COMPLEMENT - 24

24.6K 1.5K 40
                                        

Haloo👋👋

Happy Reading 😊

Jangan lupa vote dan komentarnya yaa 🌟❣️

.

.

.


Untuk memastikan kebenaran ucapan cucu bungsunya, Notonegoro benar-benar pergi ke rumah sakit Harapan Utama. Sampai di depan meja resepsionis yang ada di lobi, pria tua tersebut menanyakan di mana ruangan Arash Bahuwirya dirawat. Ternyata cucunya tidak bohong. Perkataan Zea memang benar. Arash ada di rumah sakit ini. Untung saja tadi Noto sempat meminta sang sopir untuk membeli buah sehingga dia tidak datang dengan tangan kosong.

Notonegoro yang diikuti oleh sopirnya berjalan ke arah lift karena ruangan Arash berada di lantai enam gedung ini. Tidak membutuhkan waktu lama untuk mereka sampai di sana. Notonegoro langsung menuju ke kamar dengan pintu bertuliskan VVIP 3. Dia mengetuk dua kali pintu tersebut dan langsung terbuka. Aryatama yang ada di balik pintu sempat terkejut mendapati salah satu mantan wakil presiden republik ini bisa ada di depan ruang rawat putranya.

"Pak Noto ... " Sapa Aryatama dengan menyalami Noto.

"Benarkah putramu dirawat di sini?"

Aryatama mengangguk, membuka lebih lebar pintu dan mempersilakan tamu yang tidak pernah ia duga kedatangannya untuk ikut masuk.

"Arash baru saja kembali tidur, Pak. Tadi dia sempat merasakan sakit di kepalanya sehingga dokter menyarankan untuknya kembali beristirahat," ujar Aryatama setelah membuka pintu geser untuk memperlihatkan kondisi putranya.

"Ya, sudah, biarkan putramu untuk istirahat saja. Semoga kesehatannya akan segera pulih seperti sediakala. Sebenarnya aku ke sini untuk memastikan ucapan cucuku. Gadis itu terlalu banyak berbohong sehingga sulit bagiku untuk mempercayainya."

"Mari, Pak." Aryatama mempersilakan Notonegoro untuk duduk di sofa yang ada di ruang untuk keluarga pasien menunggu.

"Saya ingin mengucapkan terima kasih, Pak. Cucu Pak Noto yang membawa putra saya ke sini. Gadis tersebut bahkan menunggu sampai operasi Arash berakhir. Dia baru pulang ketika saya yang menyuruhnya."

Notonegoro menganggukkan kepalanya mendengar ucapan pria di sebelahnya. "Apa kamu juga sudah mengetahui tentang hubungan mereka?" tanya Notonegoro ingin tahu. "Aku baru tahu kalau Zea punya kekasih baru tadi malam ketika mendapati putramu ada di apartemennya."

"Saya tidak tahu secara pasti hubungan mereka. Tapi, Arash pernah meminta restu pada saya untuk menikahi cucu Anda, Pak." Aryatama tidak berdusta akan hal tersebut. Arash memang pernah mengatakan padanya kalau dia ingin memiliki Zea. Dan Aryatama tahu apa arti memiliki yang dimaksud oleh putranya.

Notonegoro terkejut mendengarnya. Kalau hubungan cucunya sudah sejauh itu mengapa gadis itu tidak pernah mengatakan padanya. Notonegoro pasti juga akan mempertimbangkan pilihan cucunya kalau dia mau jujur. Terlebih lagi kekasih cucunya saat ini adalah putra dari salah satu kenalannya. Notonegoro mengenal Aryatama sebagai orang baik. Mereka juga dari keluarga dengan latar belakang yang baik pula. Mengapa cucunya yang bandel itu tidak pernah mengenalkan pria yang dekat dengannya dengan keluarga? Apa karena dia belum yakin dengan Arash?

"Benarkah sudah sejauh itu hubungan mereka?"

Aryatama menghembuskan pelan napasnya, "Arash tidak pernah mengatakan secara detail hubungannya dengan Zea pada saya, Pak. Yang saya tahu pastinya Arash ingin berhubungan serius dengan cucu Anda."

COMPLEMENTTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang