01: Si Aktif dan Si Kalem

11.7K 591 9
                                        

Di dalam kelas, Jazzki dan Joanna tidak satu bangku. Jazzki duduk tepat di belakang bangku Joanna. Joanna memang irit bicara, tapi bukan berarti anak itu mudah dipengaruhi dan dapat dijadikan pesuruh. Joanna diam bukan karena takut berbicara kepada orang lain, ia diam karena malas untuk menggerakkan bibirnya.

Telinga lelaki itu sering disumpal dengan earphone. Dia sangat suka mendengarkan musik barat dengan genre Pop. Seperti sekarang, padahal jam pelajaran Matematika sedang berlangsung, mata Joanna menghadap ke papan tulis sementara telinganya mendengarkan musik dan otaknya berpencar antara musik dengan angka.

Tuk!

Joanna menoleh ke belakang merasakan nyeri di ubun-ubun kepalanya ketika Jazzki dengan sengaja memukul kepalanya menggunakan batang pulpen.

"Lepas tuh musik, biar pinter dikit otak lu!" ujar Jazzki berbisik.

Joanna mengernyit kemudian membalikkan badan lagi.

Joanna bergeming mengikuti lirik lagu sambil mencatat apa yang Desta catat. Kini pandangan Joanna tidak mengarah ke papan tulis, melainkan ke buku Desta. Otak Joanna tidak seencer otak Jazzki, padahal kelihatannya Jazzki slengekan, tapi kalau udah masalah nilai, angka nilai rapot Jazzki tidak pernah bercanda.

Joanna ingin mengikuti jejak Jazzki yang lebar, namun Joanna tidak bisa. Ada satu hal yang membuat Joanna memiliki keterbatasan untuk itu, dan keterbatasan itu yang membuat Joanna selalu merasa di bawah Jazzki.

Jazzki sepuluh menit lebih tua dari Joanna. Jazzki lebih dulu lahir, baru sepuluh menit kemudian Joanna dilahirkan di dunia ini.

Nama lengkap mereka, Jazzki Alfarezi Albara dan Joanna Alfareza Albara. Tinggi tubuh mereka berdua sama, 175 cm. Namun tubuh Jazzki cenderung lebih segar ketimbang Joanna. Mungkin dikarenakan Jazzki yang rajin berolahraga.

Saat ini Jazzki dan Joanna telah berusia 17 tahun, kelas 2 SMA.

Satu hal yang membuat Joanna malas pulang bersama Jazzki karena agenda saudara kembarnya itu di sekolah super padat. Jazzki mengikuti beberapa kegiatan ekstra, sementara Joanna tidak.

Ketika haus menyapa, Joanna membeli air minum di kantin. Sebelum membuka tutup botol air mineral tersebut, Joanna sempat mengelap telapak tangannya berkali-kali supaya tidak licin.

Jazzki tersenyum kecil melihat saudara kembarnya kesusahan membuka tutup botol air mineral. Jazzki pun mendekat dari pintu sekretariat osis.

"Sini, gue bukain," pinta Jazzki.

"Gue bisa sendiri," jawab Joanna kukuh. Kali ini dia harus bisa, kemarin saja dia bisa buka tutup botol air mineral sendiri masa sekarang nggak bisa lagi.

Jazzki menghela nafas, membuka sendiri air mineral miliknya kemudian meneguknya di samping Joanna.

"Lo tuh nggak bisa, Jo. Sini gue bukain," ujar Jazzki setelah minum.

"Bisa anjing. Ini botolnya licin banget bangsat," maki Joanna kehilangan kesabaran.

"Tangan lo yang keringetan ege..." sahut Jazzki.

Joanna menatap telapak tangannya yang mengkilap oleh keringat.

"Mana," rebut Jazzki.

Tanpa mengeluarkan banyak tenaga, Jazzki langsung bisa membuka tutup botol itu.

Joanna menerimanya, kemudian meminumnya hingga setengah tandas.

"Besok lagi lo bawa motor sendiri gih. Udah tau balik akhir, masih ae maksa numpang gue, ngerepotin."

"Lo ditumpangin saudara sendiri perhitungan anjir," Jazzki mengikuti Joanna yang tiba-tiba berdiri.

Kawasaki Ninja yang terparkir di parkiran sekolah terlihat gagah menunggu kedatangan pemiliknya. Joanna segera mengenakan helm full face di kepalanya, diikuti oleh Jazzki yang naik ke atas boncengan motor tersebut.

JAZZKI & JOANNACerita yang bikin terobses. Temukan sekarang