," jawab papanya dengan suara lembut, seolah membiarkan kenangan itu mengalir. "Dulu, waktu papa pertama kali jatuh cinta sama mama, itu bukan hal yang mudah. Mama itu bukan tipe wanita yang gampang jatuh cinta atau percaya begitu saja. Mama itu cerdas, tegas, dan punya prinsip yang kuat. Jadi, waktu papa pertama kali bilang suka, mama malah nyuruh papa untuk mencari orang lain yang lebih baik."

"Papa ditolak, Pa?" Galang bertanya lagi, penasaran.

Papanya mengangguk perlahan. "Iya, nak. Papa sempat ditolak. Rasanya, saat itu dunia seperti berhenti. Tapi, itu nggak membuat papa berhenti berusaha. Cinta itu bukan tentang mendapatkan apa yang kita inginkan dengan mudah. Terkadang, kita harus berusaha lebih keras untuk menunjukkan kalau kita benar-benar serius."

"Terus, gimana papa bisa bikin mama nerima papa? Apa yang papa lakuin?"tanya Galang.

"Papa nggak menyerah, Nak. Meskipun ditolak, papa terus berusaha menunjukkan kesungguhan hati. Papa nggak hanya bilang suka, tapi papa tunjukkan bahwa papa bisa menjadi orang yang baik buat mama. Mama itu lebih suka orang yang bukan cuma ngomong, tapi juga bertindak. Cinta itu bukan cuma soal kata-kata, tapi juga soal tindakan nyata."

"Jadi, papa nggak langsung menyerah gitu?" tanya Galang, masih mencerna.

"Betul, Nak," jawab papanya dengan tegas. "Papa nggak menyerah karena papa yakin kalau mama itu orang yang tepat. Tapi itu nggak mudah. Cinta itu nggak selalu tentang perasaan, tapi tentang kesiapan untuk menghadapi tantangan bersama. Cinta itu seperti tanaman yang perlu disiram dengan kesabaran dan pengertian. Kalau kita cuma berharap dan menuntut tanpa usaha, ya tanaman itu nggak akan tumbuh."

Galang terdiam, merenung. Papa benar. Mungkin selama ini dia terlalu banyak berharap, terlalu sering menuntut tanpa benar-benar memahami apa arti memberi dalam sebuah hubungan.

DANIALANZA [ END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang