Hari sudah sore saat sunoo baru saja kembali dari bertemu taki, sunoo mengatakan semuanya pada taki tentang bangsa vampir yg akan segera datang kemari, sunoo juga menceritakan pada taki tentang masalah orang tuanya, sunoo juga sudah mengambil keputusan, dan keputusan itu jelas taki tidak suka tapi taki tetap mendukung keputusannya.
Sekarang sunoo sedang berada di danau bersama enam alphanya, saat sore seperti ini danau ini terlihat sangat indah, bunga-bunga mawar yg tumbuh disekitar danau juga bermekaran dengan begitu indah, disini sangat tenang dan damai... Semua memang terlihat tenang sebelum badai akan datang.
Sunoo duduk di rerumputan melihat jake,jay dan niki sibuk melempar batu di danau berlomba siapa yg melempar paling jauh, di atas bebatuan heeseung dan sunghoon sedang adu kekuatan dengan adu panco. Sunoo tersenyum melihat itu, sunoo sedang duduk disebelah jungwon sekarang.
"Sunoo apa yg kamu bicarakan dengan taki tadi? Kamu agak lama dirumahnya".
Jungwon menoleh kesamping melihat sunoo.
Mendengar itu sunoo menoleh
"Tidak, hanya... Emm aku juga membantu taki berlatih"
"Benarkah?"
"Iyaa won" setelah mengatakan itu sunoo mengalihkan pandangannya, sunoo tidak tau lagi bagaimana ekspresi wajahnya sekarang sunoo tau dia benar-benar pembohong yg buruk.
Tidak lama setelah itu datang lah Niki dengan wajah sangat cerah menghampirinya sunoo, dan jay dan jake yg terlihat sedikit kesal.
"Saatnya mengambil hadiah" niki tersenyum pada sunoo yg membuat sunoo memasang raut bingung
"Hadiah? Kalian taruhan apa?" Jungwon yg disamping sunoo menatap tiga orang itu curiga
"Aku melempar batu paling jauh, juara pertama", Niki menepuk dadanya bangga
"Dan hadiahnya dapat lima ciuman dari sunoo"
Saat mendengar itu sunoo dan jungwon kompak memasang wajah cengo. "Kalian tidak minta persetujuan sunoo"
Jungwon geleng-geleng kepala
Niki memegang tangan sunoo sudah duduk disamping sunoo, memandang sunoo dengan wajah berharap.
"Ayolah sunoo, aku harus mengambil hadiahku"
"Lima ciuman?"
Niki mengangguk.
"Yaa lima ciuman, disini satu, disini satu..." Begitulah niki menunjukan letak dimana sunoo harus menciumnya
Sunoo dapat mendengar jungwon, jake dan jay berdecak kesal
Melihat mata niki sudah berbinar maka sunoo menangkup wajah niki sambil tersenyum tipis, sunoo langsung memberi satu kecupan di dahi, dua kecupan untuk pipi kanan dan pipi kiri, dan dua kecupan di bibir. Sesuai request dari niki, setelah itu sunoo dapat melihat Niki senyum-senyum tidak jelas.
Sunoo pikir sudah selesai, tapi kemudian jake duduk didekat sunoo ditempat Niki tadi yg membuat sunoo kembali memasang wajah bingung.
"Juara kedua, hadiahnya tiga ciuman" jake mangatakan itu dengan santai sudah siap menerima hadiah dari sunoo jake juga langsung menunjukkan letaknya dimana.
Sunoo melihat itu tidak dapat menahan tawanya, astaga abstrak sekali. Setelah itu sunoo menangkup wajah jake dengan tangan mungilnya, memberi dua kecupan di pipi kanan dan pipi kiri, lalu satu kecupan di bibir. Sama seperti niki jake juga senyum-senyum setelah itu.
"Juara ke tiga?" Sunoo memandang jay yg juga sudah mendekat kearahnya
"Hmm juara tiga. Satu ciuman... Sunoo beri aku bonus satu ciuman lagi" jay memegang tangan sunoo
"Jay... tidak bisa. Itu namanya curang" jake langsung tidak terima
"Salah sendiri dapat juara tiga" niki mengatakan itu sambil terkekeh
KAMU SEDANG MEMBACA
Nightmare || Kim.Sunoo
Historical FictionSunooharem Au !!!! Sunoo tidak pernah menyangka bagaimana bisa dia sampai di malam yg penuh mala petaka tersebut. Malam petaka yg mengubah hidupnya, bukan hanya hidupnya tapi juga memori, indentitas dan spritualnya juga ikut berubah. Ada banyak pert...
