Beruntungnya ponsel Joanna masih berada di warung. Ketika Joanna sudah sampai rumah, ia melihat dua mobil terparkir di garasi. Joanna tau itu mobil Papa dan Mamanya. Joanna melenggang masuk ke dalam rumah. Setelah kakinya melangkah masuk, ia dapat mendengar suara obrolan yang bersumber dari ruang tengah.
Joanna mencium tangan Elvi, kemudian wanita itu beranjak mencium kepala putra bungsunya itu. Joanna tersenyum tipis, mendapat usapan lembut pada puncak kepalanya.
Joanna berganti untuk mencium tangan Yohan. Yohan memberikan tangannya, lalu mengusap pundak Joanna sebanyak dua kali.
"Kita nungguin kamu. Gimana hp kamu? Ketemu?" tanya Elvi.
"Ketemu kok, Ma," jawab Joanna kemudian duduk di sebelah Jazzki.
"Kamu ini, kebiasaan..." ujar Yohan menatap Joanna sekilas.
"Keburu bayar tadi, Pa."
"Apapun alasan kamu, ninggalin barang berharga di tempat umum itu kesalahan fatal, Jo." kata Yohan.
"Udahlah, Pa. Yang penting hp nya Jo udah ketemu, nggak jadi hilang."
"Papa cuman ngajarin anak-anak kita supaya bisa bertanggung jawab, Ma. Papa bilang begini supaya mereka bisa menghargai yang namanya jerih payah orangtua."
"Tuh, Jazz sama Jo dengerin Papa ya..." Elvi melirik kedua putranya bergantian.
Joanna menatap Jazzki beberapa detik kemudian ketika pandangan mereka bertemu, Joanna lekas mengalihkan perhatiannya.
"Oke, Ma, Pa. Jazz bakal selalu ngingetin Jo." Jazzki merangkul pundak Joanna.
"Ayok sekarang kita makan. Mama udah beliin oleh-oleh kesukaan kalian!"
Papa Yo dan Mama El bekerja di kantor yang berbeda. Mereka menyandang status sebagai staff karyawan perusahaan. Jadwal keduanya sama-sama padat. Cita-cita Papa Yo ingin mengajak kedua putranya untuk terjun ke dunia bisnis. Memiliki anak cowok adalah idaman keluarga tersebut. Dan syukurnya mereka dikaruniai dua putra yang dapat mereka jadikan aset untuk membantu membangun bisnis yang sudah mereka rencanakan sedari dulu.
Kejadian Jazzki melaporkan apapun yang terjadi dengan Joanna sudah menjadi makanan sehari-hari bagi Joanna. Anak itu sudah pernah bilang ke Jazzki supaya tidak perlu membagikan cerita tentangnya kepada Mama atau Papa namun memberi kepercayaan pada Jazzki adalah suatu hal yang sulit.
●●●
Pagi ini Joanna berangkat naik motor sendiri. Seperti biasa Jazzki selalu bangun kesiangan, membuat Joanna malas menunggu. Begitu sampai di kelas, Joanna meminta jawaban dari PR Kimia pekan lalu kepada Desta, teman sebangkunya.
"Saudara lo kan pinter, kenapa lo nggak minta contek ke dia aja?" tanya Desta sering heran melihat Joanna yang tidak memanfaatkan keenceran otak Jazzki.
"Males," jawab Joanna.
"Mm... Jo," panggil Desta seolah ingin menanyakan sesuatu.
Joanna mengangkat pandangannya.
"Apa?"
"Nggak jadi," tukas Desta yang diakhiri dengan cengiran.
"Gajelas."
"Btw nanti jam istirahat jadi nyeblak di sebrang kan?" Desta mengganti topik pembicaraan agar wajah Joanna sedikit berseri.
"Hm. Jazz jangan sampai tau, ntar repot," jawab Joanna.
"Aman bro, kita mukbang seblak sepuasnya!"
KAMU SEDANG MEMBACA
JAZZKI & JOANNA
General FictionSi Kembar yang satu ini berbeda. Cerita ini menceritakan tentang dua cowok kembar bernama Jazzki dan Joanna. Dari segi fisik mereka berdua memang serupa, tapi apakah sifat mereka serupa pula? Jangan ditanya. Mending langsung baca aja!
