24: Nggak Punya Bakat

4K 382 82
                                        

Ketika hari semakin malam semakin masuk pula materi yang sedang Joanna pelajari. Kondisi rumah yang sunyi mendukung penuh konsentrasinya untuk dapat mudah memahami setiap soal latihan. Namun tak jarang, Joanna juga mengucek mata lantaran sensasi perih sudah menyapa sejak pukul delapan tadi.

"Satu jam lagi deh," cicit Joanna mengundur waktu maksimal belajar yang sudah ia tetapkan. Ia sengaja mematok jam belajar supaya tahun ini ia benar-benar bisa berubah.

Joanna membungkuk, menarik satu laci meja untuk mengambil sesuatu.

Sebelum memasukkan sebutir kapsul tersebut ke dalam mulut, Joanna memandanginya sekilas. Ia membeli obat tersebut di apotik sepulang sekolah, yang ia baca dari internet obat tersebut aman untuk penunda kantuk dan tidak menimbulkan efek yang berbahaya.

Tanpa menunda waktu lagi Joanna menelan pill tersebut lalu ia meminum air yang masih tersisa pada botol minumnya.

Joanna sangat mudah mengantuk, itu sebabnya ia sampai membeli doping obat. Tetapi baru kali ini ia membeli dan mengonsumsi obat penunda kantuk.

Efek obat terasa setelah rasa kantuk yang semula mengganggu dapat perlahan mereda. Kedua mata Joanna terasa segar, mulutnya pun tidak lagi menguap. Joanna bisa melanjutkan belajarnya dengan tenang.

●●●

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

●●●

Joanna seakan dibuat lupa waktu, rasanya ia tidak merasakan lelah meski sudah seharian penuh menatap buku dan soal-soal. Mungkin karena rasa excited yang berlebih membuat Joanna begitu bersemangat untuk belajar sebanyak itu.

"Udah sampai belakang? Cepet banget," beo Joanna menyadari jika ia sudah selesai mengerjakan semua soal yang berada di buku.

"Anjir, dah jam dua?!" Joanna terkejut bukan main ketika membuka ponsel dan jam pada layar ponselnya sudah menunjukkan pukul dua dini hari.

"Astaga mana gue belom tidur," Joanna merapikan buku-bukunya yang berserakan di atas meja belajar.

Joanna segera membaringkan dirinya di atas kasur, menarik selimut sampai batas dada lalu pura-pura memejamkan mata sampai ia benar-benar tertidur.

Deg ... deg ... deg ... deg...

Dalam pejamnya yang masih terjaga, Joanna bisa merasakan degup jantungnya yang begitu cepat.

Joanna tetap memejamkan mata menunggu dengan sabar sambil membayangkan skenario yang ia buat sendiri supaya alam bawah sadar segera menjemputnya.

DEG! DEG! DEG!

"Arggh..." Joanna terbangun memegang dada sebelah kirinya yang baru saja berdenyut dengan sangat kuat.

"Sssh... Tung udah Tung..." cicit Joanna menggigit bibir bawahnya. Kedua tangannya mencengkeram area dada. Joanna mendongakkan kepalanya ke atas, merasa siksaan pada tubuhnya kembali hadir malam ini.

JAZZKI & JOANNACerita yang bikin terobses. Temukan sekarang