Mata bak rubah itu perlahan terbuka, netra sewarna madu itu mengerjap. Sadar dirinya bangun, sunoo memejamkan mata kembali. Air mata itu mengalir begitu saja dari kedua sudut matanya. Sunoo bangun dengan perasaan yg begitu sesak. Dengan perasaan sakit dan nyilu pada seluruh tubuhnya. Sunoo tau ini...harapan dia untuk mati itu hanyalah fatamorgana. Iblis-iblis itu tidak akan membiarkan sunoo mati begitu saja. Tidak tau lagi bagaimana menggambarkan rasa sakit,benci,sesal,amarah,jijik, semua itu sunoo rasakan saat sunoo menyadari bahwa tangan dan kakinya masih terikat rantai, sunoo masih berbaring telentang di kasur itu tanpa sehelai benangpun yg menutupi tubuh polosnya.
"Sudah bangun?" Suara serak niki menyapa pendengaran sunoo.
Sunoo kembali membuka mata menoleh kesamping, ternyata enam iblis itu duduk disana, menyilangkan kaki dan melipat tangan didada memandang sunoo dengan senyum penuh kemenangan.
"Kalian benar-benar gila, sakit... Bajingan brengsek!!! Lepaskan aku iblis sialan!!!!"
Sunoo meneriakan itu dengan kemarahannya dan tatapan penuh kebencian yg sunoo layangkan pada iblis-iblis itu.
Iblis-iblis itu justru tertawa mendengar semua umpatan yg sunoo layangkan pada mereka. Apakah ini fetish baru, harus mereka akui ntah bagaimana caranya mereka suka sekali mendengar sunoo mengumpat, mulut yg selalu bertutur lembut itu sekarang mulut cantik itu mengeluarkan umpatan nan sarkas. Tapi ntah bagaimana caranya umpatan itu terdengar seksi sekali jika sunoo yg mengatakannya, umpatan yg sunoo lontarkan seperti bahan bakar api neraka, yg membuat api neraka semakin bergejolak dan hal itu justru membuat iblis itu terasa begitu senang terbukti seringai mereka yg semakin lebar. tatapan penuh kebencian yg sunoo layangkan pada mereka itu justru menjadi pelangkap sempurna dengan umpatan yg sunoo layangkan pada mereka. Tatapan sunoo itu seperti sunoo tengah menatap mereka dengan pandangan menggebu-gebu dan bagi iblis-iblis itu sunoo yg seperti itu justru terlihat begitu memikat. sunoo selalu saja berhasil membuat iblis-iblis itu jatuh pada pesonanya dengan ekspresi apapun yg dia tunjukan bahkan meski itu ekspresi penuh kebencian.
Tawa iblis itu memenuhi pendengaran sunoo, seringai jahat itu memenuhi penglihatan sunoo. Sunoo harap dia tuli hingga dia tidak dapat lagi mendengar tawa jahat itu, sunoo harap dia buta hingga dia tidak lagi melihat seringai jahat itu. Karena demi apapun melihat mereka yg seperti sekarang ini rasanya sunoo ingin mati.
"Kami tidak gila lagi sunoo. Kami sudah waras sekarang. Semua kegilaan itu sudah lenyap bersama semua cairan itu yg memenuhi dan membasahimu". Heeseung mengatakan itu dengan seringainya tentu saja.
Sunoo yg melihat dan mendengar kalimat frontal itu langsung mengalihkan pandangan.
"Dan kami tidak sakit. Bahkan kami tidak pernah merasa sebaik ini sebelumnya. Dapat merasakanmu kembali tentu rasanya luar biasa." Jake mengatakan itu sambil matanya menyelusuri setiap lekuk tubuh sunoo
"Sudahlah sunoo, kamu juga menikmatinya buktinya kamu mendesah nikmat". Jay tersenyum penuh kemenangan sambil mengingat suara desahan sunooo.
Mendengar semua kalimat menjijikkan itu sunoo meremat kuat rantai yg mengikat tangannya. Sunoo menggigit kuat bibirnya agar isakannya tidak lolos lagi. Sunoo kembali menangis tentu saja.
"Kamu lihat kamar ini sudah di kelilingi kaca agar kamu bisa melihat sendiri bagaimana ekspresimu ketika kami gagahi, agar kamu lihat sendiri bagaimana lubangmu melahap milik kami dengar lapar" sunghoon mengatakan itu sambil melihat pantulan sunoo dari kaca
Mendengar itu sunoo seketika jadi sadar, benar saja dinding kamar ini ntah sejak kapan di kelilingi oleh kaca, bahkan sekarang sunoo dapat melihat jelas bagaimana menyedihkan dirinya sekarang.
"Mulai sekarang kamu tidak akan bisa keluar kamar ini, tidak akan bisa melangkah walau selangkah pun, mulai sekarang tidak akan ada lagi baju yg menutupi tubuh indahmu itu. Setelah menjadi jalangnya kami, kamu tidak membutuhkan baju lagi sunoo" jungwon mengatakan itu dan melihat sunoo dari ujung rambut sampai ujung kuku melihat bagaimana sempurnanya lekukan tubuh sunoo.
KAMU SEDANG MEMBACA
Nightmare || Kim.Sunoo
Historical FictionSunooharem Au !!!! Sunoo tidak pernah menyangka bagaimana bisa dia sampai di malam yg penuh mala petaka tersebut. Malam petaka yg mengubah hidupnya, bukan hanya hidupnya tapi juga memori, indentitas dan spritualnya juga ikut berubah. Ada banyak pert...
