48: Dijenguk Mama

3.6K 304 90
                                        

Sista...?

Rindukah kalian dengan sapaan akrab dariku?

Rupanya, aku rindu...

Rindu dengan duniaku yang kemarin, rindu dengan rangkaian waktu yang berjalan tidak secepat sekarang ini

Tapi kurasa, tak perlu aku ceritakan lukaku ke kalian. Jangan tinggalin aku ya, karena kita belum benar-benar selesai.

Terimakasih buat yang masih bertahan, aku sayang kalian.

●●●


"Lo beneran, nggak mau cerita?" Joanna melirik sekilas ke arah Jazzki sebelum keduanya masuk ke kamar masing-masing.

"Lain kali aja," jawab Jazzki.

"Kenapa? Lo takut gue sakit gara-gara denger cerita lo?" tanya Joanna.

"Plis deh Jazz, gue nggak selemah yang lo bayangin..." desak Joanna meminta Jazzki bercerita.

Jazzki menghembuskan nafasnya dengan kasar. "Ish.. Jo, lo baru aja keluar dari rumah sakit. Bisa nggak, kita bahas ini besok-besok aja."

"Tapi gue nggak bisa tidur kalau lo belum cerita," timpal Joanna.

"Gue bakal cerita kalau lo udah bisa napas dengan bener," ujar Jazzki mendengar nafas Joanna yang tidak beraturan setelah menaiki tangga. Anak itu begitu ngos-ngosan padahal Jazzki sudah menawarkan bantuan dengan menggendongnya saja. Namun tentu, Joanna dengan tegas menolaknya.

"Haaah... Tau dah, engap banget napas gue," keluh Joanna.

"Mau pakek oksigen?" tawar Jazzki sembari menuntun Joanna masuk ke kamar.

"Nggak perlu, ntar juga mendingan sendiri."

"Lo terlalu sering biarin sakit lo sembuh sendiri, Jo."

"Terus kalau nggak gue biarin sembuh sendiri mau gue apain? Gue bukan tuhan Jazz, mana bisa gue cabut sakit sesuka hati gue," omel Joanna.

"Maksud gue... lo tuh sering cuekin sakit lo. Udah tau badan lo nggak nyaman tapi cuman lo diemin, nggak buru-buru lo obatin."

"Ntar manja. Biarin aja sampai mereda dengan sendirinya."

"Nggak beres lo, makin ngaco kalau lagi tumbang."

Joanna memejamkan mata sejenak, mengatur nafasnya yang kian sesak setiap kali ia mengeluarkan sepatah kalimat.

"Obat gue, tolong," pinta Joanna.

Jazzki menatap iba melihat obat yang musti Joanna konsumsi sudah ditambah dosisnya menjadi lebih tinggi dari biasanya.

Joanna tidak menyadari perbedaan tipis dari ukuran obat tersebut. Beruntung jika anak itu tidak menyadarinya.

"Lo yang minum, kok gue yang mual ya," Jazzki sengaja mengalihkan pandang melihat Joanna meminum obat-obatan yang jumlahnya tidak sedikit.

"Untung tuhan ngasih ujiannya ke gue," Joanna masih bisa menimpali celetuk Jazzki, disaat ia baru saja menelan butiran obat.

"Jo, lo kuat kan?"

JAZZKI & JOANNACerita yang bikin terobses. Temukan sekarang