Dua Minggu sudah sejak percakapan sunoo dengan mereka di balkon malam itu, dua Minggu ini sunoo juga masih sibuk kesana kemari bersama Ricky, sunoo tidak lagi bicara dengan mereka sejak malam itu, mereka juga terlihat tidak keluar rumah. Sunoo juga sadar cuaca makin buruk dan makin tak menentu dari hari ke hari. Apa lagi saat siang dan sore hari. Saat Ricky menjemput sunoo dan saat Ricky mengantar sunoo pulang.
Disini lah sunoo sekarang. Mengetuk beberapa kali pintu rumah tetangganya. Setelah beberapa saat sunoo mendengar suara langkah kaki dan benar saja pintu terbuka. Mata Bambi itu nampak melebar beberapa saat karena melihat sunoo mungkin tidak menyangka kalau itu adalah sunoo.
"Tidak menyuruhku masuk?" Sunoo mendongak melihat heeseung yg masih diam saja.
Heeseung berdehem pelan dan barulah menyuruh sunoo masuk.
Sunoo masuk kedalam rumah itu dengan heeseung yg mengekor di belakang. Sunoo langsung berjalan menuju dapur, meletakan barang-barang yg dia bawa di atas meja. Masakannya. Sunoo membawa masakannya yg sudah dia masak dari rumah itu dan mulai menyajikannya di meja makan. Saat sunoo menyajikan makanan itu mereka semua ntah dari mana mungkin dari kamar masing-masing sudah berdiri memperhatikan sunoo yg kesana kemari menyiapkan makanan di meja makan. Sunoo membuat nasi goreng. Sunoo membuat ini tadi setelah jo dan harua pergi ke kampus.
Mereka tadi memang masih di kamar masing-masing tapi aroma sunoo langsung memenuhi rumah ini saat sunoo masuk, dan benar saja mereka langsung disuguhi pemandangan sunoo yg nampak telaten menyiapkan makanan di meja makan. Mereka masih berdiri dalam diam berpikir apa mereka sedang berhalusinasi?. Namun suara sunoo menyadarkan mereka kalau ini nyata.
"Kenapa masih berdiri di situ, kemarilah dan makan" sunoo menoleh pada enam iblis itu yg kini masih berdiri seperti orang linglung.
Mereka mengerjap saat suara lembut sunoo memenuhi pendengaran mereka, maka dengan langkah pasti mereka mendekat dan langsung duduk di meja makan. Netra yg akhir-akhir ini nampak sayu seperti tidak ada tanda-tanda semangat hidup itu kini nampak berbinar. Saat melihat nasi goreng buatan sunoo yg dari penampilan dan baunya saja sudah jelas sangat lezat.
"Makanlah..." Sunoo mengatakan itu, sunoo juga langsung menuangkan air minum untuk mereka. Sunoo melihat mereka mulai makan, tapi sunoo sedikit meringis melihat mereka makan seperti orang kelaparan.
"Astaga... Pelan-pelan. Tidak akan ada yg mengambil makanan kalian."
Mereka mendengar ucapan sunoo, tapi mereka masih saja makan masakan sunoo itu seperti orang yg sudah tidak makan bertahun-tahun. Pada kenyataannya bisa di bilang seperti itu. Mereka hanya makan alakadarnya, mereka tidak makan dengan benar jika bukan sunoo yg memasak.
Melihat mereka makan dengan lahap sunoo sedikit tersenyum tipis, sunoo berdiri dari duduknya. Melanjutkan mengeluarkan makanan yg dia buat. Ada macam-macam itu jenis makanan yg bisa tahan agak lama jadi bisa di panaskan saja jika mau makan lagi, sunoo juga membuat beberapa dessert. Sunoo membuka kulkas di rumah itu. Dan benar saja isinya kosong hanya ada air putih dan beberapa minuman bersoda. Sunoo memasukkan makanan yg dia buat kedalam kulkas itu hingga kulkas itu kini nampak penuh oleh makanan.
Setelah itu sunoo melirik mereka yg masih belum selesai makan. Sunoo melirik seluruh rumah yg nampak sangat berantakan. Sudah jelas tidak pernah di bereskan. Maka sunoo berjalan ke ruang tamu. Membereskan rumah tengah itu yg nampak berantakan. Sunoo merapikan barang-barang dan mengembalikan pada tempatnya. Untuk sampah sunoo membaca mantra dan dalam sekejap ruang tengah itu sudah rapi dan bersih. Setelah itu sunoo kembali lagi keruang makan melihat mereka yg ternyata sudah selesai makan. Sunoo membersihkan sisanya mencuci piring-piring kotor itu. Sunoo juga sadar sedari tadi gerak geriknya tidak lepas dari mata enam iblis itu. Sunoo selesai mencuci piring dan mengelap tangannya yg basah itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
Nightmare || Kim.Sunoo
Historical FictionSunooharem Au !!!! Sunoo tidak pernah menyangka bagaimana bisa dia sampai di malam yg penuh mala petaka tersebut. Malam petaka yg mengubah hidupnya, bukan hanya hidupnya tapi juga memori, indentitas dan spritualnya juga ikut berubah. Ada banyak pert...
