59 : dimensi lain

1.7K 119 22
                                        

"Katanya ingin membangunkan Putri salju dengan ciuman, tapi bahkan pangerannya saja masih tidur".
Sunoo tersenyum dan bergumam pelan sambil melihat wajah tampan jungwon yg tertidur pulas. Sunoo menusuk pelan-pelan pipi jungwon dengan telunjuknya di tempat biasa lesung Pipitnya disitu. Sunoo tertawa pelan karena ternyata jungwon tidak terganggu sama sekali. Sunoo bangkit dari tidurnya mengecup bibir jungwon sekali setelah itu berjalan keluar kamar. Kamar sunoo ada di lantai satu. Ini sudah pagi tapi sepertinya penghuni rumah ini belum ada satupun yg bangun. Selama di sini sunoo memang jadi lebih sering di tidurkan oleh-oleh iblis itu tapi tidur bagi vampir sepertinya tidak berpengaruh sama sekali sama saja seperti tidak sadarkan diri, saat tidur sunoo tidak mengigau atau bermimpi apapun bahkan saat tidur sunoo tidak bergerak sama sekali. Tidur bagi vampir sepertinya sama saja seperti mati, memejamkan mata,tidak bernafas, dan tidak bergerak. Jika di pikir-pikir itu pasti terlihat err agak menakutkan apalagi kulit putih pucat dinginnya sudah pasti terlihat seperti mayat.

Sunoo membuka pintu depan langsung bersemangat melihat putih salju seluas mata memandang. Sunoo berjalan keluar kaki telanjangnya menyentuh langsung lembutnya salju, sunoo mendongak melihat keatas sepertinya matahari baru saja terbit. Sunoo melihat ke sekeliling, sunoo menutup mulut ternyata tempat ini dikelilingi bunga mawar, ini seperti kebun bunga mawar. Sunoo menyentuh mawar-mawar yg membeku itu, aneh sekali bunga-bunga mawar ini tetap tumbuh dan berbunga seperti tidak terpengaruh sama sekali meski sekarang bunga-bunganya, batangnya, dan daun-daunnya membeku seperti kristal bening. Sunoo masih sibuk memperhatikan bunga-bunga itu ketika dia mendengar suara langkah kaki dan setelah itu sebuah lengan melingkar diperutnya.

"Apa yg kamu lakukan pagi-pagi begini diluar dengan cuaca sedingin ini hmm"
Suara sunghoon tepat di sebelah telinga sunoo. Sunoo yg mendengar itu mengelus lengan sunghoon.

"Tidak ada, aku hanya ingin melihat-lihat keluar" sunoo menjawab dan masih melihat mawar-mawar yg nampak indah itu.

Sunghoon melihat arah pandang sunoo sambil terus memeluk tubuh mungil itu dari belakang, sunghoon tau sunoo memang menyatu dengan dingin lihat saja panampilanya sekarang, sunoo hanya memakai baju kaos kebesaran lengan pendek sampai paha tanpa celana juga tidak memakai alas kaki apapun. Di cuaca dengan suhu -30°c, sunoo tidak terpengaruh sama sekali bahkan dia terlihat segar di tempat yg semakin dingin. Sunghoon mengeratkan pelukannya, mengecup tengkuk dingin sunoo. Menghirup aroma vanilla rose itu, jika didekat sunoo rasanya mereka selalu ingin menciumi seluruh tubuh sunoo, menghirup aroma wanginya, kenapa sunoo sangat wangi? Kenapa sunoo selalu wangi?. Sunoo bukan lagi seperti memakai parfum tapi sunoo adalah parfum itu sendiri. Wangi yg paling wangi dan paling candu di seluruh dimensi.

"Jadi dari sini kalian memetik bunga yg selalu kalian letakan di kamarku setiap malam?"

Sunghoon yg mendengar itu berdehem mengiyakan. Soal mereka yg sering meletakkan bunga mawar di di dekat jendela kaca kamar sunoo di dunia manusia itu benar-benar mereka lakukan, bukan hanya dalam mimpi ilusi itu, itulah kenapa mereka dengan mudah tertipu oleh ilusi mimpi itu. Karena memang hampir sama persis bahkan tempat ini adalah tempat ilusi mimpi itu. Tempat ini juga nyata, itulah kenapa juga mereka tidak menyangka sama sekali bahwa semua itu hanya ilusi mimpi. Sunghoon memejamkan mata mengingat ilusi mimpi yg membuat mereka merasa gila paginya itu. Sunghoon menyembunyikan wajahnya diceruk leher samping sunoo kembali menghirup aroma sunoo, kali ini bukan mimpi bukan ilusi lagi, sunoo benaran nyata sekarang. Mereka sudah tinggal dirumah itu bersama sunoo hampir setahun disini. Semuanya nyata dan sekarang sunoo berada dalam pelukannya.

"Apa hanya ada kita di dimensi ini?" Sunoo kembali bertanya melihat kesekitar sepertinya tidak ada tanda-tanda kehidupan dan dapat sunoo tebak memang ada satu rumah itu disini, juga kebun mawar seluas mata memandang.

Sunghoon melepaskan pelukannya lalu membuka jaket yg dia pakai, memakaikannya di tubuh mungil sunoo, sunghoon tersenyum tipis melihat tubuh mungil itu tenggelam karena jaket nya yg kebesaran di tubuh sunoo bahkan sekarang tangannya tidak kelihatan. Sunghoon juga mengancingkan jaket itu sampai leher.

Nightmare || Kim.SunooTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang