Sunoo tetap berada di balkon itu semalaman, tidak beranjak masuk ke kamar sampai matahari terbit, sunoo juga menangis semalaman. Jika dia manusia sunoo tau wajahnya sekarang pasti sudah sembab dan mata yg bengkak tapi karena sunoo vampir meski dia menangis semalam wajahnya tetap baik-baik saja seperti tidak terjadi apa-apa. Meski begitu tatapan sunoo berbeda, sunoo tau tatapan nya sekarang seperti orang linglung. Bagaimana sekarang sunoo bisa bertemu tatap dengan enam alpha itu, sunoo pembohong yg buruk mereka akan cepat tau bahwa ada sesuatu yg salah dengan sunoo.
Air mata sunoo kembali jatuh, bagaimana ini, bagaimana... Sunoo menanyakan itu pada dirinya ribuan kali, sunoo harus cepat mengambil keputusan. Apa sunoo harus meninggalkan mereka?
Sunoo menyembunyikan wajahnya di kedua lututnya sekarang...
Sunoo tidak mau jauh dari mereka tapi jika sunoo tidak melakukan itu orang tuanya akan tiada. Sunoo meremat kuat dadanya yg terasa sesak sangat sesak. bagaimana bisa sunoo memilih. Jika sunoo meninggalkan mereka apa mereka akan membenci sunoo? Sepertinya iya.. bukankah sudah terlihat jelas bahwa sunoo seperti seorang penghianat.
Sunoo berdiri dari duduknya, sinar matahari menyilaukan matanya maka sunoo masuk kedalam kamar, sunoo duduk di depan meja rias melihat bagaimana penampilannya, rambut pirangnya, rambut ini seperti warna rambut ayahnya dan mata rubah ini seperti mata milik ibunya, netra mata sunoo yg berwarna madu itu juga sama persis seperti ibunya. Dua puluh tahun lebih sunoo tidak bertemu mereka, ayah dan ibunya dua orang paling berarti dalam sunoo yg paling sunoo sayangi, yg sunoo rindukan, yg selalu hadir dalam mimpi sunoo.. dua orang yg sunoo pikir telah tiada ternyata sedang tersiksa disuatu tempat sedangkan sunoo hidup dengan baik tanpa tau apa yg terjadi sebenarnya. Di tambah sekarang paman ann juga ada di tempat penyiksaan itu. Tangan sunoo berpegangan kuat pada ujung meja jika tidak dia akan luruh ke lantai karena sungguh memikirkan bagaimana sakit orang tuanya yg disiksa setiap hari selama lebih dari dua puluh tahun membuat seluruh persendian sunoo menjadi lemas.
Sunoo juga memikirkan tentang bangsa vampir yg dua hari lagi akan datang kemari, jika satu hari ini berlalu berarti tinggal satu hari lagi, sunoo tidak bisa membayangkan bagaimana kacaunya dunia werewolf saat vampir itu kemari, akan ada korban.... sungguh, sunoo benci akan hal itu.. sunoo tidak mau semua itu terjadi. Apa lagi melihat enam alpha-nya sampai terluka.
Tok...tokk... Pintu kamar sunoo diketuk
"Sunoo..." Dan sebuah suara memanggil namanya di balik pintu.
Sunoo segera memperbaiki penampilannya di didepan kaca, sunoo berjalan untuk membukakan pintu.
"Jungwon..." Yg berdiri didepan kamar sunoo adalah jungwon.
Sunoo melihat jungwon tersenyum, dan jungwon langsung mendekat pada sunoo.
"Apa kamu baik-baik saja? Maksudku kamu tidak keluar kamar semalaman" wajah jungwon nampak khawatir sekarang.
"Aku baik-baik saja" sunoo tersenyum dan memegang tangan besar jungwon.
"Mau masuk?" Sunoo menawari jungwon untuk masuk ke kamarnya dan jungwon mengangguk mengikuti sunoo masuk. Mereka duduk ditepi ranjang sunoo menghadap ke balkon. Kemudian sunoo dapat merasakn tangan jungwon berada dikening,pipi, juga leher sunoo. Sunoo yg mendapat perlakuan seperti itu menjadi bingung, dan sekarang jungwon membawa sunoo kedalam pelukannya membuat sunoo menyandar didada bidang itu.
"Aku pikir kamu demam, bisa sajakan vampir demam" jungwon berkata pelan.
Sunoo yg mendengar itu sedikit tersenyum.
"Aku tidak sakit won, vampir tidak demam"
"Baguslah" jungwon mengelus bahu sunoo.
Sunoo menikmati pelukan jungwon rasanya sangat nyaman, sunoo juga mendengar irama detak jantung jungwon, selalu begini sunoo selalu suka mendengar detak jantung alpha-nya, feromon jungwon juga menenangkan untuk pagi sunoo yg suram.
"Kamu belum makan dari semalam" jungwon mengecup kening sunoo
Sunoo yg mendengar itu tanpa sadar meremat kaos depan jungwon, Dia monster. Kalimat itu kembali terngiang di benak sunoo, jungwon mengatakan itu pasti sekarang dia mau memberikan darahnya pada sunoo. Tanpa sadar sunoo menggeleng pelan.
KAMU SEDANG MEMBACA
Nightmare || Kim.Sunoo
Historical FictionSunooharem Au !!!! Sunoo tidak pernah menyangka bagaimana bisa dia sampai di malam yg penuh mala petaka tersebut. Malam petaka yg mengubah hidupnya, bukan hanya hidupnya tapi juga memori, indentitas dan spritualnya juga ikut berubah. Ada banyak pert...
