Satu-satunya tempat di mana Erick bisa menemukan Nada sekaligus Danya adalah di laboratorium komputer. Semua orang sudah tahu hal itu. Tadi, Erick terlambat. Jadi dia dihukum dan tidak melihat Nada sampai istirahat pertama. Jadi, Erick menuju ke sana. Dan benar saja, dia mendapati Nada dan Danya sedang duduk di sana sembari membahas kasus yang tengah mereka selidiki tersebut.
Keduanya cukup kaget sekonyong-konyong Erick tiba-tiba membuka pintu laboratorium seperti Olivia.
"Ada apa kau ini?" tanya Nada.
"Ini tentang Sofiya." Erick duduk di kursi yang ada di samping Danya.
Danya menyeringai. "Sejak kapan orang ini masuk dalam tim kita?"
"Biarkan saja, Danya. Dia memiliki keterkaitan pribadi dengan Alice, bukan?" Nada mengembuskan napas panjang. "Jadi, ada apa?"
"Kemarin aku membuntuti Sofiya setelah menjenguk Alexander. Kau tahu apa yang kutemukan?" Erick merogoh ponselnya dari dalam saku. Dia memperlihatkan kepada Nada dan Danya foto sosok kurus kering berhoodie yang menjambak Sofiya di dekat rumah-sakit. "Sosok ini menjambak rambut Sofiya."
Nada meraih ponsel Erick. Dia seolah juga pernah melihat sosok tersebut. Tetapi, dia tidak bisa mengingatnya.
Danya pun sama. Tetapi, dia tiba-tiba mengingat foto keluarga Siadhail yang mereka temukan dari Arman. Di sana, ada empat bersaudara; Miguel, Ernest, Leslie dan Kitty. Wajah dalam foto itu menyerupai Ernest. Tetapi, sudah agak berbeda karena foto itu diambil bertahun-tahun yang lalu. "Ernest," kata Danya.
Nada membulatkan kedua bola-matanya—begitu pula dengan Erick. Mereka manggut-manggut setuju kalau itu adalah Ernest.
"Dia melarikan diri. Untuk apa lagi dia di sini?" tanya Erick.
"Kita tidak tahu. Tetapi, mungkin Arman akan tahu. Dia akan menyusuri kamera pengawas yang merekam kehadiran Ernest. Dia akan tahu sejak kapan Ernest kembali. Tetapi, kenapa kau mengatakan dia 'melukai' Sofiya?" tanya Danya.
Erick mengangkat bahu. "Sofiya memberinya uang. Setelah itu, dia sepertinya merasa tidak cukup."
"Sofiya bukan adik kandungnya, kenapa harus meminta uang padanya? Kenapa tidak pada Leslie?" tanya Nada.
"Itu kemungkinan karena kepribadiannya. Dilihat dari sisi mana pun, Sofiya lebih bisa cukup dimanfaatkan dibandingkan dengan Leslie. Jika Ernest melakukan ini pada Leslie, pasti Leslie akan mengamuk." Danya mengajukan asumsinya.
"Tetapi, apa kalian yakin kalau Ernest ada hubungannya dengan kasus ini?" tanya Nada.
"Bisa benar, bisa salah. Kita belum tahu nilai kebenarannya." Danya mengangkat bahu.
"Tetapi, apa pun itu, kurasa kita perlu mencari-tahu tentang Ernest ini. Dia kabur, sekarang dia kembali," kata Erick.
"Kembali pada saat pembunuhan terjadi," sambung Danya.
Mereka pun mengangguk secara bersamaan. Memang benar bahwa mereka harus menelaah siapa saja yang ada di sekitar Sofiya—bahkan jika itu seseorang seperti Ernest sekali pun.
***
Kehadiran Ernest kembali membuat Nada dan Danya membuat Arman harus menyelidikinya. Seperti kapan dia kembali dan di mana dia tinggal. Harusnya, mereka bisa langsung bertanya pada Sofiya. Tetapi, Sofiya pasti akan mengelak. Mereka tahu itu. Dan lebih baik, tidak usah terlalu dekat dengan Sofiya karena Sang Pembunuh berada di sekitarnya. Dia adalah orang yang berbahaya; yang mampu lakukan apa pun untuk menyelamatkan dirinya sendiri. Jika dia tahu penyelidikan Nada, Danya dan Arman sudah terlampau jauh—serta nekat—mungkin dia tidak akan tinggal diam.
KAMU SEDANG MEMBACA
The Killer [END]
Mystery / Thriller[SANG PEMBUNUH] 18+ PLAGIAT DILARANG MENDEKAT ❗ *** Blurb : Katanya, tiada yang menandingi pesona Dokter Alferd, setidaknya sebelum dia tewas secara mengenaskan di huniannya. Dirnada Hayes; putri dari kepala kepolisian kota yang memiliki ketertarik...
![The Killer [END]](https://img.wattpad.com/cover/358694698-64-k546647.jpg)