Chapter 50

56.4K 2.4K 372
                                    

Chapter ini berisi 3500 kata. Bacanya harus santai yaa, biar feelnya berasa. Ditunggu komentar dan responnya. Happy reading ❤️

****

"Kubilang juga apa." Gero menepuk tangannya satu kali dengan kuat. "Kau bukan kurang jantan. Kalian hanya butuh sedikit liburan."

Sebagai mertua sekaligus orang tua dari pihak perempuan, saat diberitahu apabila putri mereka hamil, Delta melotot dan langsung membekap mulut, mengentak-entakkan kedua kakinya tanda histeris tak percaya. Berkali-kali Delta bertanya guna memastikan, sampai dia guncang-guncang kecil pundak putrinya yang tertawa.

Sementara Gero, ia heboh penuh ekspresi. Ia tepuk-tepuk bahu Alfred, memeluk menantunya, mengatakan segala ucapan selamat juga rasa bangganya terhadap Alfred. Bangga sebab telah berhasil menghamili putrinya.

"Sial. Kau lebih jantan dariku, Alfred. Kau tahu? Aku butuh dua tahun untuk mendapatkan Sely-mu itu. Sementara kau?" Gero mundur, ia pegang kepalanya penuh drama. "Lima hari. Kau hanya butuh lima hari gencar. Wooh!" Gero hantamkan lagi telapak tangannya ke tangan yang satu. Heboh.

Alfred tergelak seraya memegangi perut. Mana ia sangka mertuanya sefrekuensi dengannya begini. Maksudnya, mereka sama-sama pria yang memiliki banyak ekspresi. Dan, yeah. Sedikit dramatis.

"Itu ada caranya," bisik-bisik Alfred. Ia dan Gero saling mendekatkan kepala.

"Bagaimana?"

"Meh!"

"Meh?" Gero mengikuti ekspresi Alfred; meninju angin .

"Ugh!"

"Ugh?" Kembali lagi Gero mengikuti gerakkan menantunya; mengentak angin, menggerakkan pinggul maju mundur, dan Alfred tergelak besar sampai merunduk lalu berpegangan pada lengan sofa.

Seleste dan Delta mengabaikan kedua pria yang asyik pada dunianya sendiri itu. Mereka yang sama-sama terharu pun terus berpelukan, bersyukur atas kebahagiaan yang ada saat ini.

"Terima kasih, Sayang. Tolong tetap sehat semasa mengandung. Panggil saja Ibu datang jika kau butuh ditemani," kata Delta dengan suara haru. Di umur 27 tahun ia dan Gero menikah, melahirkan Seleste di usia 30 tahun, lalu akan menjadi seorang nenek di usia 55 tahun. Benar-benar sisa hidup yang sempurna.

Seleste melerai pelukan sang ibu. Yang tadinya ia tertawa bahagia, mendadak istri Alfred ini bersedih. Bawaan hormon. "Aku malu..." Bibir Seleste melengkung jatuh.

"Malu? Malu apa?" Delta bingung.

"Sekarang Ayah dan Ibu jadi tahu kalau aku dengan Alfred terus berbuat mesum sampai aku bisa hamil begini..."

Delta berkedip-kedip. Ia melihat kepada Alfred nan tertunduk sembari mengulum senyum.

"Lalu? Memangnya kenapa? Bukankah memang begitu?" balas Delta.

Saking malunya perempuan hamil itu, Seleste pun menangis lantas ia tutupi wajahnya dengan kedua telapak tangan. Benar-benar malu.

"Aku malu... Ibu jadi tahu bagaimana prosesnya..."

Bukan Alfred atau Delta, tetapi Gero yang gelak tawanya seketika pecah begitu besar. "Memang seperti itulah proses kembang biak manusia. Tidak mungkin hanya saling memandang dapat langsung hamil. Memang harus begitu, benar 'kan, menantuku?" Dengan bangga Gero merangkul Alfred.

"Um." Alfred pun manggut-manggut saja.

"Hey, Sayang. Suamimu ini jago. Bayangkan, saat cedera saja dia masih bisa menghamilimu." Gero menunjuk wajah menantunya di samping.

OLD MAN : HIS WIFETempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang