Apa sunoo bisa menyebut ini sebuah kemajuan, tadi saat mandi niki melepaskan ikatan rantai di kaki dan tangan sunoo, sekarang sunoo juga sudah memakai baju tidak lagi telanjang seperti biasanya. Sunoo sedang memejamkan mata seperti biasa terbaring di kasur dengan tangan dan kaki yg terikat, rantai sialan ini hanya dilepas sebentar tadi saat mandi, sunoo memakai kaos kebesaran milik niki sekarang. Tadi setelah mandi sunoo kembali minta tidur pada niki, sunoo tertidur dalam pelukan niki karena merasa lelah mental setelah kegiatan panas yg sangat tidak manusiawi. Perut sunoo kembali mual mengingat itu, sunoo menahan dirinya untuk tidak muntah. Ntah sejak kapan rasanya sekarang setiap mengingat hubungan sex sunoo merasa perutnya bergejolak dan mual tak terhingga.
Ntah berapa lama sunoo tertidur dan saat bangun sunoo tidak menemukan niki disebelahnya dia kembali sendiri di kamar besar ini, persis seperti orang bodoh.
Sunoo tetap dalam posisi itu ntah sudah berapa lama, memang mau berganti posisi bagaimana lagi jika dia bahkan mengiring pun tak bisa terkecuali ada iblis-iblis itu disini, rantai ini akan sedikit memanjang otomatis membuat sunoo bisa sedikit leluasa bergerak. Beberapa saat setelah itu sunoo mendengar suara pintu yg terbuka, sunoo tidak membuka mata bahkan saat orang itu naik ke atas ranjang, sunoo tersentak ketika tubuhnya dengan mudah di baringkan diatas tubuh besar orang itu, sunoo membuka mata dan langsung bersitatap dengan mata bambi itu. Melihat heeseung sedikit menaikkan alisnya.
"Turunkan, aku berat..." Sunoo membuka suara karena badannya memang benar-benar berbaring di atas tubuh besar heeseung sekarang.
Mendengar hal itu heeseung tertawa.
"Barat? Yg benar saja... Kamu itu seringan kapas".
Sunoo berdecak mendengar itu, apa lagi sekarang lengan besar heeseung memerangkap tubuh tengkurapnya. Sunoo menunduk, sangat menyebalkan melihat wajah heeseung maka yg sunoo lakukan membaringkan wajahnya di dada heeseung dan menghadap ke samping. Hal itu lagi-lagi otomatis sunoo jadi melihat bayangan mereka di cermin, menyebalkan. Maka sunoo kembali menutup mata dan tanpa dapat di cegah telinganya mendengar detak jantung heeseung yg terdengar beraturan. Lama mereka dalam posisi itu saling diam, heeseung juga tidak mengatakan apapun. Sunoo dapat merasakan tangan besar itu mengelus punggungnya juga heeseung yg sesekali mengecup kepalanya. Semuanya terlihat normal dan manis jika seperti ini. Jika saja heeseung tetap jadi heeseung tidak perlu sifat iblisnya, tidak perlu kalimat menjijikkan itu, tidak perlu perlakuan kasar itu, tidak perlu seringai jahat itu, tidak perlu tatapan bengis itu. Sunoo membuka mata kembali menatap sendu pantulan mereka di dinding kaca. Sunoo merindukan mereka. Rasanya sangat rindu. Perasaan rindu itu tidak hilang meski sekarang heeseung memeluk tubuhnya dengan erat seperti ini, bahkan sekarang sunoo mendengar jelas detak jantung heeseung. Sunoo mengigit bibirnya ketika perasaan sesak itu kembali menyeruak.
"Aku dengar kamu sudah mulai jadi anak yg baik". Heeseung mengatakan itu dan suaranya sedikit teredam puncuk kepala sunoo karena heeseung sibuk menghirup aroma wangi rambut sunoo.
Mendengar itu sunoo hanya berdehem. Setelah itu kepala sunoo kembali di dongakan, kedua telapak tangan heeseung menangkup pipi sunoo memaksa netra sewarna madu itu bersitatap dengan matanya, melihat bagaimana netra sewarna madu itu pas sekali dengan rambut pirang platinanya, juga kulit putih seputih dan selembut salju, lalu bibir semerah darah. Heeseung menelisik wajah cantik sunoo tanpa berkedip, dia sedang terpesona akan kecantikan dan keindahan sunoo. Sunoo mengerjap.
"Lepaskan rantai ini, aku berjanji akan jadi anak yg baik..." Kalimat itu keluar begitu saja dari mulut sunoo, sudahlah...dikabulkan syukur kalau tidak mungkin coba lagi lain waktu. Sunoo juga menatap mata heeseung dengan tatapan memohon tentu saja.
Kemudian sunoo dapat melihat heeseung menyeringai, sunoo benci sekali seringai itu.
"Ya sudah kalau tidak mau". Sunoo mengerucutkan bibir kecewa, Sunoo juga melepas tangan besar heeseung yg ada di pipinya kemudian kembali menunduk menyembunyikan wajahnya dan mendusel didada bidang heeseung persis seperti orang yg sedang merajuk.
KAMU SEDANG MEMBACA
Nightmare || Kim.Sunoo
Ficción históricaSunooharem Au !!!! Sunoo tidak pernah menyangka bagaimana bisa dia sampai di malam yg penuh mala petaka tersebut. Malam petaka yg mengubah hidupnya, bukan hanya hidupnya tapi juga memori, indentitas dan spritualnya juga ikut berubah. Ada banyak pert...
